Jangan Sampai Salah Pilih Franchise

Pernahkah pelaku franchisee mengeluhkan bisnis yang tengah dijalaninya?

Jawabannya tentu saja pernah. Ini kerap terjadi ketika mereka merasa salah pilih franchise.

Kenapa salah pilih franchise bisa terjadi? Alasannya adalah keterpakuan pada brand.

Pihak franchisee tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya di mana bisnis franchisor tersebut pernah mengalami pemindahan kepemilikan sampai enam kali.

Pergantian kepengurusan bisnis tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif.

Kenyataannya sangat berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya.

Meskipun demikian, franchisee dianggap beruntung karena bisnis tersebut masih memenangkan kepercayaan masyarakat karena brand-nya itu sendiri.

Menemukan Cara Untuk Bangkit

Ketika salah pilih franchise membuat penyesalan datang, di tangan mereka yang kreatif, bisnis yang terbilang hampir mati tersebut dapat merasakan bangkit kembali.

Meskipun bisnis tersebut terbilang hampir mati, inovasi tetap dibutuhkan agar bisnis bisa bangkit kembali.

Penggantian menu dan konsep bisnis tersebut adalah langkah yang patut dilakukan.

Namun, kepercayaan konsumen tidak bisa beralih begitu saja sehingga bisnis yang bangkit dari kondisi sekaratnya tersebut memutuskan tidak berganti nama.

Lagi, persepsi masyarakat menjadi pertimbangan merek yang semula terkenal ini hingga diambang kebangkrutan. Sehingga, langkah mengganti nama pun urung untuk dilakukan.

Menimbun Kerugian

Salah satu alasan kenapa pihak pemilik bisnis memutuskan untuk membuka waralaba adalah terjadinya guncangan bisnis.

Guncangan bisnis tersebut diartikan sebagai awal mulanya kebangkrutan, meskipun merek bisnis tersebut adalah merek bisnis terkenal.

Master franchisee pun tidak luput dari tindakan seperti ini. Ketika mereka tidak mampu mengelola sistem maupun keuangan waralaba, mereka memutuskan untuk mengoper franchise tersebut kepada subfranchise.

Hal tersebut mereka lakukan untuk mengatasi kerugian bisnis mereka.

Laporan Keuangan Waralaba

Terdapat cara untuk mengatasi keuangan dalam bisnis waralaba seperti membaca laporan keuangan.

Aturan tentang laporan keuangan tersebut terlampir dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 42 Tahun 2007 dan Permendag Nomor 53 Tahun 2012 atau yang diberlakukan saat ini adalah Permendag Nomor 31 Tahun 2008.

Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan laporan yang mencatat semua alur keuangan bisnis, termasuk laba.

Pencatatan tersebut juga menyertakan laba rugi atau gerai acuan sebagai cara untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berbisnis karena berisi gambaran kinerja bisnis waralaba untuk level gerai.

Agar tidak terjadinya ketimpangan dalam pencatatan, dibutuhkan pemikiran kritis dan analisis yang tinggi dalam membaca laporan.

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

800 Jenis usaha yang menjanjikan Dengan Modal Kecil

Panduan Bisnis Franchise

500 Master Franchise

Biaya Awal Franchise

Apa yang menjadi penyebab utamanya kenapa para pemilik bisnis mewaralabakan bisnisnya meskipun tergolong tidak layak untuk diwaralabakan?

Jawabannya adalah citra bisnis. Terkadang, bisnis waralaba yang diambang kerugian sekalipun masih dilirik oleh investor karena memiliki citra bisnis yang kuat.

Kesalahan para waralaba adalah ketidaktelitiannya dalam menyeleksi bisnis mana yang benar-benar kokoh, bukan hanya sekedar citra baik dan terkenal.

Namun, dapat ditebak bahwa waralaba yang hanya mengandalkan citra saja dilihat dari biaya operasinya yang terkesan tidak masuk akal.

Kenyataan lain yang tertutupi dari langkah “menimbun keruguan” adalah tim manajemen perusahaan yang bertindak merahasiakan cara pengelolaan keuangan perusahaan yang benar-benar buruk.

baca juga

    Padahal yang demikian itu sejatinya akan membuat citra merek melemah dan terkesan berpaku pada kesan baik terdahulunya.

    Salah pilih franchise dapat ditanggulangi dengan sikap “cermat sebelum membeli”. Jika Anda mengelola bisnis dengan baik dan sistematis, kelak Anda mendapatkan bisnis waralaba atau franchise tersebut sebagai mesin uang.

    Sehingga, tidak ada salahnya untuk “menyulitkan diri” di awal demi jalannya bisnis secara intensif.

    Leave a Reply

    2 × 3 =

    Open chat
    silahkan chat kami disini
    Silahkan Chat Untuk
    Pemasangan Iklan Dan
    Order Jasa Digital Marketing
    Powered by