TVRI, Televisi Kebanggan Indonesia

TVRI memasuki babak baru dipimpin oleh Helmy Yahya. Ia resmi menjabat sebagai Direktur Utama LPP TVRI pada masa jabatan 2017-2022 sejak Januari lalu.

Di bawah kepemimpinan Helmy Yahya yang menggantikan Direktur Utama sebelumnya, Iskandar Achmad, TVRI menjanjikan tayangan-tayangan yang spektakuler untuk meraih hati pemirsanya dan menjadi lembaga penyiaran nomor satu di Indonesia.

Bila dibandingkan dengan stasiun televisi yang lain, program tayangan TVRI memang kurang menarik.

Tidak banyak yang bersedia nonton berjam-jam di depan channel TVRI, berbeda dengan stasiun televisi lain yang memiliki beragam acara dengan model penayangan yang didukung oleh sinetron yang jadi kesukaan ibu-ibu rumah tangga di rumah.

Peminat Program Siaran TVRI Butuh Inovasi

Bila dilihat dari peminatnya, anak muda lebih banyak lari ke televisi yang menayangkan program kekinian, lebih dekat dengan keseharian mereka seperti NET TV yang menampilkan acara-acara idealis sesuai dengan selera anak muda jaman sekarang. Sedangkan ibu rumah tangga lebih gandrung pada sinetron, di mana hal itu ada di stasiun televisi swasta seperti SCTV dan RCTI.

Kalangan pria lebih suka berlama-lama di depan televisi ketika ada siaran berita, olahraga, dan juga talk show yang membahas isu-isu politik. Sementara itu, anak-anak akan lebih betah untuk menonton animasi buatan luar negeri yang ditayangkan oleh MNCTV atau RCTI.

TVRI, yang sudah berumur puluhan tahun itu masih belum mampu memikat hati selera anak muda, anak-anak, dan juga orang dewasa. Kurangnya invasi dalam program-program yang ditayangkan itulah yang membuat TVRI ditinggalkan penontonya.

Era Kebangkitan TVRI di Tangan  Helmy Yahya

Di malam tahun baru 2018, Helmy Yahya telah menjanjikan tayangan-tayangan TVRI di masa depan akan jauh lebih mutakhir dan spektakuler, dekat dengan semua kalangan, dan tetap memberikan pesan-pesan edukasi yang membangun generasi muda penerus bangsa.

Dimulai dari malam tahun baru 2018, TVRI nampak sedikit demi sedikit menayangkan program yang lebih beragam, terkesan segar, dan mendekati selera anak muda jaman sekarang. Dengan tagline #KamiKembali, TVRI sudah menandai era kebangkitannya dengan melakukan beberapa terobosan seperti membuka acara music yang melibatkan artis-artis papan atas.

Malam itu, TVRI meluncurkan acara bertajuk bertajuk “Sambut 2018 #KamiKembali.” Dalam acara itu terlihat, desain set panggung yang elegan dan juga terkesan mewah, sama seperti panggung-panggung yang didesain oleh stasiun televisi lainnya. Artis yang diundang ialah artis era 90-an dan band indie.

TVRI Bekerjasama dengan APKULINDO

Di samping itu, TVRI mulai menggandeng beberapa pihak untuk meningkatkan kualitas siaran dan program, salah satunya bekerjasama dengan APKULINDO (Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia) dan BRI (Bank Rakyat Indonesia). Di samping kedua lembaga tersebut, TVRI juga menjalin kemitraan dengan Indonesia Entertainmen Produksi (IEP) milik Emtek Group.

TVRI juga menjadi rumah untuk menayangkan film animasi Indonesia, TVRI juga menayangkan Si Unyil dalam format baru berupa animasi. TVRI tengah menyediakan puluhan judul karya animasi yang diwujudkan dari hasil kerjasama TVRI dengan Asosiasi Kreator Film Animasi Indonesia.

baca juga

    Sekilas Tentang Sejarah TVRI

    Sejak kemeriahan malam tahun baru di TVRI, banyak ekspektasi positif yang disematkan kepada TVRI. Banyak pihak yang berharap TVRI akan menjadi salah satu pertelevisian Indonesia yang diperhitungkan dan kembali menjadi standar tayangan televisi di Indonesia di bawah kepemimpinan Helmy Yahya.

    Sebagaimana sejarahnya, TVRI yang memiliki kepanjangan berupa Televisi Republik Indonesia, merupakan lembaga penyiaran pertama di Indonesia, yang berdiri tanggal 24 Agustus 1962. Sejak pertama kali berdiri, TVRI bertugas sebagai televisi yang mengibarkan citra bangsa Indonesia melalui penyiarannya yang berskala internasional.

    TVRI mengemban tugas untuk mendorong kemajuan kehidupan masyarakat dan menjadi perekat sosial. Pendirian TVRI bertujuan untuk menyiarkan berita-berita yang sesuai dengan kepentingan negara.

    Asian Games IV Jadi Siaran Internasional Pertama TVRI

    Saat pertama kali didirikan, tayangan perdanya berupa upacara peringatan HUT RI yang ke-17 dari Istana Negara Jakarta dan Asian Games yang ke IV di Jakarta. Di era demokrasi Pancasila, tahun 1974, TVRI menjadi satu bagian dengan organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan dengan status sebagai Direktorat. Perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan terjadi pada tahun 2000, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah RI Nomor 36 Tahun 2000.

    Kemudian, berubah lagi karena Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2002 TVRI yang mengubah statusnya menjadi PT. TVRI (Persero) di bawah BUMN. Penyiaran TVRI diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002.

    Melalui UU tersebut pula, TVRI ditetapkan menjadi Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum. Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2005 menetapkan bahwa TVRI merupakan lembaga yang memiliki tugas memberikan layanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan negara.

    Latar Belakang Lembaga Penyiaran TVRI

    Pemerintah Indonesia membuat kebijakan memasukkan media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah kepemimpinan urusan koordinasi proyek Asian Games IV pada tahun 1961. Kemudian Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T) pada tanggal 25 Juli 1961.

    Program perdana siaran TVRI terjadi berkat komando dari Presiden Soekarno. Susunan program siaran itu terjadi ketika pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno mengirim teleks dari Wina kepada Menteri Penerangan yang bertugas pada saat itu, yakni Maladi. Teleks tersebut berisikan perintah agar segera menyiapkan program televisi yang salah satunya ialah menyiarkan Asian Games IV.

    Siaran Pertama TVRI di Istana Merdeka

    Siaran pertama TVRI dilakukan secara langsung dari halaman Istana Merdeka Jakarta, pada 17 Agustus 1962. Siaran tersebut berupa menayangkan secara langsung acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta. TVRI pada saat itu baru menggunakan pemancar berkekuatan 100 watt.

    Setelah siaran pertama untuk menayangkan HUT Proklamasi Kemerdekaan, TVRI kemudian mengudara lagi dengan siaran langsung berupa pembukaan Asian Games IV. Siaran langsung dilakukan di stadion utama Gelora Bung Karno, pada 24 Agustus 1962.

    Selanjutnya, keberadaan TVRI dikukuhkan dalam Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI yang dikeluarkan pada tanggal 20 Oktober 1963. Setahun kemudian, mulailah pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai Yogyakarta, selanjutnya berturut-turut Stasiun TVRI dibangun diberbagai daerah.

    baca juga

      Berikut adalah Misi Pendirian TVRI

      • TVRI menjadi media perekat sosial untuk persatuan dan kesatuan bangsa
      • TVRI sekaligus sebagai media kontrol sosial yang dinamis
      • TVRI menjadi pusat layanan informasi dan edukasi utama di Indonesia
      • TVRI menjadi pusat pembelajaran bangsa
      • TVRI menjadi pusat hiburan yang sehat dengan mengoptimalkan potensi dan kebudayaan daerah serta memperhatikan komunitas terabaikan
      • TVRI menjadi media untuk membangun citra bangsa dan negara Indonesia di mata Internasional.

      Berikut adalah daftar TVRI Stasiun Daerah:

      Sumatera

      • TVRI Aceh (Banda Aceh)
      • TVRI Jambi (Jambi)
      • TVRI Sumatera Barat (Padang)
      • TVRI Sumatera Selatan (Palembang)
      • TVRI Sumatera Utara (Medan)
      • TVRI Bangka Belitung (Pangkalpinang)
      • TVRI Riau Kepri (Pekanbaru)
      • TVRI Lampung (Bandar Lampung)
      • TVRI Bengkulu (Bengkulu)

      Jawa

      • TVRI Jawa Barat (Bandung)
      • TVRI Jawa Tengah (Semarang)
      • TVRI Jawa Timur (Surabaya)
      • TVRI Jogja (Yogyakarta)
      • TVRI DKI Jakarta dan Banten (Jakarta)

      Bali dan Nusa Tenggara

      • TVRI Bali (Denpasar)
      • TVRI Nusa Tenggara Barat (Mataram)
      • TVRI Nusa Tenggara Timur (Kupang)

      Kalimantan

      • TVRI Kalimantan Timur (Samarinda)
      • TVRI Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
      • TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
      • TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)

      Sulawesi

      • TVRI Gorontalo (Gorontalo)
      • TVRI Sulawesi Utara (Manado)
      • TVRI Sulawesi Barat (Mamuju)
      • TVRI Sulawesi Tengah (Palu)
      • TVRI Sulawesi Tenggara (Kendari)
      • TVRI Sulawesi Selatan (Makassar)

      Maluku dan Papua

      • TVRI Maluku (Ambon)
      • TVRI Papua (Jayapura)

      Undercover.co.id – Brand Brand selalu mengalami masa pasang surut ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil melewati krisis Brand , kini di tahun 2019 brand nasional maupun internasional mempersiapkan kembali cerita mereka untuk menghadapi semua tantangan , simak kisah brand brand ini untuk mejadi pelajaran berharga menjalankan bisnis anda



      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      You May Also Like
      Read More

      Min Liang Tan

      https://www.jkietee.com – Diperlukan pengetahuan yang tepat bagi seorang pebisnis untuk bisa memandu bisnisnya menuju arah yang tepat. Beberapa…