Upasana Taku, Wanita Pendiri Startup Mobikwik

Karir tinggi tidak membuat seorang Upasana Taku untuk terus terlena dalam kehidupan yang mapan nan nyaman.

Berhasil meraih gelar Master of Management Science & Engineering di Stanford University , Taku berhasil mencapai karir yang cukup cemerlang di Perusahaan HSBC dan Paypal.

Justru di tengah tingkatan tertinggi karirnya, ia memutuskan untuk pulang ke negerinya sendiri India demi membangun ekosistem nontunai atau cashless di sana. Keputusan meninggalkan karir yang nyaman di Amerika Serikat sempat ditentang kedua orangtuanya yang juga berkarir di luar negeri.

Bersama suaminya, Bipin Preet mereka kemudian membangun Mobikwik, sebuah perusahan rintisan yang bergerak dalam bidang teknologi pembayaran.

Meninggalkan kenyamanan

Lahir di sebuah kota kecil di Gandhinagar, Upasana Taku menghabiskan masa kecil hingga sekolah menengah atas di kota Surat yang terkenal akan perkembangan teknologi informasinya.

Setelah lulus sekolah , Taku kemudian melanjutkan pendidikannya di Dr. B.R Ambedhkar National Institute of Technology di kota Jalandhar.

Pada tahun 2002, Taku memulai kehidupan baru setelah berhasil mendapat rekomendasi untuk melanjutkan kuliahnya di Stanford University untuk program Management Science

Management Science sendiri merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang pengambilan keputusan yang berkorelasi dengan berbagai disiplin ilmu seperti manajemen dan matematika , Selama berkuliah di Stanford, Taku sempat mendapatkan pengalaman sebagai asisten riset di Stanford Linear Accelerator.

Selain itu ia juga sempat mengecap pengalaman magang di salah satu perusahaan di Silicon Valley, lebih tepatnya di perusahaan Sun Microsystem

Selepas menamatkan pendidikan masternya, Taku mendapat pekerjaan pertama di HSBC sebagai seorang analis bisnis dan manajer produk.

Upasana Taku

Upasana Taku, Perempuan Hebat yang Mendirikan Startup Mobikwik

Taku kemudian berhasil mengembangkan karirnya dengan memegang beberapa proyek penting seperti pengerjaan riset pasar hingga menjadi penanggung jawab alur pemasaran di perusahaan tersebut.

Merasa karirnya mentok di HSBC, Taku memutuskan untuk pindah ke Paypal demi mendapatkan gambaran masa depan mengenai ekosistem non-tunai di Amerika Serikat.

Namun pada tahun 2009 ia justru memantapkan diri untuk pulang ke India karena merasa sudah jenuh dengan karirnya di Amerika Serikat.

Kepulangannya ke India pun dilandasi oleh tekad untuk menerapkan inovasi-inovasi yang ia pelajari selama di Amerika Serikat di India.

Dengan pengalaman yang ia dapat dari karirnya di HSBC dan Paypal, Taku berencana untuk mengembangkan sistem keuangan yang inklusif bagi masyarakat tidak mampu. Namun keputusan Taku bukannya tanpa pengorbanan, ia harus merelakan banyak hal mulai dari karir yang mapan hingga kesempatan menetap secara permanen di Amerika Serikat.

Bahkan ia juga mendapat tentangan keras dari kedua orangtuanya yang menganggap kehidupan di India tidak akan sebaik kehidupannya di Amerika Serikat kala itu.

Karena keteguhan tekadnya, Taku berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa ia maksud kepulangannya ke India adalah untuk melakukan hal besar.

Perjalanan Misinya di Kampung Halaman

November 2008, Taku memulai perjalanannya untuk menciptakan inovasi di kampung halamannya sendiri.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah dengan bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Dristhee.

Dristhee adalah sebuah organisasi yang menyediakan teknologi informasi pembayaran dan kredit mikro untuk masyarakat pedesaan di India.

Tantangan mulai mendatanginya ketika ia menyadari bahwa LSM-LSM yang ada di India tidak memiliki manajemen dan strategi yang baik.

Ia sempat menyesali pilihannya meninggalkan karir mapan di Amerika Serikat namun berhasil mencapai titik terang ketika ia bertemu dengan calon partner bisnis sekaligus calon suaminya kelak

Adalah Bipin Preet Singh yang berhasil membantunya mewujudkan misinya mendirikan perusahaan sistem pembayaran.

baca juga kategori

Bertemu berkat lingkaran sosial keduanya, Taku dan Bipin masing-masing menyadari bahwa mereka memiliki kecocokan yang sama dalam hal pengembangan sistem finansial di India.

Upasana Taku

Tantangan dalam Mendirikan Mobikwik

Agustus 2009, Bipin bersama dengan Taku berhasil mendirikan perusahaan hasil dari pengembangan ide mereka yang diberi nama Mobikwik.

Namun dalam perjalannya Taku dan Bipin menghadapi banyak kesulitan dalam fase-fase awal mencari partner bisnis

Kendala utamanya adalah meyakinkan bank dan lembaga setempat untuk bekerja sama dengan platform Mobikwik

Taku bersama dengan suaminya harus melewati sekitar 9 bulan sebelum akhirnya berhasil membubuhkan partner bank pertamanya.

Tidak hanya dalam soal partner, Taku juga harus menghadapi sulitnya mendapat sumber daya manusia yang mumpuni.

Tidak ada jaminan mampu memberikan gaji yang layak, Taku pernah mengalami ditinggal oleh satu-satunya karyawan di masa-masa awal berdirinya Mobikwik.

Meski begitu pada tahun itu pula, Taku dan Bipin belajar untuk membangun kultur kekeluargaan dalam perusahaan mereka.

Hingga 2011, Taku dan Bipin bersama-sama membesarkan Mobikwik dalam keadaan Bootstrapped alias keuangan pas-pasan.

Mobikwik sendiri akhirnya berhasil mengakhiri tahun 2012 dalam keadaan menghasilkan keuntungan setelah 3 tahun mengalami pasang surut.

baca juga

Masa-masa emas Mobikwik

Taku dan Bipin berhasil mendapatkan pendanaan pertamanya pada tahun 2014 ketika para investor menyadari bahwa perusahaan mereka dapat mengubah lanskap finansial di India.

Mereka berhasil mendapatkan pendanaan pertama mereka sebesar 5 juta dollar yang kemudian mereka gunakan untuk melakukan ekspansi karyawan menjadi 50 orang.

Tahun 2015, mereka berhasil mendapatkan pendanaan kedua mereka sebesar 25 juta dollar yang berasal dari investor-investor terkemuka macam American Express, Cisco, hingga Sequoia.

baca juga

Pada tahun 2016, Mobikwik berhasil mendapatkan pendanaan ketiga mereka sebesar 50 juta dollar yang berasal dari Mediatek dan Sequoia.

Hingga tahun 2018, Taku bersama dengan Bipin berhasil mendorong Mobikwik meraih pencapaian nilai valuasi perusahaan sebesar 2 Milliar Dollar dan 35 juta pengguna.

Taku pun dinobatkan sebagai perempuan pertama yang memimpin startup keuangan dengan status Unicorn pertama dan mendobrak tradisi maskulinitas di India.

Leave a Reply

19 − eleven =

Open chat
silahkan chat kami disini
Silahkan Chat Untuk
Pemasangan Iklan Dan
Order Jasa Digital Marketing
Powered by