Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Undercover.co.id –  Sebagai coffe lover anda tentunya mengetahui seputar dunia kopi, kopi sekarang khusus nya di Indonesia berkembang sangat pesat dan juga mampu mengubah gaya hidup masyarakat perkotaan.

Tidak hanya Jakarta, namun kota kota besar lainnya di indonesia , seperti Bandung , Surabaya, Medan, Makassar dan lainnya, sampai ke kota kota no 2 setelah kota besar semakin meningkat dalam konsumsi kopi

Kopi sebagai Lifestyle di terjemahkan sebagai coffe shop yang berhjamur di kota besar, dengan berbagai macam keunggulan design coffe shop sampai saling mengungulkan biji kopi pilihan yang dipakai , tidak lupa beebut barista kopi terbaik di tanah air.

Kopi Sebagai bisnis , semakin meningkat , kopi tidak lagi hanya diperlakukan sebagai komoditi tetapi sudah sebagai brand , petani biji kopi bekerjasama dengan pemerintah dan swasta membangun Brand kopi indonesia yang berlomba menjaddi terbaik di dunia.

Asal Mula Kopi di Dunia Hingga Sampai di Indonesia

Siapa yang tidak mengenal kopi? Minuman yang diidentikkan dengan warna hitam pekat itu, memiliki penggemar setia hampir di setiap negara.

Rasa kopi yang pahit dan khas, membuat banyak orang, terutama kaum Adam, menjadikan kopi sebagai minuman wajib harian. Namun, Tahukah Anda asal mula kopi di dunia hingga sampai di Indonesia?

Bila Anda penggemar kopi, kurang baik rasanya jika Anda tidak mengetahui asal mula kopi hingga bisa ada di dunia.

Karenanya, Anda perlu belajar sejarah asal mula kopi di dunia hingga bisa sampai di Indonesia, dan membuat tanah air tercinta kita menjadi salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia.

Kopi Berasal dari Daratan Afrika, Dipopulerkan oleh Bangsa Arab

Berdasarkan buku William H. Ukers yang berjudul All about Coffee, kopi berasal dari sebuah daerah lawas di Afrika bernama Abyssinia (saat ini mencakup Etiopia dan Eritrea). Lalu, bagaimana orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi? Tidak ada yang tahu pasti tentang itu. Menurut berbagai literatur, jenis kopi yang ditemukan kala itu adalah jenis Coffea Arabica.

Kepopuleran kopi sebagai minuman, disebarkan oleh bangsa Arab. Bangsa Arab mengolah biji kopi agar bisa diminum yang mereka sebut minuman penyegar. Menyadari manfaat dan rasa khas dari kopi, bangsa Arab mulai memperjualbelikan kopi.

Bangsa Arab membawa biji kopi ke Yaman. Mereka membudidayakan kopi pada sekitar 575 M. Meski budidaya kopi dinilai lamban, kopi memiliki nilai jual yang baik sehingga dijadikan komoditas komersial oleh bangsa Arab. Tetapi, mereka hanya memperjualbelikan biji kopi ke luar Arab.

Ketika kopi menjadi minuman yang populer, perdagangan kopi dikuasai oleh bangsa Arab. Monopoli perdagangan kopi oleh mereka dilakukan melalui sebuah kota pelabuhan di Yaman, yaitu Mocha.

Kota Mocha menjadi satu-satunya jalur perdagangan kopi yang strategis. Karena identiknya kopi dengan Kota Mocha, orang Barat pun menyebut kopi dengan nama Mocha.

Dalam perdagangan kopi, bangsa Arab memiliki strategi agar pembelinya tidak dapat menumbuhkan kopi di luar Arab. Strategi tersebut adalah mewajibkan perebusan biji kopi sebelum dijual agar tidak bisa tumbuh ketika ditanam.

Legenda Kopi yang Terkenal

Konon, ketika orang belajar tentang kopi, mereka akan menemukan dua legenda yang terkenal. Legenda itu berupa cerita dengan judul Si Kaldi dan Kambingnya dan Ali bin Omar al Shadili. Keduanya mengisahkan awal mula manusia mengolah kopi.

Cerita Si Kaldi dan Kambingnya mengisahkan penemuan tanaman kopi yang dimakan oleh kambing Kaldi, yang kemudian dimakan olehnya juga.

Tidak disangka kopi tersebut bisa membuatnya menari dengan semangat seperti kambing-kambingnya. Lalu dibawalah tanaman itu ke biarawan yang kemudian diolah menjadi minuman.

Berbeda dengan Kaldi, cerita Ali bin Omar al Shadili bercerita tentang seorang warga yang diusir dari kotanya karena fitnah penguasa.

Ketika berlindung di gua, ia merasa lapar dan menemukan tanaman berbuah beri merah. Beri tersebut terasa asam dan pahit, sehingga ia olah menjadi minuman. Karena khasiatnya, Omar bisa kembali memasuki kota dan menjualnya.

Sejarah Kopi Dibawa ke Luar Arab oleh Belanda Dan India

Kopi Dibawa ke Luar Arab oleh Belanda dan India ,  Upaya bangsa Arab agar kopi tidak bisa ditanam di luar Arab, ternyata gagal. Seorang berkebangsaan Belanda, berhasil membawa biji kopi dari Mocha ke Holland (Belanda) pada 1616.

Karena tidak berhasil dibudidayakan di Belanda, biji kopi dibawa ke Srilanka (India) pada 1658. Namun, tidak ada kabar keberhasilan budidaya kopi oleh Belanda di India.

Selain Belanda, ternyata orang Eropa lainnya juga pernah melakukan upaya yang sama, yaitu membudidayakan kopi di Dijon, Perancis. Mereka pun sama, tidak berhasil karena kendala tanah dan musim.

Orang dari negara Asia juga pernah membawa keluar biji kopi dari Arab melalui jalur perjalanan para peziarah yang berhaji ke Mekah dan Madinah. Orang tersebut bernama Baba Budan dari India.

Ia berhasil membawa biji kopi produktif dari Arab dan membudidayakannya di Chikmalagur, India Selatan.

Kopi Masuk ke Indonesia karena Belanda

Orang Eropa, termasuk Belanda pun tidak kekurangan akal. Mereka berusaha membudidayakan kopi di wilayah jajahannya, seperti Indonesia. Pada 1696, Belanda membawa biji kopi dari Malabar (India) ke Pulau Jawa. Lagi-lagi, budidaya kopi untuk kali pertama di Jawa, gagal karena bencana gempa bumi dan banjir.

Tetap berusaha, Belanda sekali lagi mencoba budidaya kopi di Jawa dengan membawa stek kopi dari Malabar pada 1699. Dengan tanda pertumbuhan yang baik, sampel kopi hasil uji coba kedua dibawa ke Amsterdam untuk diteliti. Tidak disangka, upaya kedua ini sukses karena kopi yang dihasilkan berkualitas sangat baik.

Dengan keberhasilan tersebut, tanaman kopi yang berhasil menjadi bibit tanaman kopi. Bibit tersebut ditanam di perkebunan kopi yang dibuat secara luas di Jawa. Karena keberhasilan yang datang silih berganti, perkebunan kopi pun diperluas lagi hingga ke Sumatera, Sulawesi, Bali, dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Kopi yang dibudidayakan Belanda di Indonesia menuai keuntungan yang besar. Bahkan, jumlah produksi kopi di Jawa bisa mengalahkan produksi kopi di Yaman. Hal tersebut membuat Belanda menjadi pengekspor kopi terbesar di dunia.

Kopi Mulai Dikenal  Luas oleh Dunia karena Indonesia

Kopi yang berhasil dibudidayakan oleh Belanda di Indonesia, berhasil disebarkan oleh Belanda ke berbagai negara, salah satunya ke Amerika dan kepulauan di sekitarnya. Awalnya, Belanda membawa tanaman kopi ke Kebun Raya Amsterdam pada 1706. Kemudian, setelah dari Amsterdam disebarkan lagi ke Suriname.

Dari Amsterdam pula, Belanda membawa tanaman kopi sebagai hadiah yang diberikan kepada Raja Louis XIV di Paris. Raja Louis XIV yang mengagumi tanaman kopi dan ingin memilikinya lebih banyak, membawa tanaman kopi ke tanah jajahannya, yaitu Kepulauan Karibia untuk dibudidayakan di sana.

Kisah perjalanan tanaman kopi dari Paris ke Karibia ini sangat populer. Menurut kisahnya, tanaman kopi bisa bertahan hidup hingga sampai di Kepulauan Karibia karena disiram dengan air minum petugas pembawanya. Tanaman kopi yang berhasil tumbuh dari Amsterdam, disebut kultivar Typica.

Selain itu, ada lagi jalan lain yang membuat kopi bisa masuk ke Amerika, yaitu melalui Pulau Bourbon (La Reunion). Bermula dari utusan Sultan Yaman yang memberikan biji kopi sebagai hadiah kepada Raja Louis XIV pada 1715. Biji kopi sejumlah 60 butir tersebut disebarkan oleh Perancis ke negara koloninya, termasuk Amerika. Jenis kopi ini disebut kultivar Bourbon.

Berdasarkan catatan perkembangan kultivar (varietas tanaman yang dikembangkan) kopi, dua kultivar kopi Arabica, yaitu Typica dan Bourbon adalah induk dari tanaman kopi yang telah dikembangkan hingga saat ini.

Perkembangan Tanaman Kopi di Indonesia

Keberhasilan budidaya kopi di Indonesia tak selalu berjalan mulus. Seluruh perkebunan kopi jenis Arabica di Indonesia pernah mengalami tragedi buruk akibat penyakit karat daun (Hemileia vastratix). Belanda pun berusaha mengatasinya dengan mengganti spesies kopi lainnya yang telah dikembangkan yakni jenis Liberica.

Beberapa tahun lamanya, jenis kopi Liberica menggantikan jenis kopi Arabica di dataran rendah Indonesia. Namun, tragedi yang sama terulang kembali, tanaman kopi Liberica juga rusak karena diserang oleh penyakit karat daun.

Belanda pun berusaha mencoba spesies kopi lainnya untuk mengatasi kerusakan tersebut dengan spesies Coffea canephora  atau kopi robusta . Upaya penanganan tersebut sekali lagi berhasil, kopi robusta bisa bertahan di dataran rendah.

Ketika sudah merdeka, seluruh perkebunan kopi di Indonesia terlepas dari kekuasaan Belanda. Perkebunan-perkebunan tersebut dimiliki dan dikelola oleh warga asli Indonesia. Hal ini menyebabkan Belanda tidak lagi menjadi pengekspor kopi terbesar di dunia.

Bagaimana? Sejarah yang panjang, bukan?

Bisa dibayangkan jika kopi tidak bisa keluar dari dataran Arab, mungkin saja Anda tidak bisa merasakan kenikmatan kopi hari ini.

Untuk itu, mengetahui sejarah sesuatu adalah hal yang sangat bermanfaat. Tidak hanya menambah pengetahuan Anda, tetapi juga membuat Anda perlu berterima kasih terhadap orang-orang di masa lalu yang berperan dalam perkembangan dunia, termasuk orang yang menemukan kopi dan membawa kopi ke Indonesia.

Jenis-jenis Kopi yang Terkenal di Dunia

Jenis-jenis Kopi yang Terkenal di Dunia , Sebelumnya, Anda telah mengetahui sejarah kopi di dunia hingga sampai di Indonesia, baca disini bila anda belum membaca nya

Kopi yang berawal dari Abyssinia dan diperjualbelikan oleh bangsa Arab dibawa ke Indonesia oleh Belanda. Sejak keberhasilan Belanda membudidayakan kopi di Indonesia, tanaman kopi bisa menyebar luas ke berbagai negara, mulai dari dataran Eropa, Amerika, hingga Asia.

Kopi Arabika

Sejumlah sumber menyebutkan, Kopi Arabika adalah varietas pertama tanaman kopi yang berhasil dibudidayakan oleh bangsa Arab hingga menjadi barang perdagangan. Karenanya, tidak heran jika jenis kopi ini menjadi jenis kopi yang paling sering ditanam dan tersebar luas ke berbagai negara.

Mayoritas jenis Kopi Arabika dihasilkan oleh negara-negara dari Benua Afrika. Jenis kopi yang juga disebut Coffea arabica ini dianggap sebagai kopi tradisional dengan rasa yang paling enak.

Kopi Arabika memiliki ciri khas yakni ukuran biji yang lebih kecil, jika dibandingkan dengan jenis kopi lainnya (seperti Kopi Robusta).

Selain itu, Kopi Arabika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, dan beraroma yang khas. Harga Kopi Arabika juga relatif  lebih mahal. Varietas terbaik dari jenis Kopi Arabika adalah Typica dan Bourbon.

Beberapa sumber menyatakan dari jenis Kopi Arabika inilah muncul beragam varietas hingga jenis kopi lainnya.

Kopi Robusta

Kopi Robusta atau Coffea canephora juga salah satu jenis kopi yang paling sering dibudidayakan di dunia. Jenis kopi ini tumbuh dengan baik di dataran dengan ketinggian 400 – 700 m dpl, bertemperatur 21 – 24° celsius, serta memiliki musim kering  3 – 4  bulan berturut-turut dan 3 – 4 kali hujan.

Jenis kopi ini dianggap sebagai jenis kopi yang kualitas buahnya lebih rendah dibandingkan dengan Kopi Arabika. Namun, Kopi Robusta lebih mudah dibudidayakan karena kuat terhadap serangan penyakit dan hama.

Karenanya, jenis kopi ini biasanya ditanam di tanah yang tidak bisa menumbuhkan Kopi Arabika dengan baik.

Ukuran biji Kopi Robusta lebih besar namun aromanya tidak begitu harum.

Dari segi rasa, Kopi Robusta juga memiliki rasa yang lebih kuat dan pekat dibandingkan dengan Kopi Arabika. Kndungan kafein di dalam jenis kopi ini juga lebih tinggi daripada kandungan kafein di dalam Kopi Arabika.

Kopi Liberika

Jika Anda masih ingat, pada pembahasan sejarah kopi, disebutkan adanya pengganti jenis Kopi Robusta yang mengalami serangan penyakit karat daun.

Ya, namanya Kopi Liberika. Nama jenis kopi ini diambil dari asal tumbuhnya, yakni Liberia, Afrika Barat. Varietas Kopi Liberika yang pernah dibawa ke Indonesia adalah Ardoniana  dan Durvei.

Kopi Liberika bisa tumbuh hingga 9 m. Dibandingkan dengan jenis Kopi Arabika dan Kopi Robusta, Kopi Liberika memiliki ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon yang lebih besar.

Meski ketika dibawa ke Indonesia, jenis kopi ini bisa bertahan terhadap penyakit karat daun, Kopi Liberika memiliki sifat peka terhadap penyakit.

Dengan kualitas buah yang relatif rendah, Kopi Liberika termasuk dalam kategori biji kopi produksi sedang (4 – 5 ku/ha/th) dengan rendemen ±12%.

Keistimewaan dari jenis kopi ini adalah bisa tumbuh di dataran rendah dan bisa berbuah sepanjang tahun (tidak kenal musim). Meski demikian, biji Kopi Liberika tidak merata jumlahnya dan tidak sama ukurannya.

baca juga

Peluang Bisnis Franchise Kopi Oey , Buka Kemitraan !

Filosofi Kopi : The Coffee Shop That Become Real

Theresia Deka Putri Pengusaha Sukses di Bidang Kopi

Kopi Luwak

Kopi yang berhasil dibudidayakan oleh Belanda di Indonesia, berhasil disebarkan oleh Belanda ke berbagai negara, salah satunya ke Amerika dan kepulauan di sekitarnya. Awalnya, Belanda membawa tanaman kopi ke Kebun Raya Amsterdam pada 1706. Kemudian, setelah dari Amsterdam disebarkan lagi ke Suriname.

Jika ditelusuri, dua jenis kopi yang utama adalah Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Setelah itu, jenis kopi lainnya dalah varietas dan subvarietas yang dikembangkan dari kedua jenis kopi tersebut. Salah satu jenis kopi yang juga subvarietas yang terkenal dari Kopi Luwak.

Jenis kopi yang ditemukan di Indonesia ini memiliki kisah yang menarik. Dulu, Belanda melarang pemetik kopi mengonsumsi kopi secara pribadi, tetapi mereka penasaran dan ingin merasakan kopi. Ketika itu, pemetik kopi menemukan hewan sejenis musang (Luwak) yang suka memakan kopi.

Namun, hewan tersebut hanya bisa mencerna daging buahnya. Kulit ari dan biji kopi masih utuh. Dengan cara itu, pribumi pemetik kopi bisa merasakan minuman kopi dengan mengolah biji kopi.

Mereka memungut kotoran Luwak, mencucinya hingga bersih, menyangrainya, kemudian menumbuk dan menyeduhnya dengan air panas.

Sejak saat itu, muncullah jenis kopi baru, yakni Kopi Luwak.

Kopi ini disukai banyak orang karena rasanya yang khas dan nikmat. Penemuan jenis Kopi Luwak pun diketahui Belanda hingga akhirnya menjadi jenis kopi yang populer dan favorit orang kaya Belanda.

Dengan cara pengolahan yang unik dan langka, Kopi Luwak menjadi jenis kopi yang mahal.

Harga Kopi Luwak dengan ukuran 450 gram bisa mencapai USD 100. Harga tersebut telah berubah seiring dengan banyaknya daerah penghasil Kopi Luwak di Ineonesia, seperti Gayo (Aceh), Lampung Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kopi Kolombia

Kopi yang berhasil dibudidayakan oleh Belanda di Indonesia, berhasil disebarkan oleh Belanda ke berbagai negara, salah satunya ke Amerika dan kepulauan di sekitarnya. Awalnya, Belanda membawa tanaman kopi ke Kebun Raya Amsterdam pada 1706. Kemudian, setelah dari Amsterdam disebarkan lagi ke Suriname.

Kopi Kolombia merupakan varietas dari jenis Kopi Arabika. Jenis kopi ini diperkenalkan untuk kali pertama pada 1800. Sesuai dengan namanya, Kopi Kolombia berasal dari Kolombia, Amerika Selatan.

Kolombia pun tercatat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia, sekitar 12 % kopi di dunia berasal dari negara ini.

Kopi Kolombia atau Variedad Colombia memiliki rasa unik. Beberapa orang merasakan classic caramel dan aroma cokelat ketika mengonsumsi jenis kopi ini. Perpaduan rasa tersebut diyakini karena sweet, bright, dan full-bodied biji kopinya.

Istimewanya, jenis Kopi Kolombia bisa menghasilkan buah kopi dalam jumlah banyak dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Tanaman kopi jenis Kopi Kolombia juga dinilai sangat tahan terhadap serangan penyakit.

Sayangnya, jenis kopi ini biasanya dikelola oleh perkebunan kopi dengan luas lahan yang relatif kecil hingga menengah.

Hanya empat? Tentu saja tidak. Masih banyak lagi jenis kopi yang ada di dunia. Keempat jenis kopi tersebut adalah jenis kopi yang terkenal dan sering dijumpai di banyak negara di dunia. Karenanya, varietas dan subvarietas yang muncul dari keempat jenis kopi tersebut, selalu berkembang.

Lalu, bagaimana dengan jenis kopi di Indonesia?

Berikutnya, Anda akan mengetahui jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis Kopi yang Terkenal di Indonesia

Jenis-jenis Kopi yang Terkenal di Indonesia , Anda telah mengetahui lima jenis kopi yang paling terkenal dan paling sering ditemukan di beberapa negara di dunia

untuk mengetahui secara lengkap artikel nya cek disini

Lima jenis kopi tersebut adalah Kopi Arabika, Kopi Robusta, Kopi Liberika, Kopi Luwak, dan Kopi Kolombia. Kelima jenis kopi tersebut masih bisa dikembangkan menjadi varietas dan subvarietas jenis kopi baru.

Jika di dunia ada lima jenis kopi yang terkenal, bagaimana dengan Indonesia?

Sejak Belanda membawa biji kopi dan menanamnya di dataran Indonesia, tepatnya di Pulau Jawa, tanaman kopi menjadi salah satu komoditas perdagangan yang sangat penting.

Kecocokan antara kondisi geografis dan alam di Indonesia, menyebabkan para petani perkebunan kopi terus mengembangkan varietas dan subvarietas kopi yang ada.

Jenis-jenis Kopi yang Terkenal di Indonesia

Kopi Sumatera

Kondisi tanah dan alam di Pulau Sumatera sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman, salah satunya kopi. Hal ini terbukti dengan jenis-jenis kopi yang bisa tumbuh dengan baik. Kenikmatan Kopi Sumatera pun tidak hanya diakui oleh lokal, tetapi juga sudah diakui oleh dunia.

Suatu jenis kopi bisa berkembang menjadi varietas dan subvarietas baru. Dalam hal ini, jenis Kopi Sumatera yang sering terkenal adalah jenis kopi dengan varietas kopi sidikalang , lintong, dan mandheling. Ketiga jenis Kopi Sumatera tersebut berasal dari Sumatera Utara.

Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang unik dan sangat khas.

Beberapa orang menganggap Kopi Sumatera adalah kopi dengan cita rasa yang paling kompleks dan berat, bila dibandingkan dengan jenis kopi di dunia lainnya.

Menurut pengamat kopi, rasa tersebut dipengaruhi oleh aroma rempah yang tajam, earthy,  dan tekstur yang halus.

Jenis kopi ini diproses dengan dua cara, yakni semi-washed dan dry-processed. Dengan proses tersebut, cita rasa Kopi Sumatera bisa dimaksimalkan.

Karenanya, jenis kopi yang ditanam di dataran dengan ketinggian dan kontur tanah yang ideal ini, sangat laris dan populer sebagai kopi yang sangat berkualitas.

Kopi Gayo

Jika Kopi Sumatera diidentikkan dengan varietas kopi sidikalang, kopi lintong, dan kopi mandheling, masih ada lagi jenis kopi lainnya yang tidak kalah terkenal.

Jenis kopi ini berasal dari daerah bagian yang juga disebut sebagai Serambi Mekah, yaitu Gayo, Aceh Tengah. Berdasar daerah asalnya, jenis kopi ini disebut dengan Kopi Gayo .

Kopi Gayo adalah perkembangan dari jenis Kopi Arabika. Yang membedakan adalah kondisi tanah dan alam, tempat tanaman kopi tumbuh. Dari kondisi tersebut, dihasilkanlah kopi jenis Arabika dengan kualitas yang sangat baik.

Rasa Kopi Gayo berbeda dengan jenis kopi lainnya. Kopi Gayo memiliki rasa pahit yang lebih tinggi dan kadar asam yang rendah. Namun, ada pula orang yang menyukai jenis kopi ini karena baunya yang menyengat dan tajam.

Rasa pahit, kadar asam rendah, dan aroma kopi yang tajam, membuat Kopi Gayo menjadi favorit banyak orang. Tidak heran, karena banyaknya penggemar jenis kopi ini, Gayo menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Asia.

Kopi Sulawesi

Faktanya, hampir setiap dataran di Indonesia, dengan kondisi tanah yang baik untuk menanam, cocok untuk menanam kopi.

Hal ini juga disadari oleh Belanda di masa penjajahannya, untuk membuat perkebunan kopi hampir di setiap pulau di Indonesia. Pulau Sulawesi adalah salah satunya.

Kopi Sulawesi yang paling terkenal berasal dari Tanah Toraja. Berdasarkan daerah asalnya tersebut, jenis kopi ini juga dikenal dengan nama Kopi Toraja . Tentunya, Kopi Sulawesi juga berkualitas, tidak kalah dengan jenis kopi lainnya.

Rasa Kopi Sulawesi dianggap menyerupai rasa jenis Kopi Sumatera. Namun, pada dasarnya, tidak ada kopi yang tumbuh di kondisi tanah atau alam yang berbeda, memiliki rasa sama persis.

Dari segi visual, biji Kopi Sulawesi memiliki perbedaan. Biji Kopi Sulawesi memiliki ukuran yang lebih kecil, lebih mengkilap, dan berkulit licin.

Selain itu, Kopi Sulawesi memiliki karakter rasa yang kuat dan asam. Kadar keasaman tersebutlah yang membedakan Kopi Sulawesi dengan Kopi Sumatera.

Dengan rasa asam pada kopi, jenis Kopi Sulawesi cukup banyak diminati di pasaran kopi, terutama mereka yang menyukai perpaduan rasa asam dalam kopi.

baca juga

Cetrro Coffee , Kopi Cepat Saji Puaskan Pecinta Kopi

Leverage Cita Rasa Kopi indonesia Dengan Sensa Koffie

Franchise BANGI KOPITIAM

Kopi Bali Kintamani

Bali, tidak hanya penuh dengan pesona wisatanya yang indah. Alam dan geografis Bali ternyata juga cocok untuk bertanam kopi. Fakta ini pula yang menjadi alasan terciptanya jenis Kopi Bali Kintamani. Sesuai namanya, daerah asal jenis kopi ini adalah Kintamani di Kabupaten Bangli, sebuah daerah yang sejuk dengan alam pegunungannya.

Seperti jenis kopi lainnya, keunikan Kopi Bali Kintamani ada pada cita rasanya. Jika Anda mencoba kopi jenis ini, Anda bisa merasakan cita rasa buah-buahan yang asam dan segar.

Kekhasan rasa tersebut diperoleh karena Kopi Bali Kintamani ditanam bersama tanaman lain yakni aneka sayuran dan buah jeruk.

Proses penanaman bersama tanaman lain disebut dengan sistem tumpang sari. Berbagi tanah dengan jenis tanaman lain, nyatanya bisa memengaruhi rasa tanaman tersebut.

Seperti Kopi Bali Kintamani yang memiliki rasa asam dan segar karena menyerap rasa tanaman yang tumbuh di dekatnya.

Di samping itu, Kopi Bali Kintamani juga bercita rasa lembut, tidak pekat, dan tidak berat, seperti kebanyakan jenis kopi lainnya. Banyak orang yang ingin mengenal rasa kopi yang berbeda, mencoba Kopi Bali Kintamani.

Meski berbeda, banyak orang, baik lokal maupun wisatawan, yang menyukai rasa Kopi Bali Kintamani. Bahkan, sebagian besar orang tersebut menjadikan Kopi Bali Kintamani debagai favoritnya dengan selalu menyempatkan diri untuk meminumnya hingga membawanya sebagai oleh-oleh khas Bali.

Kopi Papua Wamena

Selanjutnya, adalah jenis kopi yang dibudidayakan di dataran dengan ketinggian 1500 m dan bersuhu 20° celsius. Sesuai dengan namanya, jenis kopi ini berasal dari wilayah timur Indonesia, yaitu Pulau Papua, tepatnya di Wamena.

Kopi Papua Wamena mmeiliki cita rasa yang ringan dengan aroma tajam yang khas dan nikmat. Kadar keasaman pada jenis kopi ini juga relatif rendah. Kopi Papua Wamena juga berbeda dengan jenis kopi lainnya yang biasanya meninggalkan tekstur ampas yang pekat. Kopi ini hampir tidak memiliki tekstur ampas tersebut.

Keistimewaan lainnya, selama proses penanaman Kopi Papua Wamena, tidak ada penggunaan bahan kimia. Sehingga, tidak hanya rasa, namun keamanan jenis kopi ini terjamin. Hal ini juga sering dikaitkan dengan manfaat Kopi Papua Wamena yang baik untuk kesehatan.

Kopi Flores Bajawa

Alam Indonesia seolah tidak pernah habis pesonanya. Salah satunya Pulau Flores, yang indah pemandangannya dan juga memiliki rahasia istimewa di dalamnya. Tanah Flores yang menakjubkan itu, nyatanya juga menjadi rumah yang tepat untuk tanaman kopi. Tepatnya, di daerah Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kopi Flores Bajawa ditanam di daerah pegunungan yang subur. Baik pegunungan yang masih aktif maupun tidak, tanaman kopi bisa tumbuh dengan baik karena tanahnya mengandung andosols dari abu gunung yang sangat baik untuk bertanam.

Cita rasa yang unik membuat jenis kopi ini tidak kalah nikmatnya dengan jenis kopi lainnya. Rasa fruity dan bau tembakau bisa dirasakan setelah meminum Kopi Flores Bajawa. Rasa tersebutlah yang membuat kopi yang diproses dengan giling basah ini menjadi patut untuk dicoba ketika berkunjung ke Pulau Flores.

Kopi Jawa

Pulau Jawa bisa jadi adalah induk tanah perkebunan kopi di nusantara, jika dilihat dari sejarah awal mula kopi di Indonesia. Ada dua varietas yang terkenal dari jenis kopi ini, yaitu Jampit dan Blawan.

Kopi Jawa yang berasal dari jenis Kopi Arabika ini diproduksi di daerah Pegunungan Ijen (Banyuwangi) dengan ketinggian tanah 1400 m. Biji kopinya yang tua berbentuk besar dan sedikit terasa asam. Berdasarkan sejarahnya, jenis kopi ini dibudidayakan kali pertama oleh Belanda pada abad 18 M.

Kopi Jawa berbeda dengan jenis Kopi Sumatera atau Kopi Sulawesi. Kopi Jawa memiliki cita rasa yang minimalis namun pekat, beraroma rempah yang tipis dan kadar keasaman yang rendah. Cita rasa yang ringan tersebut diperoleh karena Kopi Jawa diproses dengan cara wet-processed.

Dengan rasa unik yang tidak dimiliki jenis kopi lainnya tersebut membuat Kopi Jawa menjadi kopi yang banyak peminat. Beberapa pengamat kopi menyatakan, hal tersebut dikarenakan jarang ada kopi di Indonesia yang bisa menghasilkan aroma rempah.

Selain tujuh jenis kopi yang sudah disebutkan, masih banyak jenis kopi yang ada di Indonesia. Namun tujuh jenis kopi tersebut adalah jenis kopi yang paling terkenal dan sering dicari oleh masyarakat, baik lokal maupun wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Jenis-jenis kopi lainnya adalah perkembangan varietas dan subvarietas dari jenis kopi seperti Arabika dan Robusta, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan alam, tempat kopi dibudidayakan.

Jika Anda menelusuri lebih jauh, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jenis, hingga rasa kopi di Indonesia. Tentu faktor tersebut ada selama proses budidaya kopi di tanah air.

Namun, tahukah Anda bagaimana kopi dibudidayakan? Simak ulasan berikutnya, tentang budidaya kopi di Indonesia.

Brand Kopi yang Terkenal di Indonesia

Apa saja brand tersebut?

Brand Kopi yang Terkenal di Indonesia , Anda penggemar kopi sejati? Sudah pasti Anda wajib mengetahui informasi yang diulas dalam artikel ini.

Sesuai dengan bahasan artikel sebelumnya, pembatasan untuk mengonsumsi kopi sangat penting bagi kesehatan tubuh Anda, dan hal tersebut bisa Anda lakukan dengan beralih pada produk olahan kopi yang mengandung kadar kopi lebih rendah.

Namun, jika Anda dalam keadaan prima dan senantiasa menjaga diri ketika mengonsumsi kopi, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis kopi tanpa rasa takut. Untuk itu, bagi pecinta kopi, terutama Anda, mengetahui brand kopi terkenal yang terjamin kenikmatannya, adalah kewajiban.

Apa saja brand tersebut? Cek ulasannya berikut ini

Kefa Kopi Toraja Robusta

Sebelumnya sudah dibahas bahwa Tanah Toraja merupakan salah satu tanah terbaik untuk menanam kopi. Buktinya, brand dari kopi yang dihasilkan dari Toraja menjadi salah satu brand kopi terbaik. Namanya, Kefa Kopi Toraja Robusta.

Biji kopi dari brand ini berwarna sedikit bening dan tidak mencolok. Rasa yang kuat, dan nikmat dihasilkan karena keseimbangan rasa dan keasaman dari proses pemanggangannya yang medium. Citarasanya yang unik dengan aroma khas, sangat tepat untuk Anda yang menyukai kopi dengan dominasi rasa pahit.

Northsider Java Malabar West Java

Biji kopi dari brand kopi yang berasal dari Jawa Barat ini, ditanam di Pegunungan Malabar. Sudah tentu dengan lokasi dataran tinggi yang bertanah subur, suhu udara yang sejuk, dan curah hujan yang cukup, bisa menghasilkan kopi yang berkualitas baik.

Biji kopi brand Northsider Java Malabar West Java berasal dari jenis kopi Arabika. Rasanya yang cenderung asam dengan aroma yang menyegarkan membuat siapa saja bisa merasakan kenikmatannya bahkan ketika sedang diseduh.

Kopi Sidikalang Arabica Premium

Tanah Pulau Sumatera, memang bukan tanah sembarangan karena cocok untuk bertani hingga berkebun. Salah satunya di Sidikalang, Sumatera Utara, yang cocok untuk menanam dan menghasilkan kopi dengan kualitas yang sangat baik. Karenanya, muncul brand Kopi Sidikalang Arabica Premium yang istimewa.

Keistimewaannya adalah setiap biji kopi yang digunakan adalah biji kopi pilihan yang terjamin kualitasnya. Kadar keasaman yang pas, tekstur yang lembut, serta aroma yang kuat berpadu menjadi kopi yang nikmat. Bahkan, after tasted kopi ini banyak dipuji orang karena bisa meninggalkan aroma yang kuat hingga beberapa menit setelah kopi habis.

baca juga

Pubblico Street Caffe Franchise Penikmat Kopi

Biasa Ngopi di Cafe Kota? Coba Yuk ngopi di Armor Kopi Bandung

Cara Memulai Bisnis Kopi Untuk UKM

Bisnis Franchise Kedai Kopi Excelso, Kian Populer di Kalangan Pecinta Kopi

Perfect Roasted Coffee Beans Bali Kintamani

Wisatawan yang datang ke Bali, tidak hanya ingin menikmati keindahan alam pedesaan dan pantainya. Wisatawan yang mengenal Bali dan juga para pecinta kopi, pasti tahu jika tanah Bali cocok untuk menanam kopi dengan baik, yaitu tanah Kintamani.

Salah satu brand kopi yang menggunakan biji kopi Kintamani adalah Perfect Roasted Coffee Beans Bali Kintamani. Ciri khas kopi Bali Kintamani adalah rasa fruity karena ditanam bersamaan dengan sayuran dan buah-buahan seperti jeruk.

Selain itu, biji kopi yang sudah dipanen dikeringkan dengan proses kering (dry processed) yang membuat kopi ini menghasilkan rasa pahit dengan rasa asam yang khas. Brand kopi yang menyajikan biji kopi single origin ini dipanggang dengan level medium dark sehingga memiliki after tasted yang unik.

Kebon Kopi Aceh Gayo

Lagi-lagi, kembali ke tanah Sumatera. Brand Kebon Kopi Aceh Gayo adalah salah satu brand yang menyajikan biji kopi Aceh Gayo yang termasuk dalam jenis kopi Arabika. Rasa unik yang tidak terlalu pahit, tidak terlalu asam, juga sedikit gurih, membuat brand kopi ini memiliki banyak penggemar.

Kopi brand Kebon Kopi Aceh Gayo yang diprsoses dengan level pemanggangan medium to full roasted, membuat kopi ini memiliki aroma dan kekentalan yang kuat. Karenanya, brand kopi ini cocok untuk siapaun yang menyukai kopi dengan rasa yang ringan namun beraroma dan bertekstur khas.

Kultur Coffee Beans Arabika Papua Wamena

Berasal dari Lembah Baliem yang subur di Wamena, Papua, kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi yang berkualitas. Brand kopi dari jenis kopi Arabika bisa langsung membuat Anda jatuh hati dari aromanya saja.

Produk unggulan masyarakat Papua yang dipanggang dengan level medium ini mengandung kafein dengan kadar rendan dengan tekstur yang cukup kental. Karenanya, ketika diminum kadar asam dan pahitnya memiliki keseimbangan rasa yang tidak dimiliki oleh brand maupun produk kopi lainnya.

Van Java Coffee Premium Arabica Specialty

Sesuai namanya, brand kopi Van Java Coffee Premium Arabica Specialty menggunakan biji kopi Arabika yang ditanam di tanah Jawa. Brand kopi ini menjadi salah satu kopi dengan keunggulan yang banyak diminati orang, yaitu roasting  dan pengemasan di hari yang sama.

Dengan level pemanggangan medium roast, Anda bisa mendeteksi rasa asam yang pas, aroma yang khas, dan tekstur yang lembut. Tidak heran, jika brand yang juga disebut sebagai kopi Jawa ini populer di masyarakat.

JJ Royal 100% Pure Luwak Coffee

Sudah banyak orang yang mengakui kenikmatan kopi Luwak. Bukan hanya di Idnonesia, bahkan di dunia internasional, jenis kopi yang juga disebut dengan civet coffee diakui kenikmatannya hingga bernilai jual tinggi.

Salah satu brand yang menggunakan kopi Luwak adalah perusahaan JJ Royal dengan brand JJ Royal 100% Pure Luwak Coffee. Dengan proses roasting pada level medium, brand kopi ini berhasil menyajikan kopi dengan tingkat keasaman yang ringan dan aroma yang khas. Bahkan, hanya sekali hirup, Anda sudah bisa merasakan kenikmatan kopi dari brand lokal ini.

Sebenarnya ada banyak brand kopi terkenal dan terbaik di Indonesia. Namun, brand yang sudah disebutkan sebelumnya, adalah brand kopi yang terkenal karena memiliki rasa dan aroma yang khas, serta cukup mudah dicari di daerah penghasil kopi hingga secara online.

Selain brand kopi yang menjual kopi dalam bentuk biji, ada banyak brand kopi yang menjual kopi yang sudah dihaluskan atau dalam bentuk bubuk yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati kopi lebih cepat.

Brang Yang Terkenal Dengan Kualitas Kopinya

Ada banyak brand kopi dalam bentuk bubuk yang terkenal karena kualitas premiumnya, seperti JJ Royal Coffee Kopi Tubruk, Northsider Kerinci Volcano MT, Fry and Roast Lampung, Ranah Kopi Aceh Gayo, Coffindo Sumatera Single Origin, Leite Java Robusta, Coffe Toffe Sumatera Linthong, Toarco Toraja Coffee Blend, dan Banyuatis Kopi Lanang.

Brand kopi tersebut memang tidak bisa dengan mudah diperoleh di pasaran, namun Anda bisa lebih mudah membelinya secara online di market place seperti tokopedia, lazada, dan sebagainya. Tentu Anda perlu berhati-hati agar tidak sampai mengonsumsi kopi dengan kualitas buruk.

Tidak hanya brand kopi premium, ada pula brand kopi yang lebih terkenal karena luas area distribusinya menyebar ke local market di seluruh Indonesia, harga yang terjangkau, dan pengiklanan yang gencar, yang jelas lebih akrab di telinga Anda

Brand Dengan Distribusi Nasional

Brand yang sudah mencapai taraf nasional dari segi distribusinya tersebut adalah Kapal Api, Torabika, ABC, Top Coffee, Luwak White Coffee, Nescafe, Indocafe, dan masih banyak lainnya. Brand ini lebih dikenal dengan sebutan kopi instan karena hanya perlu diseduh dan beberapa di antaranya sudah terasa manis tanpa perlu diberi tambahan gula atau susu.

Tentu pilihan untuk menikmati kopi selalu ada di tangan Anda. Jika Anda ingin menikmati kopi dengan citarasa original dan fresh, Anda bisa memilih brand kopi yang meyajikan kopi dalam bentuk biji, sehingga Anda bisa menggiling kopi sendiri dan menyimpannya lebih lama.

Beda lagi jika Anda ingin menikmati kopi dengan kualitas premium tanpa harus menggilingnya, maka Anda lebih cocok dengan brand kopi yang menyajikan kopi dalam bentuk bubuk. Atau Anda lebih teratrik dengan kopi dengan modifikasi yang bisa langsung seduh dan mudah didapat? Anda bisa mencoba kopi instan yang sudah menasional.

Brand Kopi Yang Terkenal di Dunia

Brand Kopi Yang Terkenal di Dunia , Pada artikel sebelumnya, Anda sudah mengetahui brand kopi terkenal di Indonesia yang cakupan area distribusi yang tidak luas dan terbatas di tempat tertentu saja, sehingga Anda perlu membeli secara online jika ingin mendapatkannya dengan cepat.

Beberapa brand yang telah disebutkan adalah brand kopi yang dijual dalam bentuk coffee beans (biji kopi) dan bubuk kopi. Ada juga beberapa brand kopi yang sudah terkenal secara nasional karena dengan mudah didapatkan di mana saja dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan harga yang lebih mahal daripada brand kopi yang sudah menasional, brand kopi tersebut memiliki kualitas rasa dan aroma yang jauh lebih baik.

Jika Anda adalah penggemar kopi, Anda pasti sudah tahu jika kopi berkualitas baik adalah brand kopi yang masih berbentuk biji kopi dan bubuk asli hasil penggilingan biji kopi tanpa tambahan apapun.

Lalu, bagaimana brand kopi di dunia? Apa saja brand kopi yang terkenal di dunia? Berikut ulasannya.

The Kona Coffee and Tea Company Private Reserve 100% Kona Coffee

Brand kopi ini berasal dari Hawai, daerah tropis yang sangat terkenal sebagai destinasi liburan di dunia internasional. Faktanya, Hawai tidak hanya memiliki wisata alam pantai yang indah, tanah Hawai juga menjadi tanah yang baik untuk bertanam kopi.

Jenis kopi yang berasal dari Hawai disebut dengan Kopi Kona, yang dikembangkan dari jenis kopi Arabika. Biji kopi yang didapatkan berasal dari tanaman kopi yang ditanam di lereng Hualalai, Mauna Lona, dan juga daerah bagian selatan Hawai.

Dengan harga yang cukup mahal, Anda tidak akan dikecewakan karena rasanya yang nikmat. Anda bisa mendapatkan brand kopi ini dengan mengunjungi situs resminya secara online di shop.konacoffeeandtea.com.

Java Arabica Coffee Bon’d Coffee

Beberapa brand kopi yang menyajikan kopi dari tanah Jawa  memang sangat terkenal di dunia. Salah satunya adalah brand Bon’d Coffee. Meski hanya bisa didapatkan di tempat khusus seperti penyedia kopi lokal dan kedai kopi tertentu, kopi  Jawa cukup mudah dijangkau baik dari segi harga maupun ketersediaan.

Buktinya, brand kopi yang mengusung kopi Jawa ini sudah berhasil dikenal hingga ke luar negeri dan disukai oleh pecinta kopi di banyak negara. Jika Anda ingin mendapatkan brand kopi ini tanpa perlu keluar rumah, Anda bisa membelinya secara online di beberapa market place atau situs yang menjualnya secara khusus seperi bedadung.com.

Sumatera Linthong Coffee

Indonesia memang menjadi surge bagi para pecinta kopi dengan kualitas kopi sekelas dunia. Jenis kopi dari Sumatera misalnya, tidak kalah dengan jenis kopi lainnya bahkan bisa berjajar dengan kopi-kopi terkenal dari mancanegara.

Sesuai namanya, brand ini menjual kopi yang berasal dari Lintong Nihuta, Bukit Barisan. Dengan aroma khas dan rasa unik yang tidak dimiliki oleh kopi lain, kopi ini menjadi kopi favorit orang Eropa.

Tanzania Peaberry Coffee

Brand kopi ini menyajikan biji kopi yang berasal dari perkebunan kopi di area Gunung Kilimanjaro. Dengan tanah subur dan iklim yang mendukung, biji kopi yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang sangat baik.

Biji kopi dari brand ini menghasilkan rasa kopi yang ringan dan aroma yang unik. Meski rasa pahitnya ringan, Anda bisa merasakan kadar keasaman yang cukup tinggi ketika mengonsumsi kopi ini.

Dengan harga yang lebih mahal, tentu akan sebanding dengan kenikmatan kopi yang belum tentu bisa Anda dapatkan setiap waktu.

Tidak hanya di Indonesia, kopi Tana Toraja juga terkenal di dunia. Brand Strada Coffee misalnya, yang sudah disukai oleh pecinta kopi di dunia internasional. Selayaknya kopi dari tanah Indonesia lainnya, kopi ini sudah pasti memiliki kenikmatan yang tiada duanya.

Namun, tidak ada kopi yang memiliki rasa yang benar-benar sama yang berasal dari tanah yang berbeda. Strada Coffee yang dibuat dari kopi yang ditanam di tanah Sulawesi ini memiliki citarasa yang berbeda.

Rasa pahit dan kadar keasaman yang pas semakin diperkuat dengan aroma herbal yang khas dan halus. Anda bahkan bisa membayangkan kenikmatan kopi ini dari kali pertama menghirup kepulan aromanya.

baca juga

Peluang Bisnis Franchise Kopi Oey , Buka Kemitraan !

Bisnis Waralaba Kopi Lokal Ala COFFE TOFFE

Ngopi-Ngopi Cantik di Kopi Kamu

Koffee Kult Ethiopian Harrar Coffee

Selain Indonesia, ada pula negara lainnya yang bisa meghasilkan kopi dengan kualitas yang tidak kalah baiknya. Salah satunya, Ethiopia. Brand kopi yang terkenal dari negara ini adalah Koffee Kult, yang biji kopinya berasal dari Harrar (sekarang bernama Oromia).

Kopi Harrar terkenal dengan rasanya yang sangat unik, seperti ada rasa buah anggur dengan aroma blueberry atau blackberry yang cukup kuat. Ketika masih dalam bentuk biji kopi, Kopi Harrar memiliki aroma sedikit pedas yang khas.

Kopi Harrar ini termasuk dalam perkembangan jenis kopi Arabika. Karenanya, harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Anda bisa mendapatkan brand kopi ini dari situs resminya di koffeekult.com.

Excelso Jamaica Blue Mountain Coffee

Menjadi kopi yang populer sekaligus tidak mudah didapatkan membuat brand kopi ini membanderol harga yang mahal. Sesuai dengan namanya, brand ini menjual kopi asli dari Jamaika yang ditanam di tanah dengan ketinggian 1700 mdpl dan berudara dingin.

Kopi ini memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Dengan pengolahan yang istimewa, rasa yang dihasilkan pun unik, lembut, ringan, dan tidak terlalu pahit.

Guatemala Antigua Coffee

Amerika Tengah juga memiliki brand kopi yang tidak kalah populer di dunia kopi internasional. Namanya Guatemala Antigua Coffee. Sebagai kopi dengan kualitas premium, brand ini menggunakan jenis kopi Arabika yang ditanam di lahan dengan ketinggian 4600 mdpl.

Rasa yang dihasilkan kopi ini juga sangat unik, yaitu kuat dan bercitarasa cukup pedas. Tidak heran, karena keunikan rasanya, banyak pecinta kopi yang ketagihan dengan kopi dari brand ini.

Bagaimana? Ingin merasakan rasa kopi dari brand-brand kopi yang terkenal di dunia?

Selain brand-brand kopi tersebut, masih banyak brand kopi terkenal lainnya, yang hampir setiap tahun tidak pernah kehilangan pamornya dan lebih dikenal secara luas di Indonesia maupun di dunia. Di antaranya seperti Luwak Coffee, Colombian Coffee, Kenya Cofee, dan masih banyak lainnya.

Brand-brand yang telah diulas tersebut adalah brand kopi yang terkenal di beberapa kalangan pecinta kopi dan juga beberapa telah ada di kedai kopi khusus di Indonesia. Jika Anda masih baru dalam dunia kopi dan ingin memperdalam pengetahuan kopi Anda, Anda wajib mencoba brand-brand kopi yang terkenal baik di Indonesia maupun di dunia.

Memang membutuhkan usaha dalam mendapatkannya. Namun, dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, cukup mudah mendapatkan barang yang hanya dikenal oleh kalangan tertentu seperti kopi-kopi lokal dan dunia yang berkualitas premium, yaitu dengan shopping online.

Tentu, selain usaha yang lebih banyak, Anda juga perlu bersabar dan rela merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati kopi-kopi dengan kualitas premium dan terkenal di dunia tersebut.

Daftar Kopi Termahal Di Dunia Terlengkap

Daftar Kopi Termahal Di Dunia Terlengkap , Sebelumnya, sudah dibahas brand-brand kopi terkenal di dunia.

Dibandingkan dengan brand kopi terkenal di Indonesia, brand kopi terkenal di dunia memiliki harga yang lebih mahal, baik karena kualitas rasanya, kelangkaannya, dan faktor distribusinya.

Namun, nyatanya, masih ada kopi dengan harga termahal di dunia.

Kedai Kopi Sejiwa Kab Bandung

Berkaitan dengan kopi termahal di dunia, akhir-akhir ini sedang ramai pembicaraan tentang faktor di balik mahalnya harga sebuah brand atau jenis kopi tertentu.

Topik ini menjadi populer ketika Presiden kita, Ir. Joko Widodo yang akrab disapa Pak Jokowi, berkunjung ke Kedai Kopi  Sejiwa yang ada di Bandung, seusai meresmikan Tol Soraja pada Desember lalu.

Di kedai tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu mencicipi kopi yang dikenal sebagai kopi terenak dan termahal di Indonesia, bahkan di dunia, yaitu Kopi Gunung Puntang.

Disebut Kopi Gunung Puntang karena kopi tersebut berasal dari biji tanaman kopi yang ditanam di area Gunung Puntang, Jawa Barat.

Presiden pun mengakui bahwa Kopi Gunung Puntang memiliki rasa khas yang nikmat dan berbeda dari kopi-kopi lainnya, tidak heran jika menjadi kopi termahal di Indonesia bahkan di dunia.

Kunjungannya ke kedai kopi tersebut menjadi viral dan menyebabkan Kopi Gunung Puntang banyak dicari orang.

Faktanya, meski produksi lokal, Kopi Gunung Puntang dibanderol dengan harga yang mahal, bahkan pada suatu acara pelelangan kopi,

kopi yang berasal dari tanah Sunda tersebut dihargai USD 56 atau sekitar Rp 760.000,- per kilo. Karena harga yang cukup fantastis tersebut, banyak orang bertanya-tanya, faktor yang menyebabkan harga kopi menjadi mahal.

Mengapa Harga Kopi Bisa Mahal?

Sebelum membahas lebih jauh tentang faktor penyebab di balik mahalnya kopi, mari kita ambil contoh kopi yang sedang ramai dibicarakan di dunia kopi Indonesia, Kopi Gunung Puntang. Tahukah Anda, jika Kopi Gunung Puntang sudah lebih dulu dikenal dunia melalui event internasional yaitu Specialty Coffee Association of America?

Pada event yang diadakan di Atlanta pada 2016 lalu, Kopi Gunung Puntang menjadi juara pertama di antara 74 jenis kopi dari berbagai dunia. Di waktu yang bersamaan, kopi tersebut dilelang dan dihargai  USD 56 (Rp 760.000,-). Dari sinilah Kopi Gunung Puntang yang terbukti kelezatannya di mata dunia, menjadi kopi yang semakin berkelas.

Kemudian, beberapa waktu berlalu, Presiden Joko Widodo turut mempopulerkan Kopi Gunung Puntang dengan vlog kunjungannya. Karena hal ini, Kopi Gunung Puntang yang sebelumnya hanya dikenal di kalangan tertentu, pun semakin terkenal hingga menjadi topik pembicaraan di berbagai kalangan di masyarakat. Harga jual Kopi Gunung Puntang pun, menjadi lebih mahal.

Nah, dari uraian tersebut, Anda pasti sudah bisa mengira, apa penyebab harga mahal pada jenis kopi tertentu, bukan?

Yang pertama adalah pengakuan dari para pecinta kopi yang diperoleh melalui berbagai event tingkat nasional dan internasional. Salah satunya event pameran kopi yang diadakan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). Indonesia juga memiliki asosiasi yang sama dengan nama Specialty Coffea Association of Indonesia (SCAI).

Kopi-kopi yang diakui kualitas rasanya pada event-event tersebut sudah pasti akan menaikkan citra kopi dalam bentuk pelabelan harga. Karenanya, kopi yang memiliki prestasi (karena diakui) otomatis memilki nilai jual yang tinggi.

Kedua, faktor trend kopi masa kini. Ketika Presiden Jokowi memviralkan Kopi Gunung Puntang melalui vlog pribadinya, banyak orang yang mencari Kopi Gunung Puntang karena penasaran dengan rasa kopi tersebut.

Dengan fakta bahwa “Presiden pun mengakui Kopi Gunung Puntang” dan ketersediaan Kopi Gunung Puntang yang terbatas karena banyak dicari orang, maka harganya pun menjadi semakin mahal. Lebih jelasnya, setiap produk yang trending pasti memiliki harga yang lebih mahal daripada seharusnya karena banyak dicari dan produksi yang terbatas.

Ketiga, faktor kopi yang berhasil menjadi komoditas ekspor. Kopi Gunung Puntang secara rutin diekspor hingga 2 ton tiap minggu ke luar negeri seperti Amerika, Belanda, dan Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa Kopi Gunung Puntang sudah semakin terkenal di dunia internasional.

Meski demikian harga Kopi Gunung Puntang yang dijual di Indonesia, lebih murah dibandingkan di luar Indonesia. Perbedaan harga tersebut disebabkan karena faktor target pasar, keterjangkauan area distribusi, dan pajak. Alasan tersebut pula yang membuat harga kopi lokal lebih murah daripada kopi impor.

Kopi-kopi Termahal di Dunia

Selain Kopi Gunung Puntang, masih banyak jenis atau brand kopi yang dihargai lebih mahal karena faktor-faktor yang sama. Apa sajakah itu? Adakah yang dari Indonesia? Simak ulasan daftar lima kopi termahal di dunia berikut ini.

Saint Helena (USD 79 = Rp 1.074.400.-)

Kopi yang berasal dari Pulau Helena, Perancis ini telah diakui kenikmatannya oleh Napoleon Bonaparte. Ketika meminum kopi ini, Anda bisa merasakan karamel yang ringan dan aroma yang sangat harum. Karenanya, tidak heran jika kopi yang juga disebut Sea Island Coffee ini dihargai USD 79 (Rp 1.074.400) per pon.

Kopi Luwak (USD 300 = Rp 4.080.000.-)

Kopi asli Indonesia ini sudah lama menjadi primadona di dunia kopi. Karena cara memperolehnya yang unik, yaitu dengan mengolah kotoran Luwak, jenis kopi ini menjadi langka.

Tidak hanya itu, kopi yang ada karena rasa penasaran pribumi di masa penjajahan Belanda ini, juga memiliki rasa unik, perpaduan antara rasa asam yang ringan dengan aroma kopi yang khas. Cara pengolahan dan rasa yang unik sekaligus nikmat inilah yang menyebabkan Kopi Luwak menjadi salah satu kopi termahal di dunia dengan harga USD 300 (Rp. 4.080.000,-) per pon.

Hacienda La Esmeralda (USD 350 = Rp 4.760.000.-)

Di Indonesia, harga kopi ini sama dengan harga satu unit smart phone terbaru. Harga tersebut dikarenakan kopi yang dijual berasal dari di Gunung Baru (Panama) dan telah memenangkan beberapa penghargaan dalam event internasional, salah satunya SCAA dengan kategori Roaster’s Choice pada 2007.

Guatemala Finca El Injerto  (USD 500 = Rp 6.800.000.-)

Kopi ini berasal dari tanaman kopi yang ditanam di Huehuetenango, wilayah yang berada di bagian Barat Guatemala dengan ketinggian 1650 mdpl. Rasa yang berkarakter pada jenis varietas kopi Bourbon ini dipengaruhi oleh iklim mikro yang berasal dari hutan di sekitar perkebunan kopi tempatnya tumbuh.

Jenis kopi yang juga disebut Sea Island Coffee tersebut dikategorikan sebagai kopi yang langka. Karenanya, citarasa yang unik dan aroma khasnya sebanding dengan harganya yang fantastis, yakni USD 500 (Rp 6.800.000,-) per pon.

Black Ivory (USD 600 = Rp 8.160.000.-)

Ternyata, tidak hanya Luwak yang bisa memproduksi biji kopi dengan kualitas rasa yang unik dan enak. Di Thailand, seorang investor kopi asal Kanada berhasil menggunakan media pencernaan gajah untuk memproduksi jenis kopi yang disebut Black Ivory atau Kopi Gajah.

Beberapa orang menyebutkan bahwa kopi Black Ivory memiliki citarasa yang halus, perpaduan bunga dan coklat. Rasa yang muncul pun sangat unik dan nikmat, seperti ada percampuran antara susu coklat dan kacang dengan aroma rempah-rempah dan buah merah.

Jenis kopi yang dihasilkan dengan bantuan hewan mammalia bergading tersebut menjadi kopi termahal di dunia karena proses pengolahan kopi yang membutuhkan waktu lama dan usaha ekstra. Untuk setiap pon Black Ivory dihargai hingga USD 600 atau  Rp. 8.160.000,-.

Sebagai pecinta kopi, Anda pasti sangat tertarik untuk bisa mencicipi kopi-kopi termahal di dunia. Namun, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mencicipi kopi dengan harga fantastis yang tidak mudah didapatkan tersebut.

Apalagi, jika Anda belum mencoba kopi-kopi lokal yang begitu banyak ragamnya, dan  rasanya jelas tidak kalah nikmat dengan kopi-kopi dari luar negeri lainnya. Untuk itu, sebelum Anda mencoba rasa kopi termahal di dunia, akan lebih baik bila Anda sudah menamatkan jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia.

baca juga

Ngopi Santai di Roemah Kopi

Ngemil Santai di Kopi Lay

Ngopi Sore di Kopi Scooter

Kopi Oey: Koffie Mantep, Harganja Djoedjoer

Kota Kopi: Kota Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia

Pada bahasan artikel sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu indikator untuk mengetahui perkembangan bisnis kopi adalah mengetahui produktivitas kopi. Berhubungan dengan hal itu, Anda perlu bahwa tidak semua kota di Indonesia menghasilkan kopi dengan jumlah yang besar.

Untuk itu, kali ini akan dibahas tentang kota-kota di Indonesia yang menjadi produsen kopi terbaik. Karena jumlah produksi yang banyak, kota-kota itu disebut sebagai Kota Kopi-nya Indonesia.

Apa sajakah itu? Berikut adalah ulasan singkatnya.

Bondowoso – Jawa Timur

Jika ditanya kota apa yang menghasilkan kopi terbaik di Jawa Timur, jawabannya adalah Bondowoso. Kota yang terletak berdekatan dengan Pulau Bali tersebut terkenal sebagai produsen kopi yang disebut juga kopi hutan.

Penyebutan kopi hutan tersebut karena perkebunan kopi di Bondowoso menyandingkan pohon-pohon hutan dengan tanaman kopi. Kebun-kebun kopi yang terletak di sepanjang perjalanan menuju Kawah Ijen menjadi pemandangan yang menarik.

Hal tersebut berawal dari kerja sama antara perkebunan kopi Arabika dengan Perhutani Bondowoso, hingga tercipatalah sistem agroforestry , perpaduan tanaman kebun dan hutan. Bila berkunjung ke Bondowoso, Anda akan dengan mudah menemukan kedai kopi yang menyediakan kopi khas Bondowoso, terutama di sekitar daerah Kawah Ijen.

Priangan  – Jawa Barat

Jawa Barat memiliki daratan tinggi yang cocok untuk menanam kopi. Jika Anda pecinta kopi, Anda pasti tidak asing dengan kopi asal Jawa Barat yang disebut dengan Java Preanger. Tahukah Anda di mana tepatnya daerah penghasil kopi tersebut?

Ya, sesuai namanya, kopi Java Preanger dihasilkan di Priangan, wilayah pegunungan di Jawa Barat yang kental dengan tradisi Sunda. Wilayah Priangan atau Parahyangan penghasil kopi, mencakup Garut, Bandung, Sumedang, Bogor, dan sekitarnya. Beberapa pengamat kopi mengatakan jika Priangan adalah tempat pertama untuk pengembangan kopi di Indonesia.

Bagi para traveler atau pelancong, pasti bisa dengan mudah menemukan kedai kopi di daerah Priangan. Bahkan, banyak kafe atau kedai kopi kekinian di ibukota Jawa Barat, yang memasok langsung kopi langsung dari Priangan.

Kintamani – Bali

Tidak ada yang meragukan kualitas rasa kopi Bali yang ditanam di Kintamani. Salah sattu daerah di Kintamani yang menghasilkan bubuk kopi terbaik adalah Bangli. Karena popularitas kopi Bali, daerah Kintamani menjadi populer dan sering didatangi wisatawan yang penasaran dengan kopi Bali dan proses pengolahannya.

Bahkan, tidak jarang ada wisatawan yang khusus datang ke Bali untuk mencicipi kopi dengan rasa fruity yang khas karena ditanam bersama dengan buah dan sayuran. Proses pemanggangan (roasting) yang menggunakan tungku api dan kayu bakar, semakin membuat kopi terasa khas yang berkesan dan membuat siapa saja ketagihan untuk minum kopi Bali setiap berkunjung.

Liwa – Lampung

Salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia adalah Provinsi Lampung, terutama Liwa, Lampung Barat. Kabupaten Liwa menjadi percontohan kebun kopi terbaik nasional dari segi peningkatan produksi dan mutu kopi. Jenis kopi yang dihasilkan di Liwa adalah kopi Robusta.

Jika Anda berkunjung ke Lampung, Anda wajib menyempatkan diri untuk mampir ke Liwa. Tidak sulit menemukan kopi khas Liwa, karena hampir di setiap sudut kota, Anda akan menemui banyak warung kopi yang menyajikan minuman kopi khas Liwa.

Beberapa orang yang sudah pernah mengunjungi Liwa, menyukai kopi khas Liwa yang memberikan aroma ginseng dan pinang. Selain itu, ada juga kopi yang menjadi favorit para pecinta kopi yang berasal dari perkebunan Danau Ranau, yaitu kopi Luwak, salah satu kopi termahal di dunia.

Gayo – Sumatera

Salah satu jenis kopi yang sangat terkenal dan disukai banyak pecinta kopi di Indonesia adalah Kopi Gayo, yang ditanam di Dataran Tinggi Gayo, Sumatera. Kopi Gayo tersebut merupakan perkembangan jenis kopi Arabika.

Karena produksi kopi yang terkenal, Gayo menjadi salah satu daerah yang disebut sebagai Kota Kopi. Dengan aroma dan citarasa yang khas serta tekstur yang kental, sempat menjadi The Best No 1 pada event yang bernama International Conference on Coffee Science di Bali pada 2010.

Beberapa daerah di sekitar Dataran Gayo yang terkenal sebagai daerah penghasil kopi adalah Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Toraja – Sulawesi Selatan

Tidak kalah dengan Sumatera, di Sulawesi juga ada Kota Kopi yang kualitas rasanya sudah terkenal hingga ke mancanegara, yakni Kopi Toraja. Sesuai namanya, daerah penghasilnya adalah Toraja, Sulawesi Selatan.

Jenis kopi ini menjadi tenar ketika mendapat nilai cupping tertinggi pada event tahun 2012 di Surabaya, yaitu Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial (Specialty Coffee Association of Indonesia). Sejak saat itu, banyak orang, terutama pecinta kopi yang jatuh hati pada kopi Toraja, kopi yang memiliki kenikmatan rasa eksotis.

Selain itu, jika Anda berkunjung ke Tojara, Anda bisa mengunjungi perkebunan yang terkenal dengan produksi kopi luwaknya yaitu Perkebunan Sulutco. Anda bisa menempuh perjalanan ke sana dalam waktu 2 jam dengan perjalanan darat dari pusat kota Rantepao.

Bajawa  – Flores

Ketika kali pertama Belanda mencoba menanam kopi di Indonesia, tidak ada yang menyangka jika Indonesia telah diberi anugerah sebagai tanah yang sangat cocok untuk segala macam tanaman, terutama kopi. Bahkan di luar Jawa dan Sumatera yang dulunya menjadi lokasi pertama penanaman kopi, masih ada banyak tanah Indonesia yang berpotensi untuk kopi.

Salah satunya adalah di Flores, yang sering Anda sebut produk kopinya dengan nama Kopi Bajawa. Kopi Bajawa yang juga disebut Arabica Form Bajawa (AFB) dihasilkan di Dataran Tinggi Nagada, Pulau Flores.

Istimewanya, kopi yang diproduksi oleh petani Flores adalah kopi organik yang tidak menggunakan pestisida selama proses penanaman hingga panen. Mereka menanam kopi di bawah pohon penaung, yang sekaligus menjadi sumber pupuk organik untuk tanaman kopi.

Wamena – Papua

Daratan terluas di Indonesia,Papua, juga memiliki Kota Kopi-nya sendiri. Tepatnya berada di Wamena, sebuah kota di Kabupaten Jayawijaya. Jenis kopi yang dihasilkan di Wamena adalah kopi Arabika.

Kopi dari dataran timur ini memiliki aroma khas, tekstur ringan dan aftertaste yang manis. Jika Anda ingin mengetahui budidaya kopi di Kota Kopi-nya orang Papua, Anda bisa mengunjungi Kampung Tagulik. Di sana, lebih dari setengah dari seluruh warganya adalah petani kopi, sedangkan sisanya adalah petani umbi betatas, yang menjadi menjadi makanan khas mereka.

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Kota Kopi-nya Indonesia?

Sudah banyak pecinta kopi, baik dari dalam maupun luar negeri yang berkeliling Indonesia untuk mencicipi kopi terbaik dari asalnya, yaitu kota-kota kopi terbaik yang sudah diulas tersebut.

Namun, jangan dikira tidak ada kesempatan untuk daerah atau wilayah lain di Indonesia untuk menjadi Koya Kopi. Di msa depan, bisa jadi hampir setiap provinsi, memiliki Kota Kopi-nya sendiri. Tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Dilihat dari segi perkembangan bisnis kopi yang dari tahun ke tahun selalu meningkat dan diupayakan untuk terus meningkat, suatu saat akan ada peningkatan jumlah daerah penghasil kopi. Dengan demikian, maka tidak mustahil jika kita menyebut tanah Indonesia adalh tanah kopi yang luas

Berbagai Event Coffee Seru Yang Diadakan Di Dunia

Berbagai Event Coffee Seru Yang Diadakan Di Dunia , Menjadi peserta atau juara dalam Coffee Event dalam negeri saja, sudah bisa membuat suatu jenis atau brand kopi mengalami peningkatan popularitas sekaligus kenaikan nilai jual.

Karenanya, banyak profesional di bidang kopi yang berlomba-lomba untuk mengikuti Coffee Event di Indonesia.

Seperti yang sudah diulas pada artikel sebelumnya, ada banyak event tentang kopi yang diadakan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas dna kuantitas komoditas kopi lokal.

Berbagai event tersebut juga menjadi ajang perkenalan kopi dengan masyarakat awam sekaligus sebagai media untuk menambah pengetahuan para pecinta kopi.

Pada beberapa event yang menghasilkan kejuaraan di bidang kopi, merupakan upaya untuk melakukan seleksi sebelum mengikuti event tingkat dunia. Biasanya event semacam ini berkonsep kompetisi keahlian seperti latte art, brewing, hingga roasting.

Berlanjut dari Coffee Event dalam negeri, ada beberapa Coffee Event berupa kompetisi keahlian di bidang kopi yang terkenal di dunia internasional. Berikut adalah ulasannya.

World Brewers Cup (WBreC)

Event kompetisi ini diperuntukkan bagi para brewer atau barista yang ahli dalam manual brewing. Para peserta kompetisi World Brewers Cup wajib menyajikan tiga menu kopi yang berbeda dan sajian kopi tersebut harus dijelaskan secara detail di hadapan juri.

Selama kompetisi, peserta dihadapkan pada dua babak kompetisi. Pertama, brewers menyelesaikan open quest, dengan menyajikan kopi dari tiga jenis biji kopi pilihan, dan close quest, dengan menyajikan kopi dari tiga jenis kopi sesuai keinginan peserta. Penilaian didasarkan pada kualitas rasa dan presentasi kopi oleh peserta.

Setelah enam peserta terbaik telah dipilih, selanjutnya ada babak kedua yakni babak final dengan metode terbuka. Pada babak ini brewers dan atau barista wajib menguasai presentasi kopi manual brew melalui serangkaian pernyataan dan tanggapan.

World Coffee Roasting Championship (WCRC)

Kompetisi yang kali pertama diadakan di Nice (Perancis) pada 2013 ini, memiliki tiga stage events. Penilaian pemenangnya didasarkan pada proses evaluasi kualitas green bean atau coffee grading dan menyusun roasting profile yang memuat informasi karakteristik biji kopi yang sudah selesai roasting dan sudah dalam bentuk minuman kopi yang nikmat cek website resmi

World Aeropress Championship (WAC)

Kompetisi tingkat dunia ini memiliki sejarah yang cukup unik. Bermula dari kompetisi sederhana yang diadakan di sebuah bar Tim Wandelboe di Oslo, kompetisi ini hanya diikuti oleh tiga orang peserta dengan hadiah kecil berupa kue. Namun, sekarang, coffee event ini telah diadakan di lebih dari 35 negara dan berpuncak di World Aeropress Championship.

Tujuan kompetisi yang diketuai oleh Tim Varney dan Tim Williams ini adalah meracik kopi terbaik menggunakan Aerobie Aeropress. Keterampilan pesertanya diuji melalui penciptaan resep racikan kopi yang menarik dengan hanya satu metode aeropress.

World Latte Art Championship (WLAC)

Sudah lama Latte Art atau seni latte menjadi hiburan sekaligus seni yang bernilai jual dalam sajian kopi. Pesertanya kebanyakan adalah para barista profesional yang sudah berpengalaman dalam membuat seni latte.

Kompetisi ini diadakan dalam tiga babak, babak pertama penyisihan Art Bar, babak kedua penyisihan WLAC stage, dan babak final. Pada babak pertama, peserta harus membuat latte art sekreatif mungkin. Kemudian, babak kedua mereka membuat dua free-pour latte dan dua latte yang identik.

Enam peserta dengan nilai tertinggi, berkompetisi secara ketat di babak final. Mereka diharuskan membuat tiga pasang minuman dengan desain yang sama dan identik, yaitu free-pour macchiato, free pour latte, dan latte. Penilaian diberikan dengan kriteria atribut visual, kreativitas, keidentikan desain, kekontrasan seni latte, dan presentasi secara keseluruhan.

World Coffee in Good Spirits (WCGC)

Beberapa penikmat kopi menyukai kopi yang dibuat dengan dikombinasikan dengan spirits (liquer). Karenanya, lahirlah sebuah event kompetisi yang bertujuan mempromosikan resep-resep inovatif yang memadukan kopi dan spirits.

Para peserta kompetisi akan diuji keahliannya dalam meracik kopi dengan berbagai spirits, seperti alkohol, whiskey, hingga cocktail. Peserta kompetisi ini didominasi oleh barista dan barkeeper yang sudah terbiasa membuat Spirits Coffee.

World Cup Tasters Championship (WCTC)

Jika Anda adalah penikma kopi yang peka dengan citarasa kopi, Anda bisa mengikuti kompetisi ini. World Cup Tasters Championship, sesuai namanya, diperuntukkan bagi para pecinta dan penikmat kopi yang memiliki indera pengecap dan pembau yang peka.

Kompetisi ini adalah ajang para cupper untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membedakan rasa kopi specialty dengan cepat dan tepat. Peserta kompetisi WCTC akan dihadapkan pada tiga cangkir kopi dengan susunan segitiga, yaitu dua cangkir dengan jenis kopi yang identik, dan satu jenis kopi dengan rasa yang berbeda.

Hingga melewati delapan segitiga pada masing-masing putaran, delapan peserta yang berhasil menjawab dengan cepat dan tepat, akan lolos ke babak semifinal. Selanjutnya, diseleksi lagi dari delapan besar menjadi empat besar untuk maju ke babak final.

Peserta acara ini biasanya adalah orang-orang yang tidak terbatas profesinya, namun memiliki kemampuan penciuman bau, pengecap rasa, perhatian, dan pengalaman dalam kurun waktu yang cukup lama selama menjadi pecinta dan penikmat kopi.

World Barista Championship (WBaC)

Sesuai namanya, kompetisi ini diikuti oleh para barista profesional sekaligus delegasi dari suatu negara. Lebih dari lima puluh barista handal dari seluruh dunia beradu kecakapan dan keterampilan untuk mencapai gelar Barista Terbaik di dunia.

Kompetisi yang dianggap sebagai puncak dari seluruh kompetisi di bidang kopi ini, diadakan dengan tujuan mempromosikan keunggulan kopi dan memusatkan atensi publik secara internasional.

Para barista yang menjadi peserta dalam kompetisi World Barista Championship sebelumnya telah menjalani seleksi dalam kejuaraan yang sama di negara mereka masing-masing. Tidak heran jika dalam kompetisi ini muncul beragam resep baru yang menampilkan jenis kopi yang khas dari suatu negara.

Peserta WBaC diwajibkan menyajikan empat espresso, empat cappuccino, dan empat original signature drink dalam 15 menit. Juri yang bersertifikan WCE (World Coffee Event) dari berbagai negara akan menilai sajian kopi para peserta berdasarkan kualitas rasa, kebersihan, kreativitas, teknik dan presentasi secara keseluruhan.

Dari puluhan peserta, akan diseleksi menjadi 12 besar untuk maju ke babak semifinal. Kemudian, dengan konsep yang sama, akan diseleksi menjadi enam besar untuk babak final. Dari Top 6 tersebut, diseleksi secara ketat untuk menentukan juara World Barista Championship.

Event Kopi Dunia Dan Indonesia

Sama halnya dalam negeri, jika suatu jenis kopi berhasil memenangkan suatu kompetisi, maka popularitas dan nilai jual jenis kopi tersebut akan meningkat. Untuk itu, negara-negara dalam kompetisi tingkat internasional selalu berupaya untuk menang dan menjadikan varietas kopi dari negaranya sebagai kopi terbaik.

Coffee Event tingkat internasional yang diadakan secara berkala, merupakan bentuk dari ajang promosi jenis kopi maupun perkembangan varietas dari berbagai negara.

Karenanya, kemajuan komoditas kopi suatu negara bisa dilihat dari posisi negara tersebut dalam kompetisi-kompetisi tersebut.

Selain Coffee Event dalam bentuk kompetisi yang mendunia tersebut, masih ada banyak Coffee Event lainnya yang diadakan secara internasional maupun secara nasional oleh suatu negara.

Salah satu Coffee Event yang rutin dilakukan setiap tahun secara serentak adalah perayaan Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada 1 Oktober.

Beberapa negara mengadakan event khusus untuk merayakan hari istimewa tersebut, seperti Hari Internasional Kopi dengan 60 Barista Dunia yang diadakan di Indonesia tahun lalu.

Event lain yang sehubungan dengan kopi Indonesia juga diselenggarakan di negara-negara lain seperti Indonesian Coffee Expo yang diadakan di Beirut (Lebanon) dan Luwak Coffee Exhibition di Chile.

Ada pula Coffee Event yang diadakan dengan tujuan meningkatkan kualitas kopi secara internasional sekaligus membudayakan kopi sebagai minuman yang berkelas. Seperti Coffee Exhibition yang diadakan oleh Specialty Coffee Association of America pada 2016 lalu menyatakan kopi asal Indonesia, Kopi Gunung Puntang, sebagia kopi terenak di dunia

Daftar Assosiasi Kopi Di Indonesia

Daftar Assosiasi Kopi Di Indonesia  , Perkembangan komoditas kopi di suatu negara, termasuk Indonesia, tidak bisa terlepas dari peran orang-orang penting yang berkecimpung di dalamnya.

Mulai dari pengadaaan event  di luar dan dalam negeri, pengupayaan untuk meningkatkan perkembangan jenis kopi, hingga menyelesaikan suatu permasalahan terkait budidaya kopi di Indonesia.

Keberadaan orang-orang tersebut diketahui oleh kalangan tertentu yang juga berada di bidang yang sama atau berkaitan. Dalam ikatan yang saling berkaitan tersebutlah, dibentuk suatu perkumpulan berdasarkan faktor-faktor tertentu, seperti profesi, minat, asal daerah, hingga aktivitas yang dilakukan.

Di Indonesia, ada banyak perkumpulan tentang kopi yang bisa Anda temukan. Mulai dari perkumpulan para pecinta kopi, petani kopi, hingga perkumpulan peneliti kopi dalam suatu lembaga yang resmi.

Perkumpulan tersebutlah yang membuat Coffee Event di Indonesia tidak pernah sepi, karena setiap perkumpulan selalu turut memeriahkan dan mempromosikan setiap Coffee Event yang diadakan oleh perkumpulan kopi lainnya.

Apa sajakah itu?

Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI)

Banyak negara, terutama yang memiliki komoditas kopi atau penghasil kopi, memiliki Specialty Coffee Association. Indonesia sebagai negara yang menjadikan kopi sebagai komoditas terpenting kedua, tentu memiliki asosiasi ini.

Namanya Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) atau Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI). Perkumpulan ini terdiri atas beberapa kelompok petani kopi, eksportir, roaster, dan pengecer dari seluruh Indonesia. SCAI didirikan pada 2008 dengan sistem keanggotaan terbuka untuk individu, lembaga, hingga komunitas kopi spesial.

Asosiasi yang memiliki semboyan “Istimewa dalam Keanekaragaman” ini memiliki tiga visi utama sebagai landasan berkegiatan. Pertama meningkatkan mutu (quality), jumlah (quantity), dan harga pasar (market price) spesialti kopi Indonesia.

Kedua, menjadi forum efektif yang berperan sebagai mediator dan fasilitator bagi semua anggota untuk menghasilkan pendapatan dan kehidupan yang lebih baik.

Ketiga, membantu pembelajaran/edukasi di tingkat budidaya, proses, sertifikasi uji citarasa (Q and R Grader), sertifikasi biji kopi (Q Coffee License), serta pemasaran kopi spesialti Indonesia di pasar lokal dan internasional.

SCAI yang berlokasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan tersebut turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan berbagai event secara rutin, seperti Roasting Advanced Class, R Grader Training, SCAI Roasting Competition, SCAI Expo, SCAI Member Gathering, hingga Indonesia Cofee Event.

Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI)

Jika SCAI adalah perkumpulan orang-orang profesional sekaligus para pecinta kopi secara umum, ada perkumpulan yang lebih khusus, yang berisi para petani kopi dari seluruh Indonesia. Perkumpulan ini disebut Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI).

Belum diketahui dengan pasti sejarah terbentuknya APEKI. Namun, faktanya, asosiasi ini tersebar dan membentuk asosiasi cabang di beberapa provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki komoditas kopi, seperti APEKI Jawa Timur, APEKI Kabupaten Bondowos, APEKI Jawa Barat, APEKI Garut, APEKI Temanggung, APEKI Sumatera Utara, dan banyak lainnya.

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI)

Selain asosiasi petani, ada pula asosiasi yang dibentuk oleh para eksportir dan pelaku industri kopi di Indonesia. Sesuai dengan pembentuknya, nama asosiasi ini adalah AEKI atau Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia.

AEKI awalnya dibentuk oleh para eksportir, sejak adanya keputusan ICO (International Coffee Organization) tentang penerapan kuota untuk anggotanya pada 1969. Adanya perkembangan industri pengolahan kopi nasional, nama asosiasi inipun berkembang dengan mengikutsertakan pada pelaku industri kopi di Indonesia.

Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI)

Tidak hanya asosiasi independen, ada pula asosiasi yang dibentuk secar resmi oleh pemerintah, yaitu Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) atau Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Alih-alih disebut sebagai asosiasi, ICCRI lebih tepat disebut sebagai lembaga pemerintahan yang dinaungi oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LPRI) dan Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (ARPI).

Dari sejarahnya, ICCRI adalah lembaga yang berfokus pada kopi dan kokoa tertua di Indonesia, yang terbentuk pada 1911 dengan nama Besokisch Proefstation. Sebagai lembaga penelitian, ICCRI memiliki tugas untuk melakukan penelitian pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional.

Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan ICCRI. Pertama adalah melakukan penelitian guna mendapatkan inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan hasil kopi dan kakao. Kedua, melakukan kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi.

Ketiga, yaitu membina kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana, dan prasarana guna mendukung kegiatan penelitian dan pelayanan.

Sekarang, ICCRI berlokasi di Jember, Jawa Timur dan memiliki situs resmi www.iccri.net yang bisa Anda akses untuk mengetahui perkembangan terkini tentang penelitian hingga kegiatan-kegiatan ICCRI.

Komunitas Pecinta Kopi Indonesia

Peran masyarakat terhadap perkembangan komoditas kopi sangatlah penting. Sebagai konsumen, masyarakat adalah target akhir dari adanya pembudidayaan kopi sebagai komoditas. Tanpa respond an reaksi masyarakat, keberadaan kopi tidak akan mengalami kemajuan.

Petani, eksportir, industri, hingga peneliti adalah bagian dari masyarakat. Mereka memiliki perkumpulan atau asosiasi khusus sesuai bidang profesi dan asalnya masing-masing.

Di lain sisi, masyarakat awam di luar bidang keahlian kopi tersebut, memiliki perkumpulan yang disebut sebagai komunitas pecinta kopi Indonesia. Komunitas ini dibentuk sebagai rasa cinta dan persaudaraan antar sesame pecinta kopi. Mereka pun turut memberi dukungan secara penuh untuk perkembangan kopi di Indonesia.

Namun, hingga saat ini ada banyak komunitas pecinta kopi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Kopikoe (Komunitas Pecinta Kopi Noesantara), Baraka Nusantara, Komunitas #Ngopidikantor, Manual Brew Community, Paguyuban Payung Seduh, Semarang Barista Society, Coffe Lovers Indonesia (CLI),  dan banyak lainnya.

Bagaimana? Tertarik untuk mengikuti salah satu perkumpulan penting tentang kopi?

Jika Anda adalah pecinta kopi, tidak ada salahnya mengikuti salah satu perkumpulan penting tentang kopi yang telah diulas tersebut. Berkumpul bersama orang-orang dengan ketertarikan dan minat yang sama, tentu akan memberikan banyak manfaat bagi Anda.

Selain bisa memperluas lingkungan pergaulan dengan berbagai aktivitas bermanfaat, Anda juga bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang perkembangan budidaya kopi, teknologi berkaitan dengan kopi, hingga kemajuan kualitas rasa kopi di dalam dan luar negeri.

Banyak orang yang terpengaruh secara positif ketika mengikuti perkumpulan-perkumpulan tersebut. Mulai dari ingin mengembangkan komoditas kopi di daerah asalnya, aktif memperkenalkan kopi lokal, membentuk komunitas yang sama di kota asal, dan turut serta menyejahterakan kehidupan petani kopi.

Bahkan, tidak jarang para pecinta kopi yang masih muda, ingin menjadi peracik kopi atau barista yang handal untuk bisa menikmati kopi buatan sendiri dan membuka bisnis sekaligus mempopulerkan komoditas kopi tanah air.

Karenanya, penting bagi kita untuk bisa memperkokoh komoditas kopi di Indonesia dengan menjadi bagian dari salah satu perkumpulan atau komunitas yang berkaitan dengan kopi. Apalagi jika Anda adalah pecinta kopi, tentu tidak sah rasanya jika tidak menjadi bagian dari suatu perkumpulan atau komunitas kopi di Indonesia

Seluk Beluk Tentang Manfaat Dan Bahaya Kopi

Seluk Beluk Tentang Manfaat Kopi , Pada dasarnya, kopi yang sudah melewati proses pengolahan pasca panen, akan diproduksi menjadi produk minuman.

Kopi sebagai minuman adalah jenis produk pertama dan paling dicari oleh para penikmat kopi. Biasanya, kopi diolah, dariyang awalnya berupa biji kopi, menjadi bubuk kopi. Bubuk kopi tersebut kemudian dicampur dengan air panas, diseduh, hingga siap diminum.

Minuman kopi tersebutlah yang dirasa khasiatnya oleh bangsa Arab hingga mendorong mereka untuk menjadikan kopi sebagai barang perdagangan. Dengan meminum kopi, seseorang bisa merasa lebih segar dan terjaga lebih lama. Karenanya, dulu para pedagang kopi menyebutnya sebagai minuman penyegar.

Namun, tahukah Anda jika kopi memilki manfaat lainnya? Simak ulasannya berikut ini.

Kandungan di Dalam Kopi

Sebelum membahas manfaat kopi. Anda perlu mengetahui kandungan yang ada di dalam kopi. Kandungan tersebutlah yang bisa membuat kopi menjadi minuman dengan banyak manfaat. Berikut adalah beberapa zat yang ada di dalam kopi.

  1. Kafein

Kafein adalah kandungan yang pasti sudah ada di dalam kopi. Secara ilmiah kafein bisa menyebabkan kecanduan dan buruk bagi tubuh. Namun, kafein di dalam kopi adalah kafein dengan kadar yang aman untuk dikonsumsi oleh tubuh.

  1. Ethypenol

Zat inilah yang bisa memberikan aroma yang khas dan unik pada setiap jenis kopi. Beberapa pengamat kopi menilai Ethyphenol memiliki kesamaan dengan tar dan mengandunga pheromone.

  1. Quinic Acid

Jika Ethyphenol memberikan aroma pada kopi, maka yang memberi rasa asam adalah quinic acid. Kadar zat ini tidak sama antara satu jenis kopi dengan kopi lainnya. Karenanya, ada kopi dengan rasa asam yang kuat, ada pula kopi dengan rasa asam yang ringan.

  1. Decaffeoylquinic Acid

Zat ini merupakan salah zat yang mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Kadarnya tidak banyak, namun kopi menjadi salah satu minuman dengan zat antioksidan yang paling sering dikonsumsi karena adanya decaffeoylquinic acid.

  1. Dimethyl Disulfide

Zat ini ada pada biji kopi yang masih hijau, belum dikeringkan atau disangrai. Zat ini memiliki bau seperti senyawa sulfur dan bisa menyebabkan kotoran manusia menjadi bau.

  1. Acetylmethylcarbinol

Zat yang biasanya ditemukan di mentega ini, adalah sebab di balik rasa gurih kopi yang terasa di lidah.

  1. Putrescine

Putrescine adalah zat yang bisa membuat sesuatu menjadi busuk. Zat ini juga merupakan hasil dari pembusukan oleh bakteri E. coli.

  1. Trigonelline

Kadang, pecinta minuman kopi, sering mengeluhkan gigi yang berubah warna, karena menghitam. Namun, dengan zat yang bisa melindungi gigi ini, gigi mereka tidak akan mudah berlubang.

  1. Niacin

Niacin adalah zat yang bisa menyerap vitamin dalam tubuh. Karena sifat buruk zat ini, setiap penikmat kopi akan diberi anjuran dan batasan minum kopi.

Manfaat Kopi

Sejak awal ditemukannya kopi sebagai minuman, orang sudah meyakini adanya khasiat kopi yang bermanfaat bagi tubuh. Karena menafaat tersebut pula, kopi dengan rasa yang disukai banyak orang, memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Berikut adalah manfaat-manfaat kopi bagi tubuh.

Meningkatkan stamina

Bisa dikatakan jika ini adalah fungsi pertama kopi yang disadari sehingga banyak orang yang mengonsumsi kopi untuk meningkatkan stamina. Manfaat ini diperoleh karena adanya kandungan kaffein di dalam kopi.

Orang yang kelelahan, mengantuk, atau lesu, bisa merasa segar dan terjaga sepenuhnya ketika meminum kopi. Tidak heran ketika orang yang sedang bekerja lembur hingga malam, atau orang yang lelah mengonsumsi kopi untuk mengembalikan stamina mereka. Bahkan, bagi beberpa orang, minum kopi di pagi hari bisa meningkatkan stamina mereka hingga seharian.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Kopi berwarna hitam memang bisa memengaruhi warna gigi. Namun, beberapa penelitia menyebutkan kopi yang sudah siap konsumsi, memiliki zat antibakteri yang bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kopi bisa melindungi gigi dari kerusakan dan mengurangi bakteri yang ada di dalam mulut.

Mencegah Kanker

Sebelumnya telah disebutkan jika dalam kopi terdapat zat antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Berdasarkan suatu penelitian di Jepang, zat tersebut juga berfungsi untuk mencegah kanker dengan menekan resiko gejala kanker.

Mengurangi resiko penyakit Demensia dan Alzheimer

Selain bisa mencegah kanker, kopi juga diyakini bisa mengurangi resiko penyakit Demensia dan Alzheimer . Keduanya adalah penyakit berbahaya yang biasanya menjangkit orang yang berusia lanjut dan menyebabkan hilang ingatan (pikun) secara perlahan.

Beberapa peneliti telah menguji bahwa kopi bisa melindungi tubuh dari penyakit yang berhubungan dengan degradasi fungsi syaraf.

Mengurangi resiko diabetes

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan konsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan. Kopi yang diminum tanpa gula, bisa menghambat penyerapan glukosa (gula) dalam tubuh sehingga bisa mengurangi resiko terkena diabetes.

Memperbaiki suasana hati

Banyak orang telah membuktikan bahwa kopi bisa memperbaiki mood (suasana hati). Hal ini berkaitan dengan cara orang merasakan dan menikmati kopi dari segi aroma hingga after tasted kopi. Seorang pecinta kopi, bisa jadi menganggap kopi sebagai obat bad moodnya sehingga setiap kali merasa tidak enak hati, kopi menjadi pilihan pertamanya.

Sebagai alternatif perawatan kecantikan kulit

Tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, kopi juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Karena fakta ini, banyak produsen kosmetik yang menggunakan kopi sebagai salah satu bahan untuk membuat produk mereka, seperti masker wajah, body lotion, hingga shampoo.

Bahaya Mengonsumsi Kopi

Segala yang berlebihan memang tidak baik. Konsep tersebut juga berlaku dalam mengonsumsi kopi. Meski kopi memiliki banyak manfaat, bukan berarti kopi bebas dikonsumsi dengan kadar yang tak terbatas.

Manfaat kafein misalnya, memang baik untuk meningkatkan stamina, namun bila dikonsumsi berlebihan, bahkan jika orang belum terbiasa dengan kopi, bisa berakibat buruk, yaitu menyebabkan orang tersebut kesulitan tidur karena selalu terjaga.

Selain itu, ada beberapa akibat yang membahayakan tubuh jika mengonsumsi kopi secara berlebihan atau mengesampingkan kondisi tubuh.

  1. Memicu terjadinya insomnia karena kesulitan tidur. Hal ini dikarenakan zat kafein yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan orang mudah terjaga.
  1. Meningkatkan detak jantung. Jika Anda memiliki masalah dengan jantung, sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsi kopi.
  1. Memengaruhi kesehatan janin. Tidak hanya orang biasa, ibu hamil juga tidak disarankan untuk meminum kopi secara berlebihan karena bisa berakibat buruk pada kesehatan janinnya.
  1. Tidak baik dikonsumsi sebelum dan sesudah berolahraga. Bila Anda akan berolahraga, jangan mengonsumsi kopi karena efek setelah meminum kopi yang bisa meningkatkan detak jantung yang sangat berbahaya bila terjadi ketika berolahraga. Sekurang-kurangnya, Anda baru boleh mengonsumsi kopi 1 – 2 jam setelah berolahraga.
  1. Meningkatkan asam lambung. Zat asam yang ada di dalam kopi, bisa menyebabkan peningkatan kadar asam lambung jika mengonsumsi kopi secara berlebihan. Hal ini bisa membahayakan sistem pencernaan Anda.
  1. Meningkatkan tekanan darah untuk pengidap hipertensi (darah tinggi). Berkaitan dengan peningkatan detak jantung, hal ini juga bisa menyebabkan orang yang pernah menjadi pengidap hipertensi mengalami peningkatan tekanan darah. Akibatnya, hipertensi yang awalnya mereda, bisa kambuh.
  1. Menyebabkan sariawan dan sakit tenggorokan. Jika Anda tidak memperhatikan suhu air untuk mengonsumsi kopi dan langsung meminumnya, Anda bisa melukai bagian mulut Anda (sariawan) dan meyebabkan sakit pada tenggorokan.

Cukup merisaukan, bukan?

Untuk itu, jika Anda adalah penggemar kopi, Anda harus tetap menjaga pola konsumsi kopi Anda. Sekali lagi, karena segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat buruk. Alih-alih mendapatkan manfaat, Anda bisa merugikan diri sendiri dengan merusak kesehatan Anda akibat mengonsumsi kopi.

Namun, jika Anda sedang dalam proses mengurangi konsumsi minuman kopi, Anda bisa mengatasinya secara perlahan dengan mengonsumsi makanan dan minuman olahan lainnya yang terbuat dari kopi dengan kadar yang lebih rendah.

Ragam Inovasi Produk Olahan Kopi

Inovasi Produk Olahan Kopi , Di ulasan artikel sebelumnya, disebutkan bahwa untuk membatasi konsumsi kopi, Anda bisa beralih mengonsumsi ke produk olahan kopi yang dengan kadar kopi yang lebih rendah.

Hal ini sekaligus menyatakan, bahwa kopi turut berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perubahan selera masyarakat.

Kopi di awal penemuannya sebagai produk konsumsi, hanya bisa dinikmati dalam bentuk minuman seduh yang hangat.

Seiring dengan perkembangan zaman, kopi pun turut berkembang, salah satunya bisa dinikmati dengan air dingin hingga disebut es kopi. Meski tidak begitu akrab bagi orang Indonesia, es kopi juga memiliki banyak penggemar.

Selain minuman seduh, ada beragam produk olahan kopi yang dianggap aneh oleh sebagian orang, dan dianggap sebagai kemajuan dalam pengolahan kopi oleh sebagian lainnya. Apa sajakah itu? Berikut adalah ulasannya.

Nasi Goreng Kopi

Nasi goreng, menu kuliner yang banyak penggemarnya pasti sudah tidak asing di telinga Anda. Ada banyak jenis nasi goreng yang sering dijual, mulai dari nasi goreng biasa, nasi goreng jawa, nasi goreng mawut, hingga nasi goreng pedas. Makanan yang biasanya dijual di malam hari ini identik dengan rasa gurih, pedas, dan manis.

Lalu, bagaimana jadinya jika nasi goreng dicampur dengan kopi? Tenang, warna hitam pada kopi bukan karena bubuk kopi yang dimasukkan dalam jumlah banyak, melainkan karena ada tambahan saus tiram. Salah satu tempat makan yang menyediakan menu nasi goreng kopi adalah Kafe Kopi Bell di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Pizza Kopi

Siapa yang tidak mengenal pizza? Makanan khas Italia tersebut identik dengan topping keju, daging, dan sayuran. Namun, salah satu resto di Bandung, yaitu Kedai Coffee TIJD  , secara kreatif membuat menu olahan kopi yang menarik. Ya, Pizza Kopi.

Tidak segan, kedai tersebut menyediakan tiga varian pizza kopi, yakni moccachino pizza, coffee latte pizza, dan espresso pizza dengan harga Rp 50.000 – Rp 150.000,-

Selai Kopi

Bila Anda sering menemukan selai dengan rasa coklat dan buah-buahan, Anda pasti akan tertarik dengan selai kopi. Ide pembuatan ini dipengaruhi oleh adanya produk selai rasa mocha yang didominasi rasa manis karena mengandung gula.

Anda tidak perlu khawatir kesulitan mencari selai kopi karena Anda bisa membuat sendiri selai kopi. Bahannya 3 sdm kopi bubuk, 2 sdm tepung terigu, 1 sdm margarin, 1 sdt ekstra vanili, dan 1 gelas susu cair.

Anda bisa menambahkan aroma kopi dengan menambahkan bubuk coklat, agar Anda tetap bisa membatasi kandungan kopi di dalam selai.

Ayam Goreng Saus Kopi

Ayam goreng dengan saus kopi? Enak, kah? Faktanya, enak. Jangan dikira jika saus teman makan ayam gorengnya hitam karena bubuk kopi saja, ada tambahan saus tiram dan jus apel, dan rempah-rempah lainnya.

Restoran yang menyajikan menu kreatif ini adalah Best Western Premier La Grande di Jalan Merdeka No. 25 – 29, Bandung, Jawa Barat.

Mie Campur Sianida

Bila Anda sering menemukan selai dengan rasa coklat dan buah-buahan, Anda pasti akan tertarik dengan selai kopi. Ide pembuatan ini dipengaruhi oleh adanya produk selai rasa mocha yang didominasi rasa manis karena mengandung gula.

Jangan panik, bukan sianida yang mematikan yang dimaksud, melainkan merujuk pada warna hitam pada mie yang tidak biasa dan bisa membuat orang bingung sebelum memakannya. Mie ini dibuat dengan campuran bubuk kopi, sehingga warnanya pun menjadi hitam gelap. Dari segi rasa, bukan pahit, justru rasa pedas yang ada,

Selain unik karena menggunakan bahan kopi, mie ini dijamin sehat karena dibuat secara tradisiona atau home made dan tidak menggunakan bahan pengawet maupun MSG. Tertarik? Anda bisa menikmati mie kopi ini dengan mengunjungi kedai Rumah Eyang Heri di Yogayakarta.

Coffee Burger

Siapa sangka kopi bisa menjadi burger? Jika biasanya burger disajikan dengan isian daging, keju, salad, tomat, bawang bombay, burger kopi (Coffee Burger) ini disajikan dengan kopi bubuk, madu, bawang bombay, merica hitam, dan telur ayam.

Meski aroma kopi yang cukup dominan, Anda tidak akan menemukan rasa kopi yang tajam pada makanan kreatif ini. Hal ini dikarenakan saus yang digunakan tidak mengandung kopi, melainkan perpaduan rempah dan bumbu lainnya yang bebas dari rasa kopi. Anda bisa mencoba burger kopi di Building 9/11 Café and Concept Store di Denpasar, Bali.

Puding Kopi

Olahan puding tentunya sudah menjadi hal yang tidak mengherankan, mulai dari puding dari aneka buah, puding cokelat, dan puding susu. Yang terbaru, ada kreasi baru puding dengan perpaduan kopi.

Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan resep puding pada umumnya, yang perlu dilakukan adalah menambahkan bubuk kopi sesuai selera Anda. Jika Anda ingin ada rasa manis, Anda bisa menambahkan gula dan bila ingin warnanya tidak terlalu pekat, Anda bisa mencampurnya dengan susu cair.

Donat Kopi

Makanan manis lainnya yang telah dikreasikan dengan kopi adalah donat. Donat biasanya dibuat dengan adonan dari mentega, terigu, telur, kentang, atau ubi. Namun, untuk donat kopi, Anda perlu menambahkan bubuk kopi secukupnya agar muncul aroma dan rasa kopi.

Agar lebih menarik, Anda bisa menambahkan taburan meses atau bubuk coklat di atasnya. Donat ini sangat cocok dikonsumsi untuk Anda yang sedang mengurangi dosis minum kopi harian karena anjuran dokter.

Produk Olahan Kopi Lainnya

Selain beberapa jenis makanan olahan kreatif dari kopi yang telah disebutkan, ada beberapa jenis produk olahan kopi lainnya yang sudah lama ada. Produk ini dibuat tidak dengan kadar kopi tinggi, melaingkan bubuk kopi secukupnya atau hanya berupa essence saja.

Beberapa produk tersebut ialah permen, sirup kopi, kue tiramisu, muffin rasa kopi, roti rasa kopi, hingga minuman kopi instan. Produk ini lebih sering dan mudah didapatkan karena harga yang relatif lebih murah dan hampir ada di setiap kota besar.

Bagaimana? Menarik, bukan?

Produk-produk olahan kopi, yang didominasi oleh makanan tersebut, akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini juga menjadi bagian dari kemajuan dan perkembangan pengolahan kopi di Indonesia.

Bila Anda sedang dalam upaya mengurangi atau membatasi konsumsi minuman kopi murni, Anda bisa menjadikan produk-produk olahan kopi tersebut sebagai pengganti kopi. Bagi Anda penggemar kopi, juga wajib mencoba berbagai produk olahan kopi yang menarik tersebut.

Tentu saja, Anda wajib untuk tetap menjaga pola konsumsi kopi Anda. Meski ada produk olahan kopi dengan kadar kopi yang terbatas, Anda tetap dianjurkan untuk membatasinya. Karena, bila Anda berniat untuk mengganti minuman kopi dengan produk olahan kopi lainnya, tapi tetap mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, maka tidak ada bedanya.

Yang terpenting adalah, Anda harus mengingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan selalu berakhir tidak baik dan cenderung merugikan.

Mengenal Berbagai Supplier Kopi di Indonesia

Mengenal Berbagai Supplier Kopi di Indonesia , Ada banyak pihak yang  berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan komoditas kopi di Indonesia.

Karena usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebutlah, Indonesia bisa menjadi negara penghasil kopi dengan jumlah terbesar ke-empat di dunia.

Dalam artikel sebelumnya, telah diulas beberapa perkumpulan, asosiasi, lembaga dan komunitas, yang terdiri atas para petani kopi, eksportir kopi, peneliti kopi, hingga masyarakat pecinta kopi.

Ada satu lagi pihak yang sangat berperan penting sebagai jembatan antara petani kopi dan masyarakat pecinta kopi. Dalam dunia perdagangan, mereka disebut sebagai supplier atau penyedia. Supplier biasanya membeli atau menghubungkan orang yang yang ingin membeli kopi dalam jumlah tertentu dengan pemilik perkebunan kopi.

Kopi yang disediakan atau dipasok oleh supplier tersebutlah yang bisa dibeli oleh masyarakat secara umum, termasuk untuk pebisnis kopi seperti kafe, kedai, dan warung kopi.

Saat ini, melalui kemauan teknologi dan informasi, Anda bisa dengan mudah menemukan supplier kopi. Beberapa di antaranya juga menjadi distributor kopi, pengusaha perkebunan, dan pelaku industri kopi.

Berikut adalah beberapa supplier kopi yang bisa menambah wawasan sekaligus bekal pengetahuan, jika Anda berniat menjadi pengusaha di bidang kopi.

JPW Coffee – Supplier

Supplier kopi JPW merupakan salah satu supplier yang terkenal terutama di dunia online. JPW Coffee dikelola oleh orang asli Lamongan, bernama Togu Panandaditya. Berawal dari bisnis jasa pembuatan website (JPW), kini sudah menjadi supplier kopi terpercaya.

Bahkan, fokus perusahaan independen ini tidak hanya pada supplier, namun juga mesin kopi hingga pengemasan.

Sebagai supplier kopi, JPW mengkhususkan diri untuk menyediakan jenis specialty coffee di Indonesia. Produk specialty coffee yang menjadi unggulan JPW adalah Kopi Luwak, Kopi Aceh Gayo, Kopi Java Preanger, Kopi Papua Wamena, Kopi Bengkulu, Kopi Lintong, Kopi Bali Kintamani, Kopi Toraja, Kopi Flores Bajawa, hingga Coffee Blend Special.

Supplier yang aktif melayani secara online ini bisa menyuplai 1 ton biji kopi mentah dan 800kg – 1 ton biji kopi mentah dalam sebulan. Target supply JPW 80% dari dalam negeri yang rerata berasal dari kafe maupun perorangan, dan 20% dari luar negeri.

Tertarik menjadikan JPW sebagai supplier kopi Anda? Anda bisa mengunjungi situs resmi JPW Coffee di www.coffeeshop.co.idwww.specialtycoffee.com, dan www.jpwcoffee.com.

Kitera Kopi

Jika JPW Coffee adalah supplier kopi spesialti Indonesia untuk dalam dan luar negeri, Kitera Kopi adalah supplier kopi untuk dalam negeri dan dari luar negeri. Maksudnya, Kitera Kopi tidak hanya menyediakan kopi dari dalam negeri untuk dalam dan luar negeri, tetapi juga mengimpor kopi dari luar negeri untuk dalam negeri.

Dengan slogan “Menyediakan kopi Single Origin dari Aceh sampai Papua, dan Kopi Impor dari Tanzania hingga Brazil”, Kitera Kopi menyediakan tiga jenis produk kopi yakni Kopi Nusantara, Blend Coffee, dan Imported Coffee.

Kitera Kopi memiliki 28 produk Kopi Nusantara yang terdiri atas Kopi Kerinci, Kopi Bajawa, Kopi Aceh Gayo, Kopi Bali Kintamani, Kopi Jawa, Kopi Toraja, Kopi Peaberry, Kopi Liberika, Kopi Mandheling, Kopi Luwak, Kopi Wamena, Kopi Filosofi Kopi, Kopi Toba, hingga Kopi Sumatera. Jenis Kopi Nusantara ini bisa diperoleh dengan harga Rp 35.000 – Rp 345.000,-.

Untuk Blend Coffee, Kitera memproduksi Kopi Java Blend, Kopi Special Blend, dan Kopi Tiam, dengan kisaran harga Rp 45.000 – Rp 55.000, – per 200 gram. Sedangkan produk Imported Cofee, Kitera Kopi menyediakan enam jenis kopi, yakni Kopi Brasil, Kopi Sitio and Serra, Kopi Columbia, Kopi Ethiopia, Kopi Guatemala, dan Kopi Tanzania.

Anda bisa mendapatkan kopi dari supplier Kitera Kopi dengan mengunjungi situs online nya di www.kiterakopi.com atau datang langsung ke alamat supplier di Perumahan Villa Aster, Semarang, Jawa Tengah.

Ulin Coffee – Supplier

Di bawah naungan PT Ulin Agro Perkasa, supplier kopi Ulin Coffee adalah supplier yang menyediakan jenis kopi premium grade untuk konsumsi individu pecinta kopi, hotel, resto, kafe, hingga kebutuhan ekspor.

Kopi yang disediakan Ulin Coffe terdiri atas tiga jenis, yakni biji kopi mentah, roasted beans, dan kopi bubuk siap minum. Jenis kopi yang digunakan adalah jenis kopi Lintong, Mandheling, Aceh Gayo, Toraja, Sidikalang, Java Preanger, hingga Bali Kintamani.

Selain sebagai supplier, Ulin Coffee juga memiliki pabrik kopi yang menjual green coffee bean nusantara untuk kebutuhan ekspor dan domestic, dan menjadi jasa Coffee Roastery dengan konsistensi profile yang tinggi, serta menyediakan berbagai jenis alat, aksesoris, dan perlengkapan seputar pengolahan kopi.

Berminat menjadi pelanggan Ulin Coffee? Kunjungi situs online nya di www.ulincoffee.com atau hubungi melalui email di marketing@ulincoffee.com. Jika Anda berdomisili di daerah Jakarta, Anda bisa langsung mendatangi pusat kantornya di Jalan Rawamangun Muka Timur No. 74, Jakarta Timur.

Mr. O Coffee

Dengan klaim “Supplier Single Origin Terlengkap Se-Indonesia”, Mr. O Coffee menyediakan biji kopi jenis Arabika dan Robusta dari Sabang sampai Merauke. Keistimewaan Mr. O Coffee sebagai supplier kopi adalah adanya special price atau harga menarik untuk pembelian dengan standar grosir, reseller, dan kafe.

Mr. O Coffee menjamin kualitas biji kopi yang dipasoknya dengan tiga faktor yakni kopi kualitas terbaik dengan grade tertinggi, sertifikasi sebagai Advance Roaster dari AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia), dan kualitas kopi dengan proses sangrai menggunakan metode berstandar internasional.

Ada beragam jenis kopi yang disediakan Mr. O Coffee, di antaranya Kopi Gayo, Kopi Papua Kiwirok, Kopi Toraja, Kopi Flores Golewa, Kopi Sumatera, Kopi Jawa, Kopi Bali, hingga Kopi Special House Blend dan Kopi Fine Robusta.

Bila Anda tertarik membeli kopi dari Mr. O Coffee, Anda bisa melihat produk kopi yang ditawarkan melalui situs resminya di www.mrocoffee.com.

Selain supplier-supplier kopi yang telah disebutkan banyak supplier kopi lainnya dengan skala kecil dan biasanya ada di daerah persebaran perkebunan kopi di Indonesia. Supplier yang telah diulas tersebut adalah supplier  dengan jangkauan dan skala pengiriman yang lebih besar.

Jika Anda bingung menentukan supplier kopi yang terbaik, Anda bisa mempertimbangkan beberapa faktor untuk memilih supplier kopi terbaik dan terpercaya. Pertama, carilah referensi tentang daftar supplier kopi dari berbagai sumber, salah satunya dengan membaca artikel ini.

Kedua, carilah testimoni atau pendapat dari pelanggan atau orang yang pernah membeli kopi dari supplier yang Anda inginkan. Beberapa situs supplier kopi menyediakan kolom testimoni untuk pelanggannya. Jika kesulitan, Anda juga bisa bertanya melalui kenalan Anda di suatu komunitas atau asosiasi kopi.

Ketiga, jika Anda serius membeli kopi dari seorang supplier, mintalah pada supplier kopi untuk mengirimkan sampel kopi. Biasanya supplier kopi bersedia mengirimkan sampel kopi pada calon pembelinya yang serius.

Terakhir, jika Anda ingin lebih pasti dan yakin dengan supplier kopi tersebut, Anda bisa langsung mendatangi lokasi penyimpanan supplier atau perkebunan kopi yang bekerja sama dengan supplier  tersebut.

Tentu untuk melakukannya, pasti sedikit memakan waktu dan membutuhkan usaha lebih banyak. Namun, hal tersebut sangat disarankan untuk Anda yang masih pemula di bidang usaha kopi agar tidak mengalami kerugian yang membuat Anda menyesal di kemudian hari.

Mengenal Barista: Si Pembuat Kopi Enak di Kedai-kedai Kopi Mahal

Mengenal Barista: Si Pembuat Kopi Enak di Kedai-kedai Kopi Mahal , Sebelumnya Anda sudah mengenal supplier atau penjual sekaligus penyedia berbagai jenis kopi di Indonesia.

Salah satu pihak yang selalu membutuhkan keberadaan supplier kopi adalah kafe, kedai kopi, hingga hotel yang menyediakan kopi sebagai menu utamanya.

Banyak orang awam, yang menganggap kopi, apapun jenis atau bentuknya, akan menghasilkan rasa yang sama. Faktanya, biji kopi yang sama bisa menciptakan rasa yang berbeda dengan teknik atau cara penyajian yang berbeda. Teknik atau cara penyajian tersebutlah, yang tidak banyak orang ketahui.

Kopi yang dijual di kafe, kedai kopi, atau hotel memiliki citarasa yang enak, nikmat, dan khas. Hal inilah yang menyebabkan harga kopi di tempat-tempat tersebut memiliki harga yang relatif lebih mahal daripada di tempat lainnya, yang sekadar menyajikan kopi secara instan sehingga rasanya terkesan sama saja.

Di balik rasa kopi yang enak tersebut, ada seorang pencipta yang ahli dalam membuat racikan kopi, mulai dari pemilihan biji kopi, takaran kopi, proses roasting, hingga cara atau teknik menyeduh kopi.

Jika Anda seorang pecinta kopi, Anda pasti tidak asing dengan pembuat kopi enak, yang biasanya disebut barista. Siapa sebenarnya barista itu? Berikut adalah ulasan tentang barista.

Pengertian Barista

Beberapa orang mendefinisikan barista dengan arti: orang yang membuat dan menyajikan kopi. Definisi tersebut memang tidak salah, namun terlalu sederhana. Karena definisi yang sederhana itu, banyak orang yang menganggap profesi barista sebagai profesi yang kurang bermakna. Bahkan tidak sedikit yang meremehkan barista karena tidak mengenalnya lebih dalam.

Jadi, apa sebenarnya barista?

Tugas utama barista adalah membuat dan menyajikan kopi. Namun, lebih dari itu, seseorang yang menyandang profesi sebagai barista adalah seseorang yang menjamin kopi yang disajikanya pasti enak.

Barista juga seorang seniman. Mereka memiliki teknik dan cara khusus dalam membuat dan menyajikan kopi. Mulai dari keterampilan pemilihan biji kopi, roasting, brewing, hingga teknik Latte Art juga mereka kuasai guna memaksimalkan rasa kopi.

Kemampuan seorang barista adalah kunci keberhasilan sebuah kafe atau kedai kopi. Tidak jarang, karena kemampuan barista yang handal, Anda bisa menikmati jenis minuman kopi yang enak dan unik daripada minuman kopi lainnya.

Masih ingat dengan Coffee Event di tingkat dunia yang sudah dibahas pada artikel yang lalu? Kebanyakan dari Coffee Event tersebut adalah ajang adu keterampilan antarbarista dari berbagai negara. Hal ini menjadi bukti bahwa keberadaan barista sangat dihargai oleh kalangan tertentu yang memahami pengertian profesi barista.

Fakta tentang Barista

Jika sudah mengetahui pengertian barista, maka seharusnya Anda pun tahu apa yang mereka kerjakan atua tugas mereka. Beberapa orang yang sudah mengenal dan mengetahui seluk beluk tentang barista berpendapat, “Tidak mudah menjadi barista”. Mengapa? Apa saja tugas mereka?

Seperti pernyataan sebelumnya, barista bertugas untuk membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan di suatu kafe atau kedai kopi. Mereka melakukan tugasnya dengan berbagai metode dan cara.

Mulai dari membuat kopi menggunakan mesin espreso komersial yang rumit, mengukur suhu yang tepat agar pas dengan jenis kopi, mempersiapkan campuran kopi sesuai dengan racikan dan resep dari menu yang diinginkan, hingga menyelesaikannya dengan sentuhan seni yang Anda sebut Latte Art.

Selain keterampilan, seorang barista juga harus bisa menguasai pengetahuan tentang seluk beluk kopi yang dibuatnya. Seorang pecinta kopi yang sudah berpengalaman, biasanya berpengetahuan luas, karenanya jika ia bertanya tentang jenis kopi yang disajikan oleh barista, sudah sewajibnya barista tersebut bisa menjelaskannya dengan baik.

Untuk mencapai keterampilan dan wawasan pengetahuan yang luas, seorang barista harus melakukan banyak latihan. Mereka tidak hanya harus bersekolah di sekolah khusus barista, melainkan juga mengikuti workshop, training, dan kompetisi untuk meningkatkan kemampuannya sebagai seorang barista. Sungguh tidak mudah, bukan?

Dengan berbagai upaya tersebut, tentu seseorang yang ingin menjadi barista membutuhkan banyak tenaga, waktu hingga bertahun-tahun, dan juga biaya yang tidak sedikit. Lalu, bagaimana dengan gaji seorang barista?

Persoalan inilah yang sering menjadi dasar dari anggapan yang remeh terhadap barista di Indonesia. Bila Anda pernah berkunjung ke negara yang memiliki budaya minum kopi, Anda akan terkejut dengan gaji yang mereka dapatkan.

Barista di negara dengan kultur minum kopi yang erat, seorang barista bisa memperoleh gaji per jam dengan jumlah yang menarik. Di Australia, seorang barista bisa mendapatkan penghasilan $35 per jam, sedangkan di Oslo (Norwegia) penghasilan profesi seorang pembuat kopi tersebut bisa mencapai $28 per jam. Fantastis, ya?

 Barista di Indonesia

Kualitas dan kuantitas keberadaan barista di setiap negara tidaklah sama. Kondisi hal-hal yang meliputinya pun, berbeda. Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia, seharusnya memiliki juga memiliki kualitas dan kuantitas barista yang sama besarnya.

Nyatanya, jumlah barista di Indonesia masih sangat sedikit dan sebanding dengan kekayaan komoditas kopinya. Hal ini dikarenakan profesi barista masih dianggap sepele dan tidak ada edukasi tentang seberapa banyak peluang yang bisa didapatkan ketika menggeluti profesi barista.

Dilihat dari segi prestasi pun, barista tanah air masih kalah dengan beberapa negara lainnya, meski sebenarnya selalu bisa bersaing dengan baik.

Pada 2016 lalu, barista delegasi Indonesia, Yoshua Tanu berhasil meraih posisi ke-15 dalam World Barista Championship. Di tahun yang sama, Prawira Edo Adhiguna berhasil menjadi peserta semifinal dalam World Aeropress Championship.

Ada juga Ryan Wibawa, peringkat ke-23 dalam World Brewers Championship; Ovie Kurniawan, peringkat ke-35 dalam World Latte Art Championship; dan Hageng Pribadi, peringkat ke-23 dalam World Cup Tasters Championship.

Bagaimana dengan segi penghasilan atau pendapatan barista di Indonesia?

Selayaknya sebuah profesi yang berkaitan dengan keterampilan, penghasilan seorang barista beragam, sesuai dengan pengalaman dan level kemampuannya. Dari penuturan seorang barista, pendapatan minimal seorang barista adalah Rp 2.000.000 – Rp 2.500.000,- per bulan.

Jika seorang barista sudah sering mengikuti atau menjadi juara dalam sebuah kompetisi, maka pendapatannya pun akan meningkat. Apalagi jika ia menjadi pelatih dalam workshop yang berkaitan dengan profesi barista, penghasilannya bisa mencapai Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000,- per bulan.

Pendapatan tersebut tentu sangat menjanjikan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, pendapatan barista di Indonesia masih kalah jauh. Namun, hal ini wajar di negara yang tidak memiliki kultur minum kopi dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berkembang seperti Indonesia.

Tidak heran jika ada beberapa barista asal Indonesia yang lebih memilih berkarir di luar negeri untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak dan kembali lagi ke Indonesia untuk membagikan pengalaman dan wawasannya ke pada calon-calon barista.

Intinya, agar Indonesia tidak hanya maju di bidang komoditas kopi, Anda dan masyarakat lainnya harus turut meningkatkan kualitas dan kuantitas barista di Indonesia. Dengan membaca artikel ini, Anda sudah selangkah lebih maju dalam upaya tersebut, yaitu dengan mengetahui lebih dekat tentang profesi barista di Indonesia.

Jika Anda sudah memahami profesi barista dengan baik, Anda bisa menularkan pemahaman Anda kepada orang-orang yang masih awam lainnya, agar profesi barista tidak lagi dianggap remeh dan menjadi profesi yang membanggakan bagi orang lain dan tanah air.

Barista-Barista Terkenal di Indonesia

Sebelumnya, sudah diulas secara sekilas tentang profesi barista dan beberapa fakta umum yang ada di baliknya. Sudah disebutkan pula, bahwa Indonesia sebagai negara penghasil dan pengekspor kopi terbesar keempat di dunia, memiliki barista dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.

Hal itu terjadi karena minimnya pengetahuan dan edukasi tentang pentingnya keberadaan barista dan peluang yang bisa diraih dari profesi tersebut. Namun, meski terbilang sedikit, Indonesia memiliki beberapa barista yang terkenal.

Popularitas barista-barista tersebut dipengaruhi oleh pencapaian yang ia raih, berdasarkan pelatihan, peningkatan kemampuan, keberhasilan membangun sebuah usaha, hingga keberhasilan dalam sebuah kompetisi nasional maupun internasional. Siapa sajakah mereka? Berikut ulasannya.

Doddy Samsura

Barista yang bernama lengkap Datuk Doddy Pancawinata Syahputra Samsura ini sudah dikenal orang seprofesinya dan kalangan tertentu di bidang kopi, sejak 2011 – 2012 lalu, ketika ia  menjadi juara Indonesia Barista Championship dan runner-up di kompetisi Asia Barista Championship.

Bagi pria kelahiran Aceh Timur ini, kualitas rasa kopi yang dibuat oleh seorang barista, tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan, tetapi juga usaha dan kerja keras dalam proses pembuatan kopi tersebut.

Karena kerja kerasnya, pria yang sekarang berusia 35 tahun tersebut bisa meraih posisi ke-25 dari 51 peserta pada ajang World Barista Championship di Melbourne (Australia) pada 2013 dan semakin terkenal sebagai barista profesional di Indonesia.

Menurutnya, ketika seseorang yang awam dengan dunia kopi, berkunjung ke kafe, kebanyakan dari mereka menganggap barista sebagai pelayan, bukan tenaga profesional. Hal ini membuat pemilik sekaligus store manager 1/15 Coffee tersebut berkeinginan untuk mengedukasi masyarakat bahwa barista adalah seorang profesional yang tidak layak untuk diremehkan.

M. Choirudin Syah

Laki-laki yang sekarang berusia 29 tahun ini akrab disapa Irul. Ia sempat ramai diperbincangkan karena keberhasilannya menjadi juara pertama dalam kompetisi Vergnano Best Barista Competition  di Paris (Perancis), pada 2014 silam.

Barista yang sempat menguasai mesin espresso sebelum bekerja di kafe Umabo tersebut hanya berlatih selama 6 bulan sebelum mengikuti kompetisi tingkat dunia yang diadakan oleh Caffe Vergnano, produsen kopi yang sudah ada sejak 1882 di Italia.

Menurut Erie Santausa, barista trainer yang menjadi pelatihnya saat itu, Irul pantas menjadi pemenang karena memiliki daya tarung, kecepatan, dan kemampuan menciptakan konsistensi rasa pada setiap kopi yang ia buat.

Di tahun-tahun sebelumnya, kompetisi Vergnano Best Barista dirajai oleh orang Italia. Namun Irul berhasil menjadi merebut posisi puncak tersebut sekaligus mencetak rekor baru, yaitu membuat delapan cappuccino to go (minuman kopi jenis cappuccino yang dibawa pulang) dalam waktu kurang dari 15 menit.

 Firmansyah ‘Pepeng’

Jika Anda pecinta kopi dan berdomisili di Yogyakarta, Anda pasti tidak asing dengan sebuah kedai kopi yang dijuluki Klinik Kopi. Pemilihknya, seorang pria bernama Firmansyah, akrab dipanggil Pepeng.

Pepeng tidak menyebut dirinya seorang barista karena ia tidak pernah menempuh pendidikan khusus di sekolah barista. Namun, banyak orang yang pernah atau berlangganan di Klinik Kopi, pasti akan mengakui kalau kopi buatan Pepeng tidak kalah dengan buatan barista di kafe atau kedai kopi mahal lainnya.

Meski tidak menempuh pendidikan sebagai barista, Pepeng berusaha menjadi peracik, khususnya brewer (peneyduh) kopi dengan pengalaman yang ia dapatkan dari perjalanan jauhnya. Ia mengembara ke berbagai tempat di Indonesia untuk mendapatkan kopi terbaik.

Di sela-sela pengembaraannya, ia belajar banyak hal dari berkomunikasi, bergaul, dan saling berbagi pengetahuan tentang kopi dengan para petani. Hasilnya, ia menamai dirinya sebagai story teller yang akan selalu menceritakan kisah di balik sajian kopi yang dibuatnya untuk setiap pengunjung di Klinik Kopi.

Uniknya, ia tidak menggunakan gula atau sejenisnya dalam proses pembuatan kopi. Ia bahkan tidak menyediakan menu kopi untuk tamunya. Melainkan langsung menanyakan kopi seperti apa yang mereka inginkan, dan ia akan membuatkannya.

Yoshua Tanu

Satu lagi barista tanah air yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, bernama Yoshua Tanu. Barista muda sekaligus pemilik kedai kopi Common Ground Cofee tersebut adalah juara Indonesia Barista Championship pada 2014. Ia adalah wakil Indonesia untuk World Brewing Championship pada 2016.

World Brewing Championship (WBC) adalah kompetisi untuk menguji keterampilan dan pengetahuan para barista dari berbagai negara di dunia. Yoshua Tanu dan puluhan peserta lainnya, diharuskan membuat dua belas jenis minuman kopi dan mempresentasikannya di depan juri.

Rasa, aroma, cara, dan teknik yang dihasilkan Yoshua Tanu dalam kompetisi internasional tersebut berhasil membuatnya mencapai posisi ke-15 dari 62 peserta dan membuat dunia menyadari kemampuan barista Indonesia.

Kabar terbarunya, laki-laki berkacamata ini berhasil menjadi pemenang dalam Indonesia Barista Championship 2017 dan berhasil meraih posisi ke-13 dalam World Barista Championship yang diadakan di Seoul (Korea Selatan) pada November 2017 lalu.

Ryan Wibawa

Barista berusia 23 tahun yang dikenal dengan wajah tampannya ini adalah juara kompetisi Indonesia Brewers Cup (IBC) pada 2015 lalu. Laki-laki kelahiran Jakarta tersebut telah menyandang Coffee Master (barista yang telah menempuh program khusus sebagai model terbaik yang menguasai teknik dan detail penyajian kopi di sebuah kafe/kedai kopi) sejak 2013.

Pada kompetisi IBC yang lalu, pria yang bekerja sebagai barista di gerai Starbucks tersebut memukau juri karena menggunakan jenis kopi yang berbeda yakni Panaman Geisha. Jenis kopi tersebut ia dapatkan dari hasil pencariannya ke Singapura, seminggu sebelum kompetisi.

Dengan menjadi pemenang dalam kompetisi nasional tersebut, ia menjadi perwakilan Indonesia untuk kompetisi yang sama dengan skala internasional yakni World Brewers Cup 2016. Ia meraih posisi ke-23 dari 36 peserta dalam kompetisi yang dilaksanakan di Irlandia pada Juni 2016.

Selain nama-nama tersebut masih ada beberapa barista tanah air yang memiliki prestasi di dalam dan di luar negeri. Ada Ovie Kurniawan, barista yang menjuarai Indonesia Latte Art Championship 2017;  Harison Chandra, juara pertama Indonesia Brewers Championship 2017; Dimas Juliannur Fajar, juara Indonesia Cup Tasters Championship 2017, dan masih banyak lagi dari kompetisi terkait di tahun-tahun sebelumnya.

Selain terkenal, barista-barista yang telah diulas tersebut menjadi contoh bagi Anda bahwa keberadaan barista di Indonesia wajib diketahui dan diapresiasi secara luas. Mereka tidak hanya mengukir kebanggaan di dalam negeri, tetapi juga berhasil membawa nama Indonesia di dunia internasional.

Meski beberapa di antaranya masih karyawan sebuah kedai, pemiliki kafe, atau bahkan yang tidak pernah mengenyam pendidikan khusus di sekolah barista, mereka tetaplah barista yang bisa secara terampil menyajikan kopi dengan kualitas rasa yang enak dan khas.

baca juga

1. Mengenal Barista: Si Pembuat Kopi Enak di Kedai-kedai Kopi Mahal

2. Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Karenanya, Indonesia perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas baristanya. Hal ini bisa dimulai dengan memahamkan masyarakat awam akan peran dan posisi barista dalam jajaran tenaga profesional yang ada di Indonesia, agar tidak ada lagi pengertian sederhana yang jauh dari pengertian sebenarnya tentang barista.

Selanjutnya, jika masyarakat mengetahui peran dan posisi penting barista serta peluangnya di zaman modern ini, ketertarikan terhadap profesi ini akan meningkat dan bisa melahirkan lebih banyak barista yang berbakat di masa depan.

Langkah Awal Membuat Kopi Enak Ala Barista

Menjadi barista adalah hal yang tidak mudah. Diperlukan banyak latihan dan pengalaman yang menguras waktu, tenaga, dan biaya. Hal tersebut, ditambah dengan kurangnya pemahaman masyarakat awam terhadap profesi tersebut yang menyebabkan kurangnya apresiasi terhadap keberadaan barista di dalam negeri.

Namun, bagi Anda pecinta kopi yang merasa kurang mampu melewati serangkaian pelatihan yang membutuhkan banyak biaya dan waktu, Anda bisa mencoba membuat kopi dengan kualitas rasa seenak buatan barista.

Sebelum Anda mengenal banyak resep racikan kopi, Anda harus mengetahui dasar-dasar atau langkah awal untuk membuat kopi enak ala barista. Apa saja langkah-langkahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Pilih Biji Kopi yang Berkualitas

Sebelum Anda mulai belajar meracik kopi ala barista, Anda harus ingat suatu pernyataan yaitu “Kopi itu digiling, bukan digunting”. Jadi, jika Anda ingin merasakan kopi dengan rasa seenak buatan barista, hindari menggunakan kopi instan atau yang biasa disebut kopi sachet. Karena tidak ada satu pun barista yang menggunakan kopi sachet.

Anda bisa membeli biji kopi asli dari jenis kopi apapun secara online atau membeli di supermarket seperti merk Excelso Gold. Ingat, gunakan biji kopi hanya ketika akan dikonsumsi, Anda bisa menggunakan alat French Press atau Coffee Dripper. Jadi, gunakan biji kopi secukupnya, agar rasa kopi tetap fresh saat diminum.

Persiapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Hal utama yang penting setelah biji kopi adalah peralatan membuat kopi. Selayaknya barista, Anda juga membutuhkan peralatan khusus untuk membuat kopi. Ada beberapa jenis peralatan kopi yang Anda pilih sesuai dengan teknik brewing kopi yang akan Anda gunakan, di antaranya yaitu French Press, V60, Percolator, Aeropress, dan lainnya.

Meski sebenarnya bisa menggunakan peralatan sederhana lain atau bahkan tanpa alat, akan sangat sulit untuk mencapai ketepatan rasa kopi yang seenak buatan barista tanpa ada peralatan yang mendukung. Anda juga perlu menjaga kebersihan peralatan kopi yang akan Anda gunakan agar minuman kopi yang Anda hasilkan tetap terjaga higienitasnya.

Ikuti Resep Racikan yang Ada

Tadao Ueshima dijuluki The Father of Coffee in Japan atau Bapak Kopi-nya Jepang. Ia adalah pendiri Ueshima Coffee Co. Ltd. yang bergerak di bidang produksi kopi dan penjualan produk kopi (Ground Coffee dan Instant Coffee).

Anda bisa mendapatkan banyak resep racikan kopi ala barista yang beredar di dunia maya. Cukup dengan searching menggunakan keyword  resep racikan kopi barista, Anda bisa mendapatkan banyak resep dengan perpaduan dan bahan yang berbeda.

Misalnya resep racikan Caramel Macchiato, Latte, Cappuccino, Americano, dan sebagainya. Yang perlu Anda ingat adalah, ikuti dengan baik resep yang ada, terutama takaran dan ukuran untuk takaran kopi bubuk, suhu air, creamer, susu atau gula.

Penggunaan Susu, Gula, dan Creamer

Sekali lagi, ikuti resep yang sudah dijabarkan dan terbukti berhasil. Anda bisa mengetahui berhasil atau tidaknya sebuah resep racikan kopi dengan melihat testimoni atau komentar pada artikel yang mempublikasikan resep racikan tersebut.

Anda perlu memahami bahwa penggunaan bahan yang berbeda akan membuat rasa yang berbeda. Maksudnya, jika dalam resep ada penyebutan creamer, Anda harus menggunakan creamer bukan susu, meski ada susu dengan kekentalan yang mirip dengan creamer, atau juga sebaliknya.

Pada pembuatan Latte misalnya, Anda harus menggunakan susu pasteurisasi atau UHT, bukan creamer. Untuk jenis atau merk susu UHT, Anda bisa bebas memilih, misalnya merk Green Fields, Indomilk, Ultra, dan sebagainya bergantung selera. Anda juga bisa mencoba berbagai jenis, untuk mendapatkan rasa yang sesuai dengan keinginan Anda.

Sajikan dalam Wadah Keramik

Kunci untuk mempertahankan kualitas rasa kopi adalah dengan menjaga suhu kopi. Anda pun pasti tahu, kopi dalam keadaan hangat akan berbeda rasanya dengan kopi yang sudah dingin. Semakin turun suhu kopi, maka semakin berubah rasanya hingga menjadi tidak fresh dan hanya meninggalkan rasa pahit saja.

Salah satu cara untuk menjaga suhu sajian kopi adalah dengan menggunakan gelas keramik atau cangkir keramik, bukan gelas kaca atau plastik. Hal ini karena gelas atau cangkir keramik memiliki ketebalan wadah yang lebih tebal dibanding gelas kaca atau plastik, sehingga bisa menghambat penurunan suhu kopi.

Minumlah dalam Keadaan Hangat

Tujuan menggunakan wadah keramik seperti gelas atau cangkir keramik adalah agar bisa dinikmati ketika hangat dalam keadaan yang lebih lama. Biasanya, para pecinta kopi akan mengonsumsi kopi dalam keadaan hangat, dan tidak menyisakan kopi dalam keadaan dingin.

Jika kopi dikonsumsi dalam keadaan dingin, Anda tidak akan bisa merasakan kenikmatan kopi yang seharusnya bisa dirasakan ketika dalam keadaan hangat. Juga, kualitsa biji kopi yang baik bisa dinilai ketika sudah dalam keadaan hangat.

Cukup mudah untuk diikuti, bukan?

Jika Anda merasa kesulitan mendapatkan biji kopi yang baik, Anda bisa membaca kembali ulasan artikel sebelumnya tentang supplier kopi yang terpercaya. Supplier kopi bisa memberi saran kepada Anda tentang biji kopi berkualitas dengan rasa atau karakter yang sesuai dengan selera Anda.

Anda juga tidak perlu bingung untuk mendapatkan peralatan atau mesin kopi yang akan Anda gunakan sesuai dengan resep racikan. Namun, lebih baik jika Anda memahami mesin pembuat kopi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda sebelum memutuskan untuk membelinya.

Membuat kopi ala barista memang membutuhkan usaha yang lebih banyak daripada membeli kopi di kedai kopi atau kafe yang bisa dilakukan dalam hitungan menit. Namun, hal itu jauh lebih sedikit daripada usaha dan perjuangan para barista untuk mendapatkan keahlian dan keterampilannya.

Juga, selain harga yang cukup mahal, Anda tidak bisa memaknai usaha di balik rasa enak sebuah sajian kopi. Dengan mencoba membuat kopi enak ala barista, Anda bisa mengetahui perjuangan di balik rasa enak dengan citarasa dan aroma yang khas dari kopi.

Bila Anda sudah berhasil membuat racikan kopi seenak barista, Anda akan tertantang untuk membuat kopi dengan resep racikan lainnya atau mencoba berkreasi dengan perpaduan takaran dan suhu yang berbeda.

Hal ini bisa menjadi langkah awal bagi Anda untuk belajar menjadi barista, lho! Bahkan, beberapa orang yang sudah menjadi barista, juga belajar membuat kopi berdasarkan resep racikan kopi secara otodidak. Tidak tiba-tiba belajar meracik kopi di sekolah barista.

Nah, tertarik mencoba?

Simpulannya, jangan lupa, untuk selalu mengutamakan biji kopi dan lupakan kopi sachet instant. Gunakan mesin kopi yang mendukung resep racikan kopi, juga jaga kebersihannya selama proses pembuatan. Anda harus mengikuti setiap instruksi bahan yang ada pada resep, gunakan susu, creamer dan gula sesuai resep.

Jika Anda sudah mengingatnya, Anda bisa menyajikan kopi ala kafe yang seenak buatan barista. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena Anda sudah bisa membuatnya sendiri.

Sekolah Barista

Sekolah Khusus untuk Para Calon Barista di Indonesia , Anda sudah lebih memahahi profesi barista dengan mengenal beberapa barista Indonesia yang terkenal dan berprestasi di bidangnya dari ulasan artikel sebelumnya.

Dengan mengenal profesi dan orang-orang yang berkecimpung dalam profesi tersebut, Anda bisa meningkatkan pemahaman Anda bahwa barista buka sekadar pembuat kopi yang sama dengan pelayan.

Sudah disebutkan pula pada ulasan yang sama, bahwa menjadi barista tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun, latihan berkali-kali, dan pengalaman yang banyak untuk bisa menjadi barista yang handal dan profesional.

Barista-barista yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya tidak mengenyam pendidikan secara khusus di sekolah barista. Mereka belajar secara otodidak dari pengamatan dan berguru dengan barista profesional lainnya dalam waktu singkat.

Sebenarnya hal tersebut kurang bisa menjadi bekal seorang calon barista dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Akan lebih baik, jika seseorang yang berniat menjadi barista mendapat pelatihan dan pendidikan khusus secara resmi dalam waktu yang cukup, yaitu di sekolah khusus barista.

Di Indonesia, keberadaan sekolah khusus barista sangat terbatas. Hal ini akibat profesi barista belum begitu dilirik oleh masyarakat secara luas, sehingga tidak banyak generasi muda yang tertarik menjadi barista. Namun, terbatas bukan berarti tidak ada.

Meski tidak berupa sekolah khusus keterampilan pada umumnya, eksistensi sekolah barista telah dijamin kredibilitasnya karena telah diakui oleh lembaga di bidang kopi di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut adalah ulasan tentang sekolah barista yang ada di Indonesia.

Indonesian Coffee Academy

Indonesian Coffee Academy adalah sekolah barista yang dimiliki oleh salah satu coffee shop terkenal yaitu Anomali Café. Dengan budget tiga juta rupiah saja, Anda bisa mulai belajar menjadi barista di sekolah kafe ini selama tiga hari.

Pengetahuan dasar tentang kopi dan barista adalah pelajaran pertama yang akan diberikan pada para calon barista. Kemudian, mereka akan dilatih untuk menguasai espresso dengan praktik membuatnya, mulai dari teknik steaming hingga teknik menuang susu.

Anda juga akan diberi pelatihan tentang Latte Art  agar Anda bisa memberi sentuhan seni dan karakter pada kopi dan Cupping supaya Anda bisa menilai kualitas citarasa, aroma, hingga kadar keasaman kopi yang Anda buat.

Jika Anda tertarik dengan sekolah barista ini, Anda bisa mencari informasi terkait dengan mengunjungi situs store.anomalicoffee.com atau menghubunginya melalui email ke jakarta@coffeeindonesia.academy atau bali@coffeeindonesia.academy.

Caswell’s Coffee Lab

Sekolah barista yang menjadi satu dengan sebuah kafe ini telah diakreditasi oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). Dengan biaya kurang lebih 19 juta rupiah, Anda bisa belajar menjadi barista di sini.

Ada banyak hal yang bisa Anda pelajari di sekolah kafe ini, di antaranya menguasai berbagai macam faktor untuk menilai cita rasa, aroma, kadar keasaman dan aftertaste sebuah sajian kopi. Melalui program Quality Grader, Anda juga akan dilatih menjadi cuppers  atau pencicip kopi yang menguasai keahlian menilai kualitas dan karakteristik berbagai macam kopi.

Meski tarif yang ditawarkan cukup mahal, hal ini sebanding dengan sertifikasi barista yang akan Anda dapatkan dari sekolah barista yang terletak di Jalan R. S. Fatmawati No. 15 A, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Bila Anda berminat dan mmebutuhkan informasi lebih lanjut, Anda bisa berkunjung ke situs resminya di www.caswellscoffee.com.

 Universita del Caffe dell Indonesia (UDC)

Beberapa waktu yang lalu, PT Bahana, distributor perusahaan peralatan kopi asal Italia, Illy, membuka Universitas Kopi Indonesia atau Universita del Caffe dell Indonesia (UDC). Sekolah ini tidak hanya bertujuan untuk melahirkan barista profesional, tetapi juga Coffee Artist yang handal.

Di UDC, para balon barista akan difokuskan untuk menguasai pengetahuan dasar tentang kopi, mulai dari asal muasal kopi hingga teori pemilihan biji kopi terbaik. Ada dua kelas yang diprogramkan menjadi empat sesi dalam sekolah ini, yaitu Espresso Expert (pelatihan dasar kopi dan teknik membuat espreso) dan Creative Coffee (penguasaan Latte Art).

Dengan biaya 2,6 juta rupiah, Anda bisa mengikuti dua kelas tersebut. Tertarik? Anda bisa mengunjungi sekolah ini secara langsung di Jalan K.H. Hasyim Ashari No. 1D Jakarta Pusat.

A Bunch of Caffeine Dealer (ABCD) School of Coffee

Pecinta kopi yang berdomisili di Jakarta, pasti tidak asing dengan coffee shop yang menaungi sekolah barista satu ini. Sudah banyak yang mengakui bahwa rasa kopi di kafe ABCD adalah kopi yang tidak sekadar nikmat, tetapi juga khas.

Tidak heran, banyak orang yang tertarik dengan kelas pelatihan barista yang diadakan di kafe ini, demi bisa menciptakan kopi yang sama nikmatnya dengan buatan kafe ABCD. Tarif yang ditawarkan untuk kelas pelatihan di ABCD juga beragam, mulai dari 1 – 3,3 juta rupiah untuk kelas pelatihan khusus seperti Brewing Class, Cupping Class, dan  Latte Art Class.

Jika Anda ingin mengikuti seluruh kelas, Anda bisa memilih program kelas secara lengkap dengan membayar lima juta rupiah saja. Ingin mencoba? Kunjungi situs resmi ABCD di www.abcd.coffee atau kunjungi lokasinya langsung di Jalan RP Soeroso, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

5758 Coffee Lab

Sekolah barista yang memiliki trainer dengan sertifikasi SCAA ini terletak di Bandung. Dengan jaminan tersebut, Anda yang berdomisili di Bandung, tidak perlu ragu untuk mengikuti kelas pelatihan barista di 5758 Coffee Lab.

Selain kelas barista, Anda bisa mengikuti program kelas lain yang lebih spesifk yakni manual brewing class, latte art class, hingga quality grader class. Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan menjadi barista di tempat ini pun beragam, mulai dari Rp 750.000,- hingga puluhan juta rupiah bergantung pada program dan kelas yang Anda ambil.

Berminat? Anda bisa mencari informasi lebih jauh tentang sekolah barista ini dengan mengakses situs resminya di www.5758coffeelab.com atau datang langsung ke Jalan Pinus Raya Barat (Gegerkalong), Sukasari, Bandung.

Bagaimana? Semakin termotivasi untuk mengikuti kelas pelatihan di sekolah barista?

Tentu hal ini bukan paksaan atau tuntutan bagi Anda yang ingin menjadi barista handal. Namun, dengan menyesuaikan suasana yang tepat sebelum menjadi barista, sudah pasti akan sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Anda.

Seperti pernyataan sebelum-sebelumnya, menjadi barista itu tidak mudah. Membutuhkan banyak waktu, tenaga, hingga biaya yang tidak murah untuk bisa menyandang profesi barista. Karenanya, Anda harus memantapkan niat dan konsistensi usaha agar Anda bisa mencapai tujuan Anda.

Setelah mengetahui lebih dalam lagi tentang barista, mulai dari pemahaman profesi, para barista berprestasi, hingga sekolah barista yang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk tidak mengapresiasi profesi barista.

Dan sekali lagi, jangan menyamakan barista dengan pelayan biasa yang sekadar menyajikan kopi untuk Anda. Karena bagi para pecinta kopi yang sudah berpengalaman, kopi buatan barista selalu memiliki karakternya masing-masing.

Sekolah Khusus untuk Barista di Luar Negeri

Keberadaan sekolah barista sangat berperan penting, tidak hanya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan seorang calon barista, namun juga menjadi salah satu faktor pembentuk kepribadiannya ketika menjadi barista.

Di Indonesia, keterbatasan sekolah barista sebanding dengan sedikitnya minat dan ketertarikan generasi muda saat ini terhadap profesi barista. Namun, di luar negeri, ada banyak sekolah barista yang memiliki standar pelatihan yang lebih maju dengan intensitas pelatihan yang lebih baik, terutama di negara-negara maju yang menyadari pentingnya profesi barista.

Berikut adalah ulasan tentang beberapa sekolah khusus untuk barista di luar Indonesia dengan standar internasional.

Barista and Coffee Academy of Asia (BCAA)

Sekolah yang awalnya bernama Philippine Barista and Coffee Academy ini dibangun pada 2009. Baru pada 2015, sekolah yang memiliki afiliasi dengan American Barista and Coffee School ini mengubah namanya menjadi Barista and Coffee Academy of Asia (BCAA).

Sekolah ini didirikan sebagai respon dari antusiasme masyarakat Filipina yang tinggi terhadap konsumsi kopi sejak tahun 1990an. Para pendirinya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan barista di Filipina dan apresiasi masyarakat terhadap kopi.

Di sekolah ini, Anda akan ditawari pelatihan barista kelas dunia, yang berpola sama dengan American Barista and Coffee School. Setelah melewati pelatihan di BCAA, Anda akan dijamin mampu mengelola kafe hingga menjadi petani kopi yang berkualitas lokal maupun internasional.

Ada tiga program kursus barista yang ditawarkan BCAA, yaitu Barista 101 (Basic Barista Training), Barista 102 (Latte Art Mastery), dan Barista 103 (Brewing and Sensory). Anda bisa belajar di sekolah ini dengan biaya mulai dari PHP 10.000 – 18.000 atau sekitar Rp 2.700.000 – Rp 5.000.000,- untuk setiap programnya.

Tertarik? Bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang BCAA, Anda bisa mengunjungi situs resminya yaitu www.coffeeschool.asia atau menghubungi secara langsung via email ke info@coffeeschool.asia.

Ueshima Coffee Co. Ltd. – Coffee Academy

Tadao Ueshima dijuluki The Father of Coffee in Japan atau Bapak Kopi-nya Jepang. Ia adalah pendiri Ueshima Coffee Co. Ltd. yang bergerak di bidang produksi kopi dan penjualan produk kopi (Ground Coffee dan Instant Coffee).

Perusahaan Jepang yang juga mengelola Coffee Estate di Jamaika dan Hawai ini membuka sekolah kopi yang dinamai UCC Coffee Academy pada Arpil 2007. Di sekolah kopi ini, Anda akan diajari semua aspek tentang kopi, mulai dair pengetahuan tentang kopi, keterampilan dan keahlian terkait kopi yang sudah dihimpun sejak Ueshima Coffee Co. Ltd. berdiri.

UCC Coffee Academy juga memberika program pelatihan berdasarkan kebutuhan dan keinginan Anda. Program untuk para pebisnis yang ingin membuka lahan kopi atau kedai kopi akan berbeda dengan program untuk calon barista.

Selain pelatihan khusus tersebut,  UCC Coffee Academy juga mengadakan workshops Latte Art dan Roasting Sessions. Tidak hanya tentang kopi, ada juga Special Sweet and Bakery Workshops yang mendatangkan patissier terkenal.

Jika Anda tertarik, Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang UCC Coffee Academy dengan mengunjungi situs resminya di www.ucc.co.jp.

Italian Barista School

Sesuai namanya, sekolah barista ini ada di Italia. Sebagai seorang pecinta kopi, Anda pasti tahu bahwa istilah kopi espresso dan cappuccino lahir di negara ini. Karenanya, tidak heran jika negara ini menjadi negara yang dianggap memiliki penyajian kopi yang original dibanding di negara lainnya.

Sekolah ini terkenal dengan taglinenya yaitu Learn Espresso Cappuccino and Italian Coffee Art from Real Italian Professionals”. Hal tersebut memang bukan sembarang tagline karena orang-orang yang menjadi instruktur maupun tim pengelolanya adalah orang yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang kopi.

Italian Barista School menyediakan pelatihan barista yang menggabungkan kemampuan sensorik dan praktis. Sekolah barista yang juga membuka cabang di Cina dan Korea Selatan ini memiliki tiga program kursus, yakni Great Italian Espresso & Cappuccino (Course M12), Italian Coffee Art (Course M13), dan One-to-One Italian Barista Training.

Program yang paling menarik dari sekolah ini adalah One-to-One Italian Barista Training, yang disediakan untuk kelas privat bagi mereka yang ingin belajar menjadi barista namun tidak memiliki banyak waktu. Trainer akan menyesuaikan waktu dan tempat yang diinginkan oleh calon barista, minimal empat jam dan bisa di wilayah manapun di Italia.

Jika Anda berminat dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs resminya yaitu  www.italianbaristaschool.com atau mengirim permintaan informasi melalui email ke info@italianbaristaschool.com.

American Barista and Coffee School (ABC)

Sekolah yang berada di Negeri Paman Sam ini didirikan pada 2004 oleh Bruce dan Matt Milletto, pemilik Bellissimo Coffee Advisors, sebuah perusahaan konsultan industri kopi spesial yang telah berdiri lebih dari 25 tahun.

Anda bisa mengikuti kelas pelatihan barista (Barista Workshop) yang diadakan oleh ABC dengan biaya USD 500 – 1250 atau setara dengan  7 – 17 juta rupiah. Ada dua program yang ditawarkan yakni Workshop for Foundation Skils dan Workshops for Advanced Techniques.

Selain menyediakan workshops untuk para pebisnis kopi (entrepreneur coffee shop) dan calon barista, Bellissimo Coffee Advisors  juga menjalin kerja sama di bidang peralatan dan produk kopi dengan beragai pihak profesional di bidang kopi. Lebih dari 40 perusahaan yang bekerja sama dengan mereka, menjadi sponsor dalam setiap pelatihan yang diadakan oleh ABC.

Berminat mengikuti kelas pelatihan di ABC yang bertaraf internasional? Kunjungi situs resminya di www.coffeebusiness.com atau kirimkan permintaan informasi lebih lanjut via email ke josh@coffeebusiness.com.

Bagaimana? Tertarik belajar barista di luar negeri?

Memang membutuhkan biaya dan waktu yang lebih banyak. Namun, kualitas pembelajaran dan standar kurikulum yang digunakan bisa lebih baik daripada sekolah barista yang ada di dalam negeri. Anda bisa mendapatkan sertifikasi internasional yang lebih baik dan meningkatkan level Anda sebagai barista.

Anda juga bisa menambah wawasan pengetahuan tentang rasa kopi yang Ada di luar Indonesia. Penyajian, aroma, dan kualitas rasa pada kopi di setiap negara tidaklah sama, karena pengaruh barista, jenis kopi, hingga jenis airnya. Anda bisa memperdalam kepekaan rasa Anda terhadap rasa kopi tersebut.

Tidak hanya itu, Anda bisa mendapatkan lingkaran pergaulan sesame barista dengan belajar di sekolah khusus barista di luar negeri. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk Anda agar mengetahui karakteristik barista-barista dari negara lain. Suatu waktu jika Anda mengikuti kompetisi barista, Anda bisa lebih siap karena sudah mengetahui karakter mereka.

Namun, jika Anda merasa belum waktunya untuk belajar di sekolah khusus barista, Anda bisa belajar secara otodidak. Beberapa barista, berhasil menjadi ahli penyaji kopi karena belajar dari barista lainnya dan memperluas wawasannya secara mandiri

Anda juga bisa melakukan hal yang sama, mulai dari memperkaya pengetahuan tentang kopi dengan membaca dan mempersiapkan diri sebelum memutuskan untuk belajar menjadi barista dengan mempelajari teknik dasar membuat kopi.

Leave a Reply

17 + 3 =

Open chat
silahkan chat kami disini
Silahkan Chat Untuk
Pemasangan Iklan Dan
Order Jasa Digital Marketing
Powered by