Makanan Tradisional Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga

Kata Jenang Kudus bagi masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur merupakan kata yang tidak asing lagi.

Jenang Kudus merupakan makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari tepung beras ketan yang diolah menggunakan santan kelapa dan gula merah.

Bagi masyarakat Betawi dan Jawa Barat, Jenang Kudus sejenis dengan Dodol Garut. Namun, perlu diingat Jenang Kudus dan Dodol Garut memiliki perbedaan.

UKM Kecil yang Mampu Tembus Pasar Global

Jenang Kudus, saat ini merupakan oleh-oleh khas Jawa Tengah, tepatnya Kudus. Bagi siapa yang berkunjung ke Kudus, Jawa Tengah sangatlah tidak afdol jika tidak membawa pulang oleh-oleh yang satu ini. Selain rasanya yang enak, Jenang Kudus juga memiliki ciri khas tersendiri.

Proses pembuatan Jenang Kudus cukup unik dan melalui proses yang panjang. Semua bahan dasar Jenang seperti, tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula Jawa dimasak menggunakan wajan besar.

Biasanya dalam proses memasak ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Selama proses memasak tersebut Jenang Kudus harus selalu diaduk menggunakan kayu.

Jenang Kudus merupakan makanan tradisional yang dianggap turun-menurun begitu juga dengan cara memasak jenang ini cukup unik.

Bagi usahawan yang memiliki usaha Jenang Kudus ini dapat dipastikan memiliki cara memasak yang turun menurun dari para leluhur zaman dulu sehingga keaslian dan cita rasa Jenang Kudus ini tidak hilang begitu saja.

Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga  Usaha 3 Generasi

Usaha kecil Jenang Kudus ini dirintis sejak tahun 1910, namun, saat itu usaha tersebut belum cukup dikenal. Usaha ini dirintis oleh Ibu Hj. Alawiyah dengan menggunakan label Jenang Kudus Mubarok.

Pada awalnya, pemasaran jenang ini dilakukan di Pasar Kudus. Saat itu, Jenang Kudus cukup laris karena banyak peziarah makam Sunan Kudus di Masjid Menara Al Aqsho.

Setelah Ibu Hj. Alawiyah meninggal, usaha beliau dilanjutkan oleh putranya yang bernama H. Achmad Shochib menggunakan label Perusahaan Jenang Sinar Tiga Tiga (PJ Tiga Tiga).

Usaha Jenang Kudus pun mulai berkembang dan diproduksi secara masal hingga akhirnya label Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga dikenal masyarakat. Kemudian pada tahun 1992, H. Achmad Shochib menyerahkan kepemimpinan kepada putranya H. Muhammad Hilmy.

H. Muhammad Hilmy pun mengembangkan PJ Tiga Tiga yang merupakan generasi ketiga.

Di bawah kepemimpinannya, mulai diterapkan sistem manajemen modern seperti layaknya perusahaan besar lainnya. Muhammad Hilmy berupaya mewujudkan cita-cita orang tuanya untuk terus menerus mengembangkan makanan tradisional ini hingga ke mancanegara.

Kepemimpinan H. Muhammad Hilmy membawa keberhasilan yang cukup pesat, tidak hanya terjadi peningkatan di sisi penjualan Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga, namun juga peningkatan aset perusahaan. Selain itu, Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga  juga mendapat pengakuan di mancanegara.

Asal – Usul Label Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga

PJ Tiga Tiga pada generasi kedua mengemas Jenang Kudus menggunakan anyaman daun pandan dan ditempeli kertas bertuliskan Sinar Tiga Tiga di bagian luarnya.

Kemudian pada tahun 1960, jenang Sinar Tiga Tiga dikemas menggunakan plastik dan bagian luarnya menggunakan kertas putih bergambar sinar dan bertuliskan Angka 33. Angka 33 tersebut diambil dari alamat rumah tinggal yaitu Jalan Sunan Muria No. 33 Kudus.

Kemunculan Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga ini menjadi pioner muncul bisnis Jenang Kudus lainnya bahkan ada yang meniru sehingga membuat konsumen bingung.

Untuk menghindari hal tersebut, H. Achmad Shocib melakukan inovasi dan modifikasi komposisi bahan baku jenang hingga memodifikasi kemasan.

Pada tahun 1975, hasil inovasi dan modifikasi Jenang Kudus diperkenalkan dengan dua varian aroma, yaitu Sinar Tiga Tiga Aroma Coklat dan Sinar Tiga Tiga Aroma Melon.

Dengan dikeluarkannya kedua varian tersebut terjadi perubahan kemasan. Kemasan ini cukup unik pada saat itu, yaitu jenang dikemas dalam kardus yang berwarna-warni dan diisi dengan beberapa butir irisan kecil jenang seberat 20 gram.

Diversifikasi Produk Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga

Pada tahun 1978 hingga tahun 1980, Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga melakukan diversifikasi produk. Diversifikasi produk ini mengakibatkan munculnya label baru sesuai dengan aroma variannya.

Ada pun diversifikasi produk tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Jenang Kudus dengan aroma Durian menggunakan merek Viva.
  2. Jenang Kudus dengan aroma Nangka menggunakan merek Mabrur.
  3. Jenang Kudus dengan aroma Mocca menggunakan merek Mubarok.

Semua merek tersebut telah terdaftar secara resmi dan mendapat pengakuan dari Departemen Kesehatan dan Ditjen Hak Cipta Paten serta Departemen Kehakiman Jakarta.

Diversifikasi produk ini terus berkembang hingga generasi ketiga. Pada saat kepemimpinan H. Muhammad Hilmy, ia mengembangkan produk dengan merek Mubarok ke dalam rasa dan kemasan yang berbeda.

Selain melakukan diversifikasi produk, H. Muhammad Hilmy melakukan pembenahan dan peningkatan produksi sehingga sistem produksi yang pada awalnya bersifat tradisional dirombak menjadi modern. Modernisasi tersebut terjadi pada tahun 1996.

Modernisasi Produksi Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga

Pada tahun 1996 dilakukan modernisasi pada proses produksi jenang. Proses produksi jenang yang pada awalnya menggunakan cara tradisional diubah menggunakan cara modern dengan menggunakan mesin dan alat pengolahan jenang yang sesuai.

Pengolahan yang modern ini tidak menghilangkan cita rasa dan kualitas jenang sehingga kualitas jenang tetap terjaga.

Peningkatan proses produksi ini dapat dilihat dari mekanisme pembuatan tepung beras ketan, pembuatan santan kelapa dan cara mengaduk adonan jenang.

Untuk menunjang modernisasi tersebut, pada tahun 2000, H. Muhammad Hilmy membangun Laboratorium Kimia dan Fisika. Laboratorium tersebut digunakan sebagai sarana pendukung program penelitian dan pengembangan.

Perusahaan Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga ini patut dijadikan contoh karena memiliki laboratorium sendiri meskipun masih tergolong perusahaan skala menengah kecil (UKM). Selain melakukan modernisasi, perusahaan ini juga melakukan perbaikan di bidang pemasaran.

Sistem pemasaran yang dilakukan oleh usaha ini adalah dengan melakukan promosi. Promosi yang dilakukan berupa pendekatan kepada konsumen dengan cara memberikan pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama dan penting.

baca juga

    Perombakan Perusahaan Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga hingga Mendapat Pengakuan Pasar Global

    Perombakan Perusahaan Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga yang dilakukan oleh H. Muhammad Hilmy terus dilakukan demi mencapai kesuksesan. H. Muhammad Hilmy merubah nama perusahaannya menjadi PT Mubarokfood Cipta Delicia. Perombakan tersebut berakibat H. Muhammad Hilmy harus kembali bekerja keras untuk mengenalkan produknya.

    Usaha H. Muhammad Hilmy tidak sia-sia, Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga dibawah naungan PT Mubarokfood Cipta Delicia memiliki pasar di Tiongkok, Taiwan, dan CinaTown Amerika.  Hal tersebut merupakan prestasi yang cukup gemilang karena dapat menembus pasar global.

    Selain dapat menembus pasar global, Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga mendapat banyak penghargaan, sebagai berikut.

    1. Upakarti 2007 kategori IKM Modern dari Presiden RI.
    2. UKM Pangan Award tahun 2008 dari Menteri Perdagangan RI.
    3. Penghargaan Top 250 Indonesia Original Brand dari Majalah Bisnis Nasional SWA Edisi Mei 2009 pada tahun 2009.
    4. Sertifikat Sistem Manajemen Mutu Internasional ISO 9001 – 2000 untuk Mubarokfood.

    Leave a Reply

    fifteen + fifteen =

    Open chat
    silahkan chat kami disini
    Silahkan Chat Untuk
    Pemasangan Iklan Dan
    Order Jasa Digital Marketing
    Powered by