PT ANTAM, Memproduksi Logam Mulia Terbaik untuk Indonesia

Keberadaan emas antam di sebuah etalase toko emas tidak terlepas dari peranan industri yang memproduksinya. Sebatang emas antam mengalami perjalanan panjang dari mulai penambangan sampai proses distribusinya.

Dari yang masih berwujud material murni, emas kemudian diolah menjadi cairan berwarna emas yang kemudian mengalami perjalanan lagi hingga menjadi emas batangan dan dicap dengan cap perusahaan yang sudah diakui secara sah oleh pemerintah.

Selanjutnya, dilakukan pengemasan dan didistribusikan ke ribuan outlet, toko, dan galeri emas di seluruh negeri hingga dunia. Emas antam kemudian sampai pada pecintanya.

Peranan PT ANTAM pada proses produksi Emas di Indonesia

Dibalik distribusi emas antam, adalah sebuah perusahaan milik negara bernama PT Aneka Tambang Tbk. Perusahaan ini sering disingkat dengan sebutan PT Antam yang merupakan perusahaan tambang di Indonesia.

Berdiri sejak tahun 1968, PT Antam melakukan kegiatan berupa eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral menjadi logam-logam mulia yang bernilai ekonomi tinggi. Perusahaan yang 65 persen sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia ini mengolah dan menjual mineral hasil tambang menjadi benda bernilai ekonomi.

Kegiatan produksinya didistribusikan mengelilingi Eropa dan Asia. Di berbagai negara sudah banyak konsumen yang loyal hanya pada hasil produksi PT Antam.

Komoditas Utama PT ANTAM

Komoditas utama PT Antam ialah bijih nikel dengan kadar tinggi (saprolit), bijih nikel berkadar rendah (limonit), feronikel, emas, perak dan bauksit. Layanan utama Antam ialah melakukan pengelolaan dan pemurnian logam mulia menjadi benda yang lebih bernilai ekonomis.

Perkembangan produksi PT Antam sudah dimulai dari sejak tahun 1936, tahun di mana PT Antam didirikan. PT Antam waktu itu melakukan penambangan emas di Cikotok, kabupaten Lebak, Banten.

Pada tahun 1936, perusahaan yang bergerak untuk mengeksplorasi emas di Cikotok ini masih dikuasi oleh Belanda. Bisa dibilang, perusahaan ini merupakan warisan perusahaan yang diperoleh Indonesia setelah merdeka.

PT ANTAM membeli saham Freeport

Perusahaan yang didirikan Belanda tahun 1936 ini remsi menjadi perusahaan negara pada 1960 setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) Direktur Umum dan CSR PT Aneka Tambang I Made Surata mempertimbangkan bahwa pertambangan emas menjadi bagian dari sejarah perekonomian di Indonesia. Setelah berpindah tangan secara resmi ke RI, PT Aneka Tambang Tbk melaksanakan proses pengakhiran tambang Cikotok.

Meskipun demikian, usaha ekplorasi mineral bumi tersebut tidak berhenti karena PT Antam menjadi salah satu sumber penghasilan untuk Indonesia. Sampai kemudian, PT Antam dan PT Inalum bekerjasama dan mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk membeli saham PT Freeport Indonesia.

Kedua perusahaan tersebut, berhasil membeli saham Freeport Indonesia sebesar 1,7 miliar dollar AS. Kepemilikan saham ini membuat Indonesia memiliki kendali lebih atas kebijakan internal yang terjadi dalam proses produksi Freeport.

Kelahiran PT Antam sebagai BUMN

Peresmian PT Antam menjadi sebuah BUMN pertambangan ditetapkan berdasarkan PP No. 22 Th. 1968 tentang Pembentukan PN Aneka Tambang pada tanggal 5 Juli 1968. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa PN Aneka Tambang dibentuk sebagai merger dari beberapa perusahaan tambang milik negara serta proyek-proyek eksplorasi di bidang mineral selain batubara dan timah, yakni BPU Pertambun, PN Perbaki, PN Tambang Mas Tjikotok, PN Logam Mulia, PT Nikel Indonesia dan berbagai proyek pertambangan yang dilakukan oleh Departemen Pertambangan yang pelaksanaan selanjutnya dilimpahkan berdasarkan SK Presidium Kabinet Dwikora tahun 1966 kepada PN Aneka Tambang.

Dinamika industri pertambangan di Indonesia terus berubah, sebagai akibatnya dikeluarkanlah PP No. 22 Th. 1968 pada tanggal 5 Juli 1968 yang membentuk PN Aneka Tambang, sebagai merger dari berbagai perusahaan pertambangan milik Negara RI. Kemudian muncul juga PP No. 26 Th. 1974 tanggal 14 Juni 1974 yang mengalihkan bentuk Aneka Tambang dari PN atau Perusahaan Negara menjadi PT atau Perseroan Terbatas.

Kontribusi PT Antam untuk Perekonomian Indonesia

Selama ini kita mengetahui PT Antam adalah bagian dari perusahaan milik negara yang sahamnnya sebagian besar dimiliki oleh Indonesia. Hal itu berarti, pendapatan yang masuk ke PT Antam sebagian besar menjadi milik Indonesia.

Sejauh ini, PT Antam telah berkontribusi sangat besar untuk perekonomian Indonesia. Tercatat, sepanjang 2017, perolehan hasil penjualan PT Antam mencapai Rp12,55 triliun.

Komoditas yang berperan besar dalam perolehan ini selain silver dan perak, tentu saja emas menjadi komponen terbesar perolehan penghasilan yang fantastis tersebut. Kontribusi emas pada pendapatan negara sebesar Rp7,37 triliun dari total penjualan bersih Full Year 2017 (FY17).

Penjualan unaudited Antam tercatat sebesar Rp5,59 triliun, naik sebesar 110 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya Rp2,66 triliun. Perolehannya mungkin akan lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Volume Produksi Emas Antam

Situs Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut PT Antam menghasilkan volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung total sebesar 1.967 kg (63.240 oz). Sedangkan itu volume penjualan emas Antam di FY17 tercatat sebesar 13.202 kg (424.454 oz), tumbuh sebesar 29 persen dibandingkan volume penjualan periode FY16 sebesar 10.227 kg (328.806 oz).

Catatan produksi kuartal IV-2017 emas Antam mencapai 495 kg (15.914 oz) dengan volume penjualan mencapai 6.236 kg (200.492 oz) senilai Rp3,53 triliun. Sedangkan Penjualan feronikel pada FY17 memberikan kontribusi sebesar Rp3,17 triliun atau 25% dari total penjualan bersih FY17.

Nilai penjualan feronikel pada 12M17 naik sebesar 14% dibandingkan nilai penjualan feronikel tahun 2016 sebesar Rp2,78 triliun. Nilai penjualan bersihnya tercatat sebesar Rp1,43 triliun atau naik sebesar 11% dibandingkan penjualan bersih periode kuartal IV-2016 yang mencapai Rp1,29 triliun.

baca juga

    Rekor Penjualan dan Volume tertinggi PT Antam

    PT Antam memperoleh angka penjualan dan volume tertinggi di FY17. Volume produksi feronikel pada FY17 tercatat sebesar 21.762 TNi, naik 7% dibandingkan capaiaan produksi FY16 sebesar 20.293 TNi.

    Pada periode FY17, ANTAM membukukan penjualan feronikel sebesar 21.813 TNi atau naik sebesar 4% dibandingkan periode FY16 yang mencapai 20.888 TNi. Volume produksi feronikel pada periode kuartal IV-2017 tercatat sebesar 5.949 TNi, lebih stabil dibandingkan dengan kuartal IV-2016 sebesar 5.900 TNi.

    Penjualan feronikel pada kuartal IV-2017 tercatat sebesar 8.997 TNi, naik sebesar 2% dibandingkan periode kuartal IV-2016 sebesar 8.793 TNi. Hasil penjualan dan volume produksi ini akan terus berubah, dinamika perubahan tersebut seiring dengan situasi politik dan ekonomi negara dan juga internasional.

    Anak Perusahaan PT Antam

    PT Indonesia Coal Resources (Indonesia)

    PT Cibaliung Sumberdaya (Indonesia)

    PT Gag Nikel (Indonesia)

    Asia Pacific Nickel Pty., Ltd. (Australia)

    PT Antam Resourcindo (Indonesia)

    PT Borneo Edo International (Indonesia)

    PT Mega Citra Utama (Indonesia)

    PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)

    PT Antam Jindal Stainless Indonesia (Indonesia)

    PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)

    SUMBER:

    https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/320/1852026/antam-jual-emas-13-202-kg-senilai-rp7-37-triliun-sepanjang-2017
    http://www.antam.com/index.php?option=com_content&task=view&lang=id&id=381&Itemid=177
    https://id.wikipedia.org/wiki/Aneka_Tambang



    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You May Also Like