Peter Awin, Pendiri Startup Distribusi Vaksin CowTribe.

jkeitee.com – Tidak banyak orang yang menyinggung benua Afrika ketika berbicara mengenai pertumbuhan perusahaan start-up di sana.

Faktanya, sebagai salah satu wilayah yang memilliki pertumbuhan infrastruktur tercepat di dunia, Afrika justru menjadi tempat ideal karena untuk mendirikan start-up di sana.

Tidak hanya soal infrastruktur, Afrika juga memiliki kompleksitas masalah yang menanti ide-ide segar dari para pendiri start-up untuk menyelesaikan masalah mereka.

Salah satu pendiri start-up yang memiliki kesempatan memanfaatkan teknologi untuk mendistrupsi pasar Afrika adalah Peter Awin.

Peter Awin merupakan pendiri CowTribe, perusahaan startup yang bergerak di bidang distribusi vaksin untuk peternakan sapi berbasis cloud-computing.

Misi utamanya adalah untuk menghadirkan sistem pencegahan bagi penyakit massal yang menyerang hewan para peternak di negaranya , Ghana.

Lahir dan Besar di Lingkungan Peternakan

Peter Awin menghabiskan masa kecilnya di wilayah timur laut Ghana yang identik sebagai pusat peternakan di negaranya.

Memiliki ayah yang juga seorang peternak, Peter banyak belajar tentang bagaimana para petani di wilayahnya kerap kali mengalami kesulitan ketika musim panen sudah lewat.

Lahir dan besar di dunia peternakan membuat Peter memilliki ikatan emosional dengan hewan-hewan ternak.

Meski begitu proyek pertamanya sama sekali tidak berhubungan dengan hewan ternak.

Proyek pertamannya adalah mendirikan Afrilead, sebuah organisasi non-profit yang diberi nama Afrilead.

Afrilead didirikan oleh Peter dengan tujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para mahasiswa di universitasnya kala itu.

Lulus dari University of Development di Tamale,Ghana,  Peter akhirnya baru terlibat dalam proyek yang berhubungan dengan peternakan.

Ia bergabung dalam proyek pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan dengan mengajarkan para petani untuk berternak demi mendapatkan pendapatan tambahan.

Peter Awin, Pendiri Startup Distribusi Vaksin Peternakan Sapi Pertama Ghana bernama CowTribe.

Hanya saja proyek tersebut terancam gagal karena kurangnya pengetahuan para petani tersebut terhadap aspek kesehatan hewan ternak yang mengakibatkan lebih dari 60% hewan ternak tersebut mati.

Merasa gagal menyelesaikan masalah tersebut, Peter kemudian memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut.

Peter tidak patah arang, ia memutuskan untuk bergabung ke dalam perusahaan asuransi demi mempelajari aspek bisnis untuk menyelesaikan masalah-masalah di peternakan dan pertanian.

Ia sempat mencoba meyakinkan perusahaan asuransinya untuk memberikan asuransi kepada hewan ternak yang ditolak dengan alasan resiko klaim yang tinggi.

Gagal di pendekatan hilir, Peter pun memutuskan untuk mencoba menyelesaikan masalah peternakan dari akarnya.

Hasil penelusuran yang ia dapatkan, kebanyakan peternakan di Ghana tidak mempunyai akses bagik edukasi ataupun layanan tentang kesehatan hewan ternak yang berdampak kepada kondisi ekonomi mayoritas peternak di sana.

Berangkat dari masalah utama tersebut, Peter memutuskan untuk mendirikan CowTribe bersama dengan rekannya, Alima Bawah.

Dedikasi dan Determinasi

Sadar tentang tantangan untuk mengedukasi pasar yang masih asing terhadap layanan berbasis teknologi, ia memilih untuk melakukannya dengan dedikasi dan determinasi yang tinggi.

Untuk mewujudkan bisnis berbasis sosial ini, Peter rela menghabiskan waktu selama 8 bulan untuk mengumpulkan informasi.

Karena kondisi sosiologis di pedesaan Afrika masih sangat tradisional, Peter pun harus mendatangi rumah warga satu persatu untuk mengumpulkan informasi.

Selama 8 bulan di pedesaan, Peter berhasil mengumpulkan 72 basis informasi dari sekitar 30.000 peternak sapi  yang ada.

Setelah berbulan-bulan merangkum dan menganalisa data yang ada, Peter memutuskan untuk memfokuskan CowTribe kepada layanan sistem vaksin bagi para peternak.

Sebagai informasi, pengumpulan data seperti yang dilakukan oleh Peter tidak pernah dilakukan oleh pemerintah setempat.

baca juga

Sebagai satu-satunya orang yang menginisiasi proyek pengumpulan data peternakan di Ghana, ia berupaya untuk meningkatkan kesadaran peternak lainnya tentang kesehatan hewan ternak.

Tidak hanya itu, Peter juga memimpin beberapa pertemuan dengan asosiasi veteriner untuk bekerja sama mendukung model bisnisnya.

Dampak dari langkah yang dilakukan Peter, baik para dokter maupun para peternak masing-masing mendapatkan solusi yang positif.

Bersama Cowtribe, para dokter tersebut menikmati kenaikan permintaan vaksin dan layanan kesehatan.

Sementara para peternak mendapatkan tambahan pendapatan dan berhasil menahan laju hewan ternak yang mati akibat penyakit.

Tidak hanya dalam bidang sosialisasi, Peter juga merancang sistem teknologi yang membantunya memantau para peternak.

Dengan teknologi smart card, Peter dapat membangun komunikasi dua arah dengan para peternak, baik untuk mendapatkan informasi tambahan ataupun untuk memberikan pengetahuan baru.

Peter bahkan turun tangan sendiri untuk meyakinkan perusahaan penyedia telepon seluler setempat dalam kontrak penyediaan telepon pintar gratis bagi para peternak.

baca juga

Tantangan dalam Menghadapi Bisnis

Sama seperti kebanyakan bisnis lainnya, Peter bersama dengan rekannya Alima juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah ketika membesarkan CowTribe.

Ketiadaan akses terhadap inkubator bisnis cukup menyulitkan mereka karena pada awalnya mereka tidak menguasai garis besar teknologi berbasis Internet of Things untuk mengeksekusii model bisnis.

Kemudian persoalan teknis di permukaan seperti buruknya infrastruktur telekomunikasi hingga kurangnya perhatian dari pemerintah setempat sempat membuat keduanya frustasi.

Bahkan untuk bantuan keuangan, mereka berdua terpaksa harus meminta bantuan dari pemerintah Belanda alih-alih pemerintah Ghana sendiri untuk pendanaan.

Tiadanya akses terhadap angel investor di dunia startup Afrika turut mempengaruhi kinerja CowTribe di awal insepsi.

baca juga

Target Bisnis Ke Depan

Menikmati status sebagai pelopor bisnis penyediaan vaksin pertama yang ada di Ghana, Peter terus menargetkan untuk tidak memiliki kompetitor di usaha ini.

Salah satu caranya adalah menggendong beberapa layanan kesehatan terkemuka untuk memastikan bahwa CowTribe merupakan satu-satunya perusahaan yang menjadi rujukan para peternak.

Peter menargetkan bahwa kesepuluh distrik peternakan yang ada di Ghana sudah dapat merasakan jangkauan layanan CowTribe dalam waktu 18 bulan.

Selain itu ia juga ingin merambah negara lain disekitar Ghana seperti Mali dan Burkina Faso.

Leave a Reply

4 − 2 =

Open chat
silahkan chat kami disini
Silahkan Chat Untuk
Pemasangan Iklan Dan
Order Jasa Digital Marketing
Powered by