Tantangan Pebisnis Waralaba

Setiap pebisnis pasti menginginkan keuntungan dari usahanya dengan sistem bisnis waralaba.

Bahkan, mereka ingin dicap sebagai layak waralaba dengan keyakinan tersebut.

Namun kenyataannya adalah, mereka tidak mendapatkan apa yang mereka yakini karena memang, bisnis mereka saat itu belum bisa dikategorikan sebagai layak waralaba.

Apa yang menjadi penyebabnya?

Terdapat beberapa aspek yang mesti diperbaiki dari penilaian dan evaluasi yang telah dilakukan.

Untuk mendapatkan label layak waralaba, beberapa aspek yang perlu diganti adalah sebagai berikut.

Batas Keuntungan

Batas keuntungan menjadi aspek pertama di mana bisnis mampu dikatakan sebagai layak waralaba.

Betapa tidak, bisnis yang sukses dapat dilihat dari keadaan keuangannya.

Bagaimana bisa sebuah bisnis yang berada diambang kebangkrutan dengan beban hutang yang tidak sedikit mampu bertahan dengan kokohnya?

Pertimbangan layak waralaba dapat dipertimbangkan dari perolehan laba bersih.

Lantas, apakah bisnis yang laris sekalipun mampu dikategorikan sebagai layak waralaba?

Hal ini tentu memerlukan pengkajian ulang.

Bisnis warung makan tenda, contohnya.

Pada umumnya, bisnis tersebut beroperasi selama lima jam dalam sehari.

Selama waktu beroperasi tersebut, mereka mengakui bahwa keuntungan yang diraih dikategorikan besar

Memang pada kenyataannya warung berkonsep demikian memang sangat diminati oleh khalayak ramai.

Namun, apakah warung tersebut dapat dikategorikan sebagai layak waralaba?

Tentu saja belum. Jika ditinjau dari segi pendapatan, memang kenyataannya mereka mendapatkan keuntungan yang masuk akal.

Akan tetapi, bisnis seperti ini akan sulit diwaralabakan karena batas keuntungannya tidak tepat untuk dibagi dua meskipun waralaba bisnis gerobak sekalipun.

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

800 Jenis usaha yang menjanjikan Dengan Modal Kecil

Panduan Bisnis Franchise

500 Master Franchise

Sumber Daya Manusia

Seberapa penting kehadiran sumber daya manusia bagi bisnis?

Seberapa penting memang kehadiran SDM dinilai sangat penting bagi kelangsungan bisnis.

Namun, tak sedikit pemilik bisnis yang meraup keuntungan banyak dengan menekan nilai gaji dari setiap pegawainya.

Penekanan nilai gaji dapat berimbas buruk pada performa bisnis.

Ini karena SDMnya yang selalu mengalami pergantian.

Ketika skema bisnis diwarnai dengan kejujuran dan sesuai dengan fakta di lapangan, tak sedikit pula yang menolak akan hal tersebut bahkan tidak memiliki ketertarikan sama sekali untuk bergabung.

Meskipun demikian, kejujuran tetaplah menjadi aspek terpenting dalam berbisnis walaupun sekejam apapun bisnis tersebut harus berjalan.

Target Penjualanan

Salah satu langkah yang dapat dilakukan agar menjadi layak waralaba adalah dengan memenuhi target penjualanan.

Seorang konsultan bisnis bahkan mengajak para bimbingannya untuk memperluas bisnis dengan membuka gerai bisnis.

Tentu saja perluasan tersebut berlaku bagi bisnis yang sudah menginjak usia di atas lima tahun.

Namun ternyata, para pebisnis tersebut lebih mempercayai waralaba dengan membeli merek.

Sehingga, merek mahal dipercayai sebagai pengundang pelanggan. Padahal kenyatanya tidak seperti apa yang telah diberikan.

Banyak diantara merek mahal yang memang memberikan fasilitas nama dan hak kekayaan bisnis.

baca juga

    Ya, merek menjadi hal krusial dalam membangun citra bisnis. Setinggi apapun bisnis, jika tidak mampu mengelola perusahaan dengan menargetkan penjualanan akan terkesan sia-sia.

    Beberapa hal perlu dilakukan agar mendapatkan predikat sebagai layak waralaba seperti batas atau margin keuntungan, sumber daya manusia, dan target penjualanan.

    Ketiga aspek dalam berbisnis tersebut memang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya berdiri secara bersamaan sebagai indikator layak waralaba.

    Leave a Reply

    4 × 5 =

    Open chat
    silahkan chat kami disini
    Silahkan Chat Untuk
    Pemasangan Iklan Dan
    Order Jasa Digital Marketing
    Powered by