Kevin Plank Pendiri Under Armour

jkeitee.com – Sukses atau tidaknya suatu bisnis bisa ditentukan oleh proses pencarian ide produk untuk menghidupi bisnis itu sendiri.

Adakalanya proses ini dapat menyita banyak waktu dari seorang calon wirausahawan, namun tidak jarang ide bisnis muncul dari hal yang tidak disengaja.

Tidak hanya dapat menghasilkan keuntungan, ide bisnis yang tidak sengaja juga dapat menjadikan pemiliknya memiliki keunggulan bisnis yang luar biasa.

Kevin Plank, pendiri Under Armour memulai usahanya ketika secara tidak sengaja ia mendapati bahwa pakaian olahraganya tidak nyaman digunakan untuk pertandingan Football.

Kekesalan Kevin terhadap pakaian tersebut mendorongnya menciptakan produk pakaian olahraga sendiri yang menjadi asal mula Under Armour, perusahaan yang berhasil mencapai pendapatan 1 milyar Dolar Amerika Serikat.

Pada tahun 2013, Under Armour berhasil mendaratkan tanda tangan bintang NBA Stephen Curry sebagai duta utama produknya.

Cita-cita dari Atlet menjadi Pebisnis

Kevin Plank lahir sebagai bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Janet dan William Plank di Kensington, Maryland pada tahun 1972.

Keluarga Kevin termasuk ke dalam golongan kelas menengah yang cukup terpandang di lingkungannya terutama karena ibunya pernah menjabat sebagai salah satu asisten Presiden Amerika Serikat kala itu, Ronald Reagan.

Sebagai bagian dari keluarga tradisional Amerika yang dekat dengan olahraga, Kevin menjadikan atlet olahraga football sebagai cita-citanya di kemudian hari.

Masa kecilnya dihabiskan dengan berlatih football  dengan Maplewood Youth Association yang dijalani berbarengan dengan pendidikannya dii Georgetown Preparatory School.

Namun tidak hanya sibuk berlatih football, Kevin juga menunjukkan bakatnya sebagai pebisnis dengan banyak berjualan ketika ada kesempatan.

Bisnis pertamanya adalah merchandise konser yang ia jual dengan harga jauh di bawah pasaran.

Demi bisa menjalankan bisnis pertamanya, Kevin sampai rela melakukan banyak penyamaran untuk bisa masuk ke arena konser yang membatasi usia pengunjung.

Meski begitu Kevin tetap memfokuskan diri untuk bisa menjadi atlet Football dengan mendaftar ke Fork Union Millitary Academy demi bisa masuk ke divisi satu kompetisi liga mahasiswa setempat, NCAA.

Gagal masuk divisi pertama, Kevin akhirnya memutuskan pindah ke University of Maryland dan menjadi salah satu pemain di sana.

Pada waktu di Maryland-lah, visinya sebagai atlet mulai berubah ketika salah satu pelatihnya memintanya untuk memilih menjadi atlet atau menjalani bisnis.

Sadar bahwa ia kesempatan untuk menjadi atlet elit telah tertutup, Kevin mengalihkan prioritasnya untuk menjadi pebisnis sukses, meninggalkan mimpi yang telah ia idamkan sejak kecil.

Meski begitu kisahnya menjadi pebisnis justru berawal dari sebuah pertandingan Football yang ia ikuti ketika baju yang kenakan tidak bisa menyerap keringat hingga membuat ia diejek sebagai “Pria Berkeringat”.

Ketidaknyamanannya dengan pakaian olahraga tersebutlah yang memunculkan ide Kevin untuk memproduksi  pakaian olahraga yang lebih nyaman.

Ide pakaian olahraga tersebut yang akhirnya menjadi asal berdirinya Under Armour, nama yang juga ditemukan secara tidak sengaja oleh saudaranya.

baca juga

Perjuangan mengelola Under Armour

Sedari awal, Kevin Plank harus sempat menghadapi penolakan sebelum bisa mendirikan Under Armour dan menjadi perusahaan besar kemudian.

Penolakan pertama datang bagi Kevin ketika nama usaha yang diajukannya ditolak oleh lembaga hak paten.

Mendapat penolakan di percobaan pertama, Kevin kembali mengajukan perusahaan, kali ini dengan nama Body Armor yang juga kembali ditolak.

Nama Under Armour akhirnya dipakai oleh Kevin berkat celetukan saudaranya yang tidak sengaja mengucapkan kata “Armour” untuk menyebut nama “Armor”.

Under Armour menjadi saksi kepiawaian Kevin dalam hal berbisnis ketika ia rela untuk berjualan bunga valentine hingga menggunakan kartu kredit dan pinjaman untuk mendirikan bisnis tersebut.

Kevin memulai berjualan produk Under Armour pertamanya dari bagasi mobil di rumah neneknya di Georgetown serta memanfaatkan koneksi dengan teman-temannya yang menjadi atlet profesional.

Upaya Kevin sedikit membuahkan hasil dengan berdatangannya tawaran untuk menggunakan produk Under Armour, salah satunya dari tim NFL Atlanta Falcons.

Pada tahun 1999 demi mendorong pertumbuhan perusahaan, Kevin bersama-sama dengan karyawannya memutuskan tidak menerima gaji selama beberapa minggu untuk mengiklan di majalah ESPN.

Laporan pendapatan Under Armour yang dikeluarkan pada tahun 2019 menunjukkan pendapatan perusahaan mencapai  4,9 Milyar Dollar Amerika Serikat.

baca juga

Petualangan di Bisnis Lain

Sukses di bisnis pakaian olahraga tidak membuat Kevin Plank terlena untuk hanya menikmati kekayaannya.

Sebagai pebisnis yang cakap, ia mengerti untuk mendistribusikan pendapatannya dalam berbagai portofolio bisnis lain.

Pada tahun 2007, Kevin memperlebar sayap bisnisnya dengan membeli Sagamore Land, sebuah tempat bersejarah di kota kelahirannya , Maryland untuk bisnis pacuan kuda.

Pada tahun 2013m giliran Kevin menjajal bisnis real estate dengan mengerjakan proyek untuk perumahan dan gedung perkantoran di wilayah Covington.

Di tahun yang sama ia juga mendirikan Sagamore Spirit yang bergerak di bidang pembuatan Whiskey dan minuman anggur beralkohol.

baca juga

Menjadi pendonor bagi almamaternya

Menjadi pebisnis sukses tidak membuat Kevin melupakan almamaternya yang menjadi saksi bisu lahirnya ide mendirikan Under Armour.

Pada tahun 2010, Kevin Plank menyumbangkan sebuah pesawat untuk keperluan tim olahraga Universitas Maryland, universitas tempat ia menimba ilmu dulu.

Selain itu Kevin juga menyumbangkan uang sebesar 31 Ribu Dolar Amerika Serikat atau sekitar 434 juta Rupiah untuk keperluan perekrutan pelatih tim football universitas.

Sejak tahun 2007 silam, Kevin telah menyumbangkan uang dengan total sebesar 1,4 juta Dolar atau sebesar 19 Milyar Rupiah untuk berbagai keperluan almamaternya tersebut.

baca juga

Meskipun telah menyumbangkan begitu banyak dari keuntungan bisnisnya, Kevin tidak serta merta turut mengintervensi keputusan yang berkaitan dengan tim olahraga Universitas Maryland.

Berkat kepedulian yang ditunjukkan oleh Kevin kepada almamaternya, direktur olahraga dari Universitas Maryland tidak segan segan menganugerahinya sebagai salah satu anggota keluarga.

Kevin Plank sendiri telah memutuskan keluar dari perusahaan yang didirikannya pada akhir tahun 2019 dan meninggalkan banyak kenangan di sana.

Leave a Reply

twelve − seven =

Open chat
silahkan chat kami disini
Silahkan Chat Untuk
Pemasangan Iklan Dan
Order Jasa Digital Marketing
Powered by